Janariah,SPd, Kepala SDN Babat
Penukal,BP
"Yth Bpk Bupati PALI yg di dambakan masyarakat Desa Babat.Kami mhn masalah pungutan liar yg di lakukan oleh KS SDN 4 Penukal (JANARIAH.SPd) 1.Murid kls 1 yg baru di pungut biaya Rp.75000/orang sebanyak 102 murid.2.Pemotongan Dana Siswa Miskin Rp.50000/orang sebanyak 71 siswa miskin.Bpk Bupati 2 minggu lalu kami dari Masyarakat babat sudah mengexspos ke Media tapi tidak lanjut,kami mhn di tindak lanjuti sebelum kami melakukan DEMO ke PALI.Terima kasih.
Berawal dari SMS yang sampai ke BP ini, maka diturunkan team investigasi bersama media PALI POST beritapali.com dan salah seeorang Anggota Dewan Pendidikan kabupaten PALI "team JIP" ini lantas bertemu Kepala SDN 4 Penukal Janiariah SPd yang didampingi Syarkowi guru SDN tersebut juga. Maka didapatkan kronologi sebagai jawaban persoalan bahwa :
Pertama, Janariah SPd baru menjabat Kepala Sekolah sejak 18 Juni 2014
Dan atas kejadian itu telah berkoordinasi dengan Kadikbudpora PALI
Kedua, pemungutan dana 75.000 itu bukan upaya pihak sekolah melainkan hasil rapat komite dengan para wali murid dan diputuskan menyumbang 1 sak semen.
Tradisi ini sudah sejak lama setiap tahun, pada saat diketuai oleh Arka nurawi (sekarang kades Babat red) terbangunlah fasilitas Musholah, Jalan setapak dan pagar tembok keliling juga lantai keramik. Maka tampak sekolah ini berbeda dengan sekolah lain.
Dan kegiatan komite itu telah melalui rapat dimana daftar hadir dan berita acara ada.Dan pihak sekolah tidak ikut campur, kecuali memfasilitasi tempat dan kebutuhan rapat, apalagi intervensi.
Sementara data sms tadi yang menyatakan 102 siswa baru ternyata yang benar 124 yang terdiri atas 5 kelas.
Dan saat ini jumlah siswa 665 orang, dengan 17 lokal gedung dan 21 roombel.
Sedangkan yang ketiga, mengenai pemotongan Bea Siswa Miskin sebesar 50000 pihak Sekolah tidak pernah meminta melainkan keihlasan hati mereka yang menerima, namun dana tersebut telah dikembalikan kepada masing -masing. Dan junlah siswa penerima BSM sebanyak 67 siswa bukan 71 khusus untuk siswa yang memiliki Kartu Penjamin Sosial".
"Jujur, kami tidak pernah meminta. Tetapi jika mereka memberi dengan ihlas,apakah salah jika menerimanya?"
tanya Janariah.
Dalam penjelasannya Janariah, SPd sempat berseloroh kepada team JIP
" Wang tu ni kalu linjang di aku, atau aman betine kalu gemurau kene aku single parent, padehal tup almarhum ninggal aku nyalurke hasrat biologis dengan care berwudhu dan sholat untuk Tuhanku. Dan tatkale aku dapat masalah aku selalu minte saran dan petunjuk pade atasanku" gurau Jana.
Terlepas dari persoalan tersebut, memang dunia pendidikan harus benar benar serius dalam segala aspeknya. Karena pemerintah telah mengeluarkan dana yang tidak sedikit setiap tahunnya. Seperti BOS, Sertifikasi, dan sebagainya hal itu harus diiringi kwalitas dan kwantitas pendidikan itu sendiri sebab pemerintah juga telah menjamin kesejahteraan para guru.
" Pesan saya memang para siswa dan orang tuanya jangan sampai merasa terbebani oleh pihak sekolah. Apalagi untuk orang miskin,fakir dan yatim agama saja melarang keras mengambil haknya. Bukankah sekarang ini para guru sudah sangat sejahtera? " Demikian diungkapkan Nurulfallah.D,SH anggota Dewan Pendidikan Kabupaten PALI kepada para guru dan media yang hadir dalam pertemuan tersebut (pl)
Powered by Telkomsel BlackBerry®