Tampilkan postingan dengan label PALI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PALI. Tampilkan semua postingan

Selasa, 06 Desember 2016

, ,

Perda HUT PALI Disahkan tanggal 22 April, Anwar Mahakil : Jangan Hapuskan Sejarah

Darmadi Suhaimi : Yang benar menang 14 Desember

Mantan Ketua Dewan Presidium Kabupaten PALI; H Anwar Mahakil

MANGKU NEGARA -- Disahkannya Peraturan Daerah Kabupaten PALI tentang Hari Ulang Tahun Kabupaten PALI dianggap mantan Ketua Dewan Presidium Pembentukan Kabupaten PALI; H Anwar Mahakil sebagai upaya untuk menghapuskan sejarah. Karena menurutnya, penetapan HUT PALI pada tanggal 22 April tidak memiliki acuan.

Hal tersebut diungkapkannya pada saat membuka turnamen volley ball dalam rangka memperingati HUT PALI ke-IV versi Presidium di Desa Mangku Negara Kecamatan Penukal, Senin (5/12).

Dikatakan oleh Anwar, Dewan Presidium Pembentukan Kabupaten PALI menetapkan 14 Desember sebagai hari lahirnya Kabupaten PALI karena dinilai mempunyai nilai sejarah di mana DPR RI secara  resmi menyetujui UU Pembentukan DOB PALI. “Saat Ketua DPR RI mengetuk palu meresmikan undang-undang pembentukan DOB PALI, yakni tanggal 14 Desember 2012 jam 3 sore, disanalah nilai historisnya dimana masyarakat PALI berhasil berjuang untuk mendirikan sebuah negeri yang mandiri,” ungkapnya.

Lebih lanjut, katanya, jika memang harus digeser dari tanggal 14 Desember, maka yang harusnya menjadi patokan ialah tanggal 11 Januari 2013. Karena pada tanggal tersebut, ungkap Anwar, UU Nomor 7 Tahun 2013 resmi disahkan sebagai TLN --tambahan lembar Negara--. “Menurut saya ini dasar hukum yang kuat jika memang untuk menentukan hari lahir Kabupaten berdasarkan undang-undang,” cetusnya.

Saat disinggung mengenai upaya presidium untuk memperjuangkan hari lahir PALI tanggal 14 Desember, Anwar menjawab bahwa pihaknya memang sudah ada upaya ke arah kesitu. Namun diungkapkannya, meski tidak melakukan banding dirinya akan tetap merayakan HUT PALI pada tanggal 14 Desember. “Karena ada nilai historis pada tanggal tersebut, di mana kami yang memperjuangkan pemekaran PALI menempuh berbagai kesulitan hingga diketuknya palu peresmian UU Pembentukan DOB PALI. Untuk itu, sepanjang hayat saya masih hidup saya akan tetap memperingati HUT PALI tanggal 14 Desember,” ungkapnya.

Sedangkan mengenai logo Kabupaten, Anwar mengatakan bahwa logo tersebut tidak mencerminkan kehidupan masyarakat PALI. Pasalnya, selain tidak memiliki padi kapas, logo tersebut juga terlalu menonjolkan gambar menara api. “Meski saat ini pada Perda sudah ditambah padi dan kapas, namun gambar menara api pada logo tersebut terlalu arogan dan tidak mencerminkan kehidupan masyarakat PALI, karena tidak sampai 50% masyarakat PALI hidup dari hasil minyak dan gas bumi,” paparnya.

Sebenarnya, kata Anwar, dirinya bersediah jika mau islah --dengan Pemkab PALI-- terkait tanggal HUT PALI. “Namun kita harus menjadikan hukum sebagai acuan, bukan tanggal pelantikan penjabat pelaksana sebagai patokan. ‘Kan gak ada relevansinya itu,” pungkasnya.

Wakil Ketua DPRD PALI; H Darmadi Suhaimi

Ditempat terpisah, Wakil Ketua DPRD PALI; H Darmadi Suhaimi terkait tanggal lahir PALI secara tegas mengatakan bahwa apa yang disampaikan oleh Anwar Mahakil memang tepat. Sebagai seorang aktivis yang ikut berjuang mendirikan Kabupaten PALI, dirinya sangat setuju jika HUT PALI diperingati pada tanggal 14 Desember karena bernilai historis. “Saat DPR mengetuk palu peresmian UU DOB PALI, itu merupakan peristiwa politik, saat itulah bercucuran air mata para pejuang pendiri PALI dimana hiruk pikuk perjuangan yang lama akhirnya tercapai,” katanya di Desa Panta Dewa Kecamatan Talang Ubi, Senin (5/12).

Mengenai penetapan tanggal lahir, Didi --sapaan akrab Darmadi-- memberikan filosofi, pembuatan proposal pembentukan PALI diibaratkannya proses pernikahan, peresmian UU atau ketuk palu pada tanggal 14 Desember 2012 sama dengan melahirkan, sedangkan pelantikan penjabat Bupati 22 April 2013 itu pemberian nama.

Lebih lanjut politikus partai PAN itu mengatakan, saat paripurna pembahasan Perda HUT PALI, dirinya tidak bisa menghadiri karena ada kegiatan partai di Jakarta.  “Tapi sebelum berangkat saya sudah memberikan masukkan kepada teman-teman dewan, tentang makna dan historis tanggal 14 Desember,” kata Didi, sapaan akrabnya.

Namun realisasinya, ungkap Didi, pada saat paripurna mayoritas dewan setuju HUT PALI tanggal 22 April. “Kita juga harus memahami bahwa asas Negara kita adalah asas demokrasi,  jadi keputusan diambil berdasarkan suara terbanyak,” paparnya.[az]

Selasa, 06 September 2016

,

Rapat Persiapan River Beach Boxing, Wabup PALI Tekankan Soal Keamanan

Suasana Rapat


PENDOPO -- Sebagai tuan rumah penyelenggaraan event turnamen River Beach Boxing atau tinju di atas pasir yang rencana akan dilaksanakan pada 8 – 22 Oktober mendatang, Kabupaten PALI memiliki kesempatan emas untuk mempercepat pembangunan. Hal itu disampaikan oleh Wakil Bupati PALI; Ferdian Andreas Lacony pada rapat pembentukan panitia daerah River Beach Boxing di Aula Rapat Kantor Bupati PALI, Senin (5/9).

Dalam kesempatan itu, Ferdian mengingatkan kepada panitia, untuk mengutamakan keamanan, terutama saat kedatangan Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo pada saat pembukaan olahraga yang baru pertama kali diselenggarakan secara resmi di Indonesia dan di Dunia itu.

"Kita sebagai panitia yang ada di daerah harus menyiapkan seluruh bidang. Apalagi pak Presiden akan datang, tentu kedatangan Presiden memiliki Satuan Operasi Prosedur (SOP) sendiri, misal satu minggu sebelum datang, Paspampres sudah meninjau lokasi belum lagi tim yang lain. Untuk itu, panitia daerah harus menyiapkan kedatangan presiden," tutur Ferdian.

Selain itu Wabup juga menerangkan bahwa jadwal atau rute kunjungan presiden pun harus pula disiapkan oleh panitia. "Baik itu TNI atau juga Polri pasti membutuhkan rute kunjungan pak presiden di Kabupaten PALI, jadi mereka juga bisa mempersiapkan keamanan untuk presiden. Apakah presiden menempuh jalur darat atau jalur udara agar sampai ke PALI, tentu tiap menit harus dipersiapkan oleh panitia di daerah," tambahnya.

Lebih lanjut, Ferdian juga menegaskan kepada seluruh panitia agar tidak main-main untuk mempersiapkan turnamen yang pertama kali digelar di dunia itu. "Kepada seluruh SKPD agar, jangan sampai ada namanya saja tapi orangnya tidak ada, minta tolong kross cek langsung di setiap SKPD. Sehingga kepanitiaan akan lebih efektif, pastikan nama-nama dalam kepanitiaan ada orangnya dan masih aktif," tegasnya.

Sebelumnya, Junaidi Anwar dalam rapat juga membeberkan tentang tupoksi dari setiap bidang kepanitiaan. Dikatakan oleh Junaidi, untuk kepanitiaan sendiri melibatkan seluruh SKPD dan forum FKPD di lingkungan Pemkab PALI serta didukung oleh 26 perusahaan yang beroperasi di Kabupaten PALI.

"Diperkirakan 200 orang akan datang ke PALI belum lagi presiden dan rombongan. Jadi otomatis kita harus menyiapkan sarana dan prasarana agar membuat nyaman mereka yang datang. Oleh karena itu, untuk penginapan rencananya selain hotel dan wisma yang ada, kita juga akan menyewa rumah warga untuk homestay," tambahnya.[az]

Kamis, 14 Juli 2016

,

Audiensi dengan Sekda, PWI PALI Harapkan Kerjasama yang Baik



Pendopo, BeritaPALI --- Puluhan junalis dari berbagai media yang ada di Kabupaten PALI menggelar audiensi dengan Sekretaris Daerah Kabupaten PALI di Aula Rapat Pemkab PALI, Kamis (14/7). Audiensi yang dimotori oleh PWI PALI tersebut membahas mengenai kerjasama media dengan Pemkab PALI dan dihadiri oleh Sekda PALI; Robby Kurniawan SSTP Msi, Assisten III Setda PALI; Ruswani SH, Kasubag Humas; Lusiana, Ketua PWI PALI; Adv Nurul Fallah SH dan kaum jurnalis PALI.

Ketua PWI PALI dalam pemaparannya mengatakan, bahwa tujuan audiensi tersebut bukan  untuk mengevaluasi kinerja dari Bagian Humas dan Protokol Setda PALI, melainkan agar kerjasama kedepan dapat berjalan dengan baik.

Dalam kesempatan itu, Nurul menjelaskan beberapa permasalahan yang dihadapi oleh media terkait pola kerjsama dengan Pemkab PALI. Nurul berharap, 1 perusahaan hanya boleh mengelolah 1 media dan menempatkan wartawan untuk media tersebut.

“Karena saya menemukan, ada media yang tidak memiliki wartawan di PALI, yang beritanya kemungkinan hasil copy paste dari media online dan ada 1 perusahaan yang mengelolah beberapa media,” kata Nurul.

Nurul juga berharap agar dapat membatasi jumlah advertorial pada media untuk sekali terbit. Karena menurut Nurul, dirinya pernah menemukan 1 media yang menerbitkan 7 advertorial sekaligus untuk sekali cetak. Dan koran hasil cetak tersebut diduga tidak disebarkan karena hari dan tanggal setiap halaman berbedah. “Akhirnya tujuan adverorial untuk mempublikasikan kebijakan dan program pemerintah menjadi tidak terpenuhi,” lanjutnya.

Lebih jauh Nurul dapat mempertimbangkan keadilan harga dan pembagian advertorial.

“Selain itu, seperti pengalaman pada Humas Protokol Provinsi, ada dana liputan. Kita berharap di PALI juga ada yang seperti ini,” harapnya.

“Terakhir, kami berharap melalui pertemuan ini, dapat menghasilkan sebuah komitmen bersama,” pungkas Nurul.

Hal senada juga disampaikan oleh Joko Sadewo, Pemimpin Redaksi salah satu media lokal di PALI , dirinya mengatakan, tujuan awal dari advertorial adalah untuk mempublikasikan kebijakan dan program pemerintah.

“Media sebagai penyambung lidah dari Pemkab PALI, misalkan ingin program tersebut diketahui Pak Jokowi, mungkin Pemkab bisa menggunakan media nasional untuk menyampaikannya. Namun jika ingin program tersebut diketahui hingga akar rumput, mungkin bisa menggunakan media lokal yang saya rasa lebih efektif,” jelas Joko.

“Saya berharap Pemkab PALI dapat membagi skala proiritas,” lanjutnya.

Ditambahkan oleh Rivolis Efroza, salah satu wartawan, dirinya berharap hasil dari audiensi tersebut dapat disepakati direalisasikan. “Karena sudah beberapa kali audiensi, hasilnya tidak pernah direalisasikan,” tegas Volis.

Sementara itu, Sekda PALI menerima semua masukan dan keluhan dari para jurnalis. Dikatakan oleh Sekda, pemerintah memang harus melakukan evaluasi terhadap sistem pola yang saat ini berjalan. Karena menurutnya, tujuan terbentuknya PALI sendiri adalah untuk percepatan pembangunan, mempermudah pelayanan kepada masyarakat dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Namun, yang harus teman-teman sekalian sadari bahwa PALI baru berumur 3 tahun, perlu waktu dan proses, serta daya dukung,  salah satunya sistem yang baik serta ditunjang oleh SDM yang kompeten dan berkualitas. Dengan segala kelebihan dan keterbatasan, kita akan berusahan melaksanakan dengan maksimal,” imbuh Sekda.

“Saya berterima kasih atas masukan dari kawan-kawan sekalian, ini akan menjadi catatan kami dan yakin, kami  akan benahi dan kami akan perbaiki,” lanjutnya.

Selain itu, Robby juga berharap dukungan dari para jurnalis untuk dapat mencerdaskan masyarakat dengan memberikan informasi yang benar dan valid kepada masyarakat, terhadap kebijakan pemerintah dan rencana pembangunan pemerintah kedepan, termasuk apa-apa yang sudah dilakukan oleh pemerintah.

Dikatakan oleh Robby, tidak semua tagihan advertorial harus dibayar dengan cara Pembayaran LS—Langsung--, namun juga bisa dibayar melalui Pembayaran GU--Ganti Uang--. “Tagihan yang berada dibawah Rp 10jt bisa dibayar melalui GU, tinggal bagaiman kita mensepakati,” jelasnya.

Untuk perataan harga advertorial, Sekda menilai hal tersebut tidak dapat dilakukan. “Karena hal yang harus diingat, adil itu tidak harus sama besar, namun proporsional berdasarkan keberadaannya, karena standar harga masing-masing media itu tidak sama,” jelasnya.

Mantan Pj Bupati OKUS ini berharap, dengan dilakukan audiensi tersebut dapat memperbaiki pelayanan tata kelola administrasi dengan media selaku mitra yang menjadi corong untuk mensosialisasikan kebijakan kepada masyarakat.[az]

Selasa, 12 Juli 2016

,

Cegah Miss Comunication, PWI akan Audiensi dengan Sekda PALI

 
Sekda PALI, Robby Kurniawan SSTP MSi

Pendopo, BeritaPALI -- Untuk memperlancar kegiatan jurnalistik, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) PALI dalam waktu dekat akan mengadakan audiensi dengan Sekretaris Daerah PALI. Hal itu diungkapkan oleh Sekretaris Daerah PALI; Robby Kurniawan SSTP Msi, di ruang kerjanya, Selasa (12/7).

Dikatakan oleh Robby, hal itu memang perlu dilaksanakan agar dapat tercipta kerjasama yang baik antara Pemkab PALI dan para jurnalis.

“Saya menilai memang ada yang perlu dibenahi, untuk itu, dengan adanya kegiatan ini kita mengharapkan masukan dari media dan wartawan,” ungkap mantan Pj Bupati OKUS ini.

Untuk jadwal audiensi, lanjut Sekda, akan direncanakan hari Kamis, 14 Juli mendatang. “Namun akan saya koordinasikan dulu dengan Bupati mengenai jadwal tersebut,” tandas Robby.

Sementara itu, Ketua PWI PALI; Adv Nurul Fallah SH, mengatakan, bahwa dengan adanya audiensi itu dirinya berharap para kaum jurnalis di PALI dapat menyampaikan keluh-kesahnya untuk perbaikan dan kebaikan ke depan, terutama menjelang perjanjian kerjasama (mou) semester kedua 2016.

“Dalam hal ini, tentu saja tujuannya untuk mendukung kebijakan dan pembangunan, meskipun ada sikap mengkritisi sebagai bentuk kontrol sosial untuk pali yang lebih baik. Dan disadari, bahwa memang dari segala sisi, SDM di PALI sendiri masih sangat rendah, hingga perlu koordinasi dan komunikasi guna mencegah adanya sumbat hubungan baik Pemkab PALI dengan jurnalis.

"Selain itu, Sekda selaku penanggung jawab kegiatan sekaligus pengguna anggaran, akan mendapat gambaran, bagaimana sistem kerja, terutama menyangkut materi perjanjian kerjasama dengan teman-teman media yang dipandang oleh beliau masih banyak yang harus dubenahi, dengan berpijak dari pengalaman beliau selama tiga tahun menjabat sebagai humas dan protokol Provinsi Sumsel,” tegas Nurul.

Secara teknis, PWI PALI melalui ketua bidang Organisasi; Marwito telah menyiapkan data media dan wartawan, baik yang bekerja sama maupun tidak dengan Pemkab PALI, dan telah menyurati humas dan protokol untuk menyiapkan database media yang bertugas di kabupaten PALI.

“Pada intinya, kita telah melayangkan surat ke Pemkab melalui humas protokol, perihal database media dan wartawan yang bertugas di PALI. Tujuannya, selain mendata media yang ada, juga untuk antisipasi jika data tersebut dibutuhkan pihak terkait seperti PWI Pusat atau Dewan Pers," jelas Wito.

"Selain itu, saat mengadakan audiensi nanti, media yang bekerjasama tersebut dapat diundang seluruhnya oleh Pemkab PALI," pungkasnya.[az]

Minggu, 26 Juni 2016

,

Darmadi : Kita Prihatin Jika UK untuk Mengurangi TKS


BeritaPALI -- Wakil Ketua DPRD PALI; H Darmadi Suhaimi mengapresiasi Uji Kompetensi TKS yang dilaksanakan oleh Pemkab PALI pada 19 Juni lalu. Dalam postingan status akun Facebook pribadinya pada Minggu (26/6), Darmadi mengatakan bahwa uji kompetensi yang dilakukan oleh Pemkab PALI terhadap para TKS di lingkungan Pemkab PALI adalah sebuah langkah maju yang patut dikasih jempol karena dengan uji kompetensi akan diketahui kemampuan para TKS.

Namun, lanjut postingan tersebut, dirinya akan sangat prihatin jika uji kompetensi yang dilaksanakan merupakan cara atau taktik untuk mengurangi atau pemberhentian para TKS.

“Maka saya menyarankan kepada para TKS di Pemkab PALI apabila nanti ternyata memang banyak yang dikurangi atau diberhentikan dengan dalih tidak lulus uji kompetensi. Hendaknya adik-adik semua berkumpul dan bersatu, untuk melakukan perjuangan bersama dengan cara bertanya ke Pemkab dan DPRD PALI,” pungkasnya.



Postingan Facebook anggota dewan tersebut mendapat berbagai tanggapan dari pengguna lainnya.

Harusnyo yang uji kompetensi para pejabat dan anggota dewan yo kak? Jadi kompetensinyo linier dengan keahlian di bidangnyo masing-masing,” ungkap akun bernama Eviana Dewi.

“Sangat bagus sekali pak Dewan tapi harus penilaian yang objektif jangan formalitas selain uji kemampuan bisa lihat kinerja kesehariannya ok ya,” timbal akun dengan nama Syahrial Alfian.[az]

Link eksternal https://www.facebook.com/darmadi.suhaimi/posts/1229692947040759

Minggu, 15 Mei 2016

,

Penyempitan Jalan Belimbing - Sekayu Bahayakan Pengendara

Kondisi Jalan Desa Tanjung Baru - Prabumenang yang sebagian badan jalannya tertutup oleh gulma/semak. (14/5)


PALI, BeritaPALI -- Kiranya perlu pihak PU Bina Marga Provinsi Sumatera Selatan, PALI maupun kabupaten MUBA memperhatikan keselamatan para penendara yang melintasi jalan Belimbing - Sekayu. Dikarenakan penyempitan badan jalan akibat tumbuhan gulma dan semak di sepanjang jalan tersebut. Hal ini berdasarkan hasil investigasi tim BeritaPALI yang menyusuri jalan tersebut pada Sabtu (14/5).

Seperti diungkap oleh Semar (41) warga Desa Tempirai, salah seorang pengendara yang kebetulan melintas di jembatan Raja Jaya kecamatan Penukal. Menurut dirinya kondisi gulma atau semak-semak tersebut sudah selayaknya segera dibersikan oleh pihak PU BM karena hampir menutupi sebagian besar badan jalan, terutama di tempat-tempat yang cenderung membahayakan pengendara seperti di jembatan Raja Jaya dan Desa Tanjung Baru.

"Tolong nia sampai ke di wang pucuk tu, kalu dekade dak getek anggarannye nebas pinggir jalan ikak. Idak nganju mubil ataupun motor bakal tumburan aman cak ikaklah keadaan jalan kak," ujar Semar dengan dialek Penukalnya.

Banyaknya gulma/semak di Jembatan Raja Jaya yang menghalangi penglihatan pengendara


Sementara menurut Mat Nanung (71), mantan Penggawo Dusun Babat Marga Penukal di era tahun 70an menyampaikan kepada BeritaPALI, "Kalu di jaman Margo dulu, name e ikak tebas bayang. Nah oleh pemerintah atau wang pucuk situ, tebas bayang kak dana e diserahke di Keriah atau aman jaman mengari name e Kades masing-masing dusun. Dengan care itu ade penekanan bahwa jalan tu harus lantang, pacak bae sen tebas bayang tu di upahke langsung atau dibangunke di dusun kemudian masyarakat gotong royong nebas bayang," ujar Nanung.

Lain halnya lagi dengan apa yang diungkapkan oleh Anto Kresek (35) salah seorang pengurus LSM yang ada di PALI. Dirinya mengkritik bahwa Gubernur Sumsel; Alex Noerdin, menjalankan politik mecusuar.

"Pak Alex saat ini menjalankan politik mercusuar. Artinya beliau tampak sukses menjalankan misi pembangunan di Sumsel ini. Namun kenyataannya infrastruktur jalan yang merupakan tanggung jawabnya dari jembatan Sekayu menuju ke Simpang Belimbing, di samping badan jalan tertutup oleh gulma atau semak kemudian jalan-jalan tersebut sudah banyak hancur dan berlubang, akibat dari pembiaran armada perusahaan batu bara dan kayu industri serta perusahaan lainnya melintas tanpa dispensasi serta melebihi Muatan Sumbu Terberat (MST) yang telah ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan,” papar Anto.

Hal lain menurut Anto, pemerintah entah apakah memang dibodohi oleh para kontraktor atau mungkin ada kerjasama membangun jalan dengan mengurangi spek, bahan proyek atau singkatnya menggunakan perusahaan yang alatnya kurang lengkap serta sengaja untuk mencari keuntungan sebesar-besarnya.

“Akibatnya, mutu pembangunan jalan menjadi rendah, sehingga saat masih dalam tahap pembangunan  jalan sudah rusak," ujar Anto emosi.(Tim BP)

Rabu, 11 Mei 2016

, , ,

Sekda : Kami Siap Membangun PALI

Sekda PALI dan Isteri

Pendopo, BeritaPALI -- Meskipun dirinya dan isteri bukan orang PALI, Plt Sekretaris Daerah PALI; Robby Kurniawan SSTP MSi menegaskan bahwa dirinya siap mengabdikan diri untuk membangun Kabupaten PALI.

Hal tersebut diungkapkannya saat memperkenalkan diri bersama isteri, Rizki Aryanti SE MM pada acara Pertemuan Rutin Bulanan, Arisan serta Peringatan Isra Miraj Dharma Wanita Persatuan Kabupaten PALI, Rabu (11/5) di Gedung Serba Guna Kecamatan Talang Ubi.

"Kami akan selalu bersinergi dengan segenap jajaran untuk mencapai PALI sejajar dengan kabupaten lain dan kedepan akan menjadi kabupaten terbaik di Sumatera Selatan," papar mantan Pj Bupati OKUS itu.

Dijelaskan oleh Robby bahwa sebelum dipindahkan ke PALI dirinya sempat mendapat beberapa pilihan di beberapa daerah dan instansi seperti Pemkot Palembang, Pemda PALI dan Pemda Sumsel.

"Namun setelah meminta petunjuk dengan Pak Gubernur, beliau merestui saya membantu salah satu kader terbaiknya untuk membangun Kabupaten PALI," jelasnya.

"Oleh karena itu Kami siap bekerja mengabdikan diri dan menuangkan segenap ide dan pemikiran untuk kemajuan Kabupaten PALI, karena sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain," lanjutnya.

Pria jebolan IPDN angkatan ke-9 ini berharap agar DWP PALI dapat membuat program kerja yang konkrit dan bermanfaat bagi semua orang.

"Wanita adalah tiang negara, karena beberapa tokoh negara yang berhasil, salah satu faktor pendukungnya adalah pendamping setianya," pungkas Robby.

Diakhir perkenalannya Sekda PALI meminta maaf tidak dapat mengikuti semua rangkaian kegiatan karena akan menghadiri Rapat Paripurna di Gesung DPRD PALI.(Az)

Rabu, 06 April 2016

,

Hadapi Porwanas 2016, PWI PALI Siapkan Atlet

Nurul Fallah SH, Ketua PWI PALI


Pendopo,  BeritaPALI -- Pekan Olahraga Wartawan Nasional (POWANAS) ke XII rencananya akan digelar di kota Bandung Provinsi Jawa Barat 25-30 Juli mendatang. Menyambut hal itu, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) akan mengirim atlit andalannya untuk mengikuti ajang tersebut.

Ketua PWI PALI, Nurul Fallah SH saat ditemui BeritaPALI di kantornya mengajak seluruh kaum jurnalis di PALI untuk mempersiapkan diri serta membentuk tim beberapa cabang olahraga (cabor) yang nantinya akan dipertandingkan.

"Ada sepuluh cabor yang akan dipertandingkan pada Porwanas 2016 nanti yakni atletik, bowling, bilyard, bridge, bulu tangkis, tenis lapangan, tenis meja, catur, futsal dan sepakbola untuk itu kita akan melakukan seleksi atlet untuk memperkuat kontingen Kabupaten PALI," papar Nurul.

Selain itu Nurul juga mengatakan bahwa dalam waktu dekat PWI PALI akan memiliki gedung sendiri yang akan dibangun menggunakan dana hibah Pemkab PALI. Disamping itu lanjut Nurul, perhatian utama PWI PALI kedepan adalah bagaimana mencetak wartawan yg mumpuni dan profesional sebagaimana yang disampaikan Ketua PWI Sumsel H Oktap Riadi pada rapat triwulan beberapa hari yang lalu bahwa seorang wartawan bukanlah LSM.

"Jadi tidak etis seorang wartawan melakukan demo atau mengintimidasi pejabat apalagi mengemis di instansi-instansi pemerintah maupun swasta," pungkas Nurul.(HR)
,

Koperasi Wartawan di PALI Resmi Berdiri


Ketua Koperasi PWI PALI Mandiri memegang SK Badan Hukum


Pendopo, BeritaPALI -- Bertujuan untuk mengembangkan potensi ekonomi kerakyatan dan meningkatkan kesejahteraan para anggotanya, kini insan pers di Kabupaten PALI memiliki koperasi sebagai badan usaha bersama.

Koperasi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) PALI Mandiri, demikian namanya, kini resmi berdiri dengan Nomor Badan Hukum 087/KPTS/ DINKOP_UKM/ 2016 yang ditandatangani oleh Penjabat Bupati PALI ; Drs Apriyadi atas nama Menteri Negara Koperasi dan UKM RI, pada 11 Februari 2016 lalu.

Menurut Ketua Koperasi PWI PALI Mandiri ; Joko Sadewo, pasca diterimanya dan disahkannya berkas legalitas Koperasi yang beranggotakan para pewarta di Bumi Serepat Serasan tersebut, para pengurus akan mengagendakan rapat pengurus untuk membahas program kerja dan penertiban administrasi koperasi.

"Saat ini kita akan mengagendakan rapat pengurus, yang selanjutnya akan juga dilaksanakan rapat anggota. Terutama untuk melengkapi administrasi koperasi," ujarnya di Kantor Koperasi PWI PALI Mandiri, di Komplek Flamboyan Kecamatan Talang Ubi, Rabu (6/4).

Untuk itu, ia juga menghimbau dan memberitahukan kepada para jurnalis yang bertugas di PALI, agar segera menghubungi pengurus, jika ada yang belum bergabung pada koperasi tersebut.

"Persyaratannya sama seperti di Koperasi lainnya, yakni mengisi form keanggotaan, dan membayar simpanan pokok dan wajib," tandas Pemimpin Redaksi PALI POST itu.

Ia menambahkan, bahwa dengan bersatunya para pewarta dalam sebuah badan usaha, diharapkan akan tercipta kesejahteraan anggota, dan menumbuh kembangkan perekonomian di PALI pada umumnya.

"Nanti koperasi ini bisa saja mengembangkan unit usaha simpan pinjam, jual sembako, maupun menjadi rekanan pemerintah dan swasta, sehingga diharapkan akan diperoleh Sisa Hasil Usaha (SHU) yang memadai setiap tahunnya," pungkas pria yang juga pernah menjadi pengurus koperasi serupa, selama 8 tahun itu.(**)

Selasa, 22 Maret 2016

, , , ,

Sri Kustina Buka Festival Seni Islam 2016

Pemukulan Gong tanda dimulainya Festival Seni Islam 2016

Pendopo, BeritaPALI -- Festival rabana marawis syarofal anam tingkat kabupaten PALI tahun 2016 hari ini dibuka langsung oleh ketua DPD LASQI kabupaten PALI, Ir Hj Sri Kustina Amalindo bertempat di lapangan Masjid Syuhada Pendopo Kelurahan Handayani Mulya Kecamatan Talang Ubi, Selasa (22/3).

Selain dihadiri Ketua DPD Lasqi PALI, acara tersebut juga dihadiri oleh Bupati dan Wakil Bupati PALI Ir H Heri Amalindo MM dan Ferdian Andreas Lacony SKom dan jajaran SKPD di lingkup Pemkab PALI.

Kepala Bagian Kesra Setda PALI, Drs Supawi Bakir memaparkan, Festival Seni Islam yang terdiri dari Rebana, Syarofal Anam dan Marawis diikuti oleh perserta dari lima kecamatan se-kabupaten PALI dengan tujuan selain untuk memperkuat tali silahturahmi umat Islam juga untuk membudayakan seni Islam yang berkembang saat ini.

Ketua DPD LASQI kabupaten PALI Ir Hj Sri Kustina Amalindo mengatakan kegiatan ini untuk mengikat tali silaturahmi antar umat muslim dan juga menyambut hari ulang tahun kabupaten yang tidak lama lagi akan digelar. Kepada para peserta, dirinya berpesan agar dapat memberikan penampilan yang terbaik karena akan di nilai oleh dewan juri yang didatangkan dari ibukota provinsi Muatera Selatan.

Selain itu, Ketua DPD LASQI ini meminta kepada pihak Pemkab agar kiranya bisa membantu sarana dan prasarana untuk menunjang keberlangsungan LASQI kedepanya.

Sementara itu Ir H Heri Amalindo MM Bupati PALI dalam sambutannya mengucapkan selamat atas dibukanya Festival tersebut, dirinya berharap masyarakat PALI lebih giat lagi untuk mengembangkan seni dan budaya islam di Bumi Serepat Serasan.
"Karena dengan adanya festival ini muda mudahan budaya islam terus meningkat dan Insya Allah kabupaten PALI lebih maju dari kabupaten lain di Sumatera Selatan," pungkasnya.(hr)

Minggu, 20 Maret 2016

, , ,

PALI Akan Miliki Kilang Mini


Pendopo, BeritaPALI -- Impian masyarakat PALI untuk miliki kilang minyak mini bakal segera terwujud. Hal itu terungkap saat kunjungan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Sudirman Said dan Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin dTi Bumi Serepat Serasan PALI, minggu (20/3).

"Dengan potensi minyak 2.800 barel perhari sebenarnya sangat memungkinkan untuk membangun kilang minyak skala mini," ujar Sudirman.

Menurut Sudirman, pembangunan kilang mini sangat memungkinkan bagi daerah yang produksi minyaknya tidak terlalu besar atau atas pertimbangan biaya angkut atau produksi yang tinggi. Dan kabupaten PALI sangat memungkinkan untuk itu.

"Namun tentunya masih butuh kajian, mengingat di Sungai Gerong sudah ada kilang. Jadi harus dipertimbangkan lagi," ujarnya

Gubernur Sumatera Selatan‎ Alex Noerdin menambahkan, bahwa Pemprov Sumsel sudah memaparkan kepada menteri untuk pembangunan kilang di Tanjung Api-api, mengingat kilang di Sungai Gerong merupakan peninggalan Belanda.

"Tadi sudah disampaikan dan beliau sudah memberi sinyal setuju. Artinya di Tanjung Api-api dibangun kilang besar di sini (PALI, red) akan dibangun kilang mini," tegas Alex.

Menteri ESDM Sudirman Said melakukan kunjungan kerja ke Bumi Serepat Serasan dalam rangka melihat langsung produksi minyak di kabupaten yang belum genap berumur tiga tahun itu. Menteri mengunjung sumur 075 yang dibuka pada jaman Belanda dan sampai saat ini masih berproduksi mencapai 25 barel per hari. dan stasiun pengumpul utama 10‎ yang mampu memproduksi minyak sebesar 800 barel per hari.

Selain mengunjungi lokasi pengeboran minyak, menteri ESDM juga menyempatkan diri meresmikan peluncuran Kedai Eskrim Sahabat hasil produksi TP-PKK PALI. Kedai eskrim ini merupakan produksi asli PKK dimana bahan dasar susu merupakan produksi dari peternakan sapi perah milik PKK.(Hr)
, , , ,

Wabup PALI Letakan Batu Pertama Masjid Al-Hidayah

Wakil Bupati PALI, Ferdian Andreas Laconi SKom MM dan kepala SKPD PALI bersama warga setempat

Pendopo, BeritaPALI -- Wakil Bupati PALI, Ferdian Andreas Lacony SKom MM melakukan peletakan batu pertama pembangunan masjid Al-Hidayah Talang Nanas Kecamatan Talang Ubi, Jumat (18/3).

Peletakan batu pertama masjid yang berukuran 15 x 16 M tersebut dihadiri Kabagkesra  PALI Supawi, Camat Talang Ubi Asrohi SSos MH, staf ahli Bupati M.Husni, Lurah Talang Ubi Timur serta masyarakat setempat.

Pada kesempatan itu, Murdani Haz selaku panitia pembangunan menyatakan apresiasi dan rasa bangga dengan semangat warga da­lam membangun tempat ibadah yang menandakan keimanan masyarakat Talang Nanas semakin meningkat.

"Saya selaku ketua panitia sangat berterima kasih kepada pihak yang telah membantu hingga terlaksananya pembangunan masjid Al-Hidayah terutama pada pemerintah kabupaten PALI dan para panitia pencari dana serta warga Talang Nanas yang aktif, dinamis dan agamis dalam menuju ridho Allah SWT lewat pem­b­angun­gan masjid ini," ujarnya.

Dikatakanya bahwa pembangunan masjid Al-Hidayah ini menggunakan dana swadaya yang berasal dari masyarakat Talang Nanas dan Warga Pelita, sementara ini dana yang sudah terkumpul  pada panitia berjumlah 48 juta.

Dengan dana tersebut menurutnya, tidak akan tercapai apa yang diharapkan oleh masyarakat tanpa ada dukungan dari Pemkab PALI.  Oleh karena itu, pihaknya sangat mengharapkan bantuan baik masyarakat, pemerintahan dan perusahaan.

Karena menurut Murdani untuk menyelesaikan bangunan masjid ini diperkirakan membutuhkan dana lebih kurang 700 juta rupiah. "Maka dari itu pihak panitia mohon dukungan pemerintah Kabupaten PALI," tandasnya.

Sementara itu Wakil bupati PALI menyampaikan kepada masyarakat Talang Nanas agar pembangunan masjid dan sarana peribadatan keagaamaan seperti ini hendaknya diiringi dengan peningkatan kualitas ke­hi­dupan beragama. Selain itu dirinya juga sangat mengapresiasi masyarakat yang telah berpartisipasi dan bahu-mem­bahu bergotong-royong untuk membangun ru­mah Allah tersebut.

"Kami selaku pemerintah sangat mensupport apa yang disampaikan ketua panitia tadi dan kami akan membantu mengusulkan kekurangan dananya. Harapan saya agar peletakan batu pertama ini bukan yang pertama dan yang terakhir, karena rumah ibadah merupakan terbentuknya suatu tanda bahwa masyarakatnya beriman, membangun masjid adalah sesuai dengan syiar agama," papar Ferdian.

Selain itu, Ferdian juga berpesan supaya lebih meningkatkan agama karena menurut Wakil Bupati ini agama merupakan pondasi utama bagi manusia.

"Percuma masjid baru tapi syiarnya kosong," imbuh Ferdian.

"Sekarang sedang marak narkoba, saya berharap peran serta para alim ulama untuk ikut memerangi narkoba jangan hanya mengadalkan petugas saja namun seluruh elemen masyarakat sangatlah penting," pungkasnya Ferdian. (Hr)







Senin, 07 Maret 2016

,

Harga Karet Jatuh, Petani Beralih Tanam Singkong

Jatuhnya harga karet alam dalam 4 tahun terakhir membuat susah hidup para petani karet di Sumatera. Harga karet kini hanya Rp 3.000/kg di tingkat petani, bahkan jauh di bawah harga beras yang mencapai Rp 10.000/kg.

Akibatnya banyak pohon karet yang ditebang dan diganti dengan tanaman singkong.

"Pohon karet sudah banyak yang ditebang, diganti dengan singkong di Palembang," tutur Ketua Asosiasi Petani Karet Indonesia (Apkrindo), Lukman Zakaria yang dikutip dari detikFinance di Jakarta, Sabtu (5/3/2016).

Selain itu, rendahnya harga karet juga membuat petani susah membeli beras. Sebab, harga karet hanya sepertiga, bahkan seperempat harga beras. "Sekarang 4 kg karet baru bisa beli 1 kg beras," ungkapnya.

Pihaknya meminta pemerintah segera turun tangan mengangkat kembali harga karet di tingkat petani.

"Paling tidak sampai Rp 12.000/kg lah, sama dengan harga sekilo beras," tukasnya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) selama 3 hari ke Sumatera pekan lalu bertemu para petani karet. Banyak keluhan yang disampaikan langsung pada Jokowi karena jatuhnya harga karet sangat merugikan petani.

Hal itu kemudian segera ditindaklanjuti. Sesampainya di Jakarta, Jokowi langsung memerintahkan Menteri Koordinator Perekonomian, Darmin Nasution, mencari solusi dari persoalan tersebut.

Jokowi meminta agar segera dirancang program yang mampu membantu petani karet meningkatkan pendapatannya sehingga perekonomian di daerah-daerah tersebut juga tumbuh lebih baik.(DF)

Selasa, 23 Februari 2016

, , ,

Awal Maret, TKS di PALI akan Ikuti Uji Kompetensi


Pendopo, BeritaPALI -- Pemerintah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir(PALI) menggelar rapat koordinasi dihari ke dua bupati dan Wakil bupati PALI ngantor, sekaligus memimpin rapat bersama Sekda dan seluruh SKPD di aula kantor Bupati Jalan Merdeka Kelurahan Handayani, Selasa (23/2).

Ferdian Andereas Lacony SKom MM Wabub PALI dalam sambutannya mengatakan untuk meningkatkan kinerja SKPD dan TKS dilingkungan Pemkab PALI perlu kedisplinan dalam berkerja serta tepat waktu untuk masuk kantor pukul 07:30 WIB.

"Saya lihat kondisi kantor masih dalam keadaan sepi saya berharap pukul 07:15 WIB dengan waktu tersebut bisa digunakan untuk briefing dan saya harapkan agar setiap SKPD yang ada harus memiliki target  agar tercapai sesuai keinginan," ungkapnya.

Seharusnya diberi tugas dan tanggung jawab masing-masing Ferdian berharap mereka bisa bekerja sesuai dengan target yang terukur.

"Barusan saya meninjau melihat langsung ke Dinas Pendidikan pukul 07:30 wib baru satu orang yang datang setelah pukul 08:00 wib baru berangsur masuk itupun hanya 20 orang TKS yang sudah datang bahkan lewat dari jam 8 masih banyak yang belum datang," ujarnya

Selain itu, Ferdian juga berharap agar setiap TKS dapat mengikuti Uji Kompetensi pada awal bulan Maret ini, dan setiap instansi SKPD harus memberikan laporan tentang uji kompentensi TKS tersebut.

Sementara Sekda PALI Amirudin Tjikmat SSos MM menambahkan agar target itu dapat tercapai disetiap SKPD, Diharapkan Kepala DPPKAD PALI Baharudin SE dapat menyesuaikan dengan  misi dan visi Bupati dan wakil Bupati kegiatan di tahun 2016-2021.

"Saya memita kepada kabid-kabid, staf dan TKS untuk bisa bekerja dengan baik secara maksimal walaupun kepala dinas sedang tidak ada di tempat diharapkan tetap berkerja secara baik,disiplin dan bekerja tepat waktu," tegas Amirudin *** (Hr)

Senin, 21 Desember 2015

, , , ,

Bupati PALI Terima Penghargaan Satya Lencana Kebaktian Sosial

Penjabat Bupati PALI; Drs H Apriyadi MSi

Penjabat Bupati PALI; Drs H Apriyadi MSi mendapat penghargaan tingkat nasional yakni Satya Lencana Kebaktian Sosial dari Pemerintah RI pada Puncak Peringatan Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional (HKSN) ke-67 dan Peringatan Hari Ibu ke-87 yang di pusatkan di Kota Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur, Minggu (20/12).
Penghargaan untuk Pj Bupati kedua Kabupaten PALI itu diserahkan oleh Menteri Sosial RI; Khofifah Indar Parawansa mewakili Presiden RI, Joko Widodo yang berhalangan hadir. Puncak Peringatan HKSN 2015 juga dihadiri Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Puan Maharani serta Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Sambise.

Kabag Humas dan Protokol Setda PALI; Husni Thamrin SE MSi mengatakan Bupati PALI dinyatakan berhak mendapat anugerah Satya Lencana Kebaktian Sosial setelah melalui serangkaian verifikasi dan penilaian.

“Tim memverifikasi kegiatan Bupati PALI dalam membantu masyarakat seperti menangani bencana kemarau dan kebakaran serta peningkatan kesejahteraan sosial baik dibidang ekonomi, pendidikan dan kesehatan, seperti kepedulian terhadap lansia, penyandang cacat, para gepeng dan santunan amal kematian,” ungkap Husni Tahmrin, Senin (21/12).

Diungkapkan oleh Husni Thamrin, setelah diverifikasi, Bupati PALI dinilai layak untuk mendapat penghargaan Satyla Lencana Kebaktian Sosial, yang merupakan penghargaan untuk warga negara yang mempunyai prestasi di bidang sosial dan kemanusiaan.

“Selain Kabupaten PALI ada 3 Kabupaten/kota lain di Provinsi Sumatera Selatan yang juga mendapatkan penghargaan tersebut,” pungkasnya.


Teks/ Foto : Azwar
Editor : Azwar

Kamis, 13 Agustus 2015

, ,

H Iskandar Anwar SE Sesepuh Masyarakat PALI : “PALI tidak akan kembali ke Muara Enim”

PENDOPO, BP – Menyikapi pesta demokrasi Pemilihan Umum Kepala Daerah (PEMILUKADA) Kabupaten PALI 9 Desember mendatang, sesepuh masyarakat Kabupaten PALI H Iskandar Anwar SE berharap agar situasi dan kondisi yang terjadi di masyarakat tetap kodusif. Hal ini disampaikan Iskandar saat disambangi BP di Kantor Asosiasi Pengusaha Pribumi PALI (AP3), Kamis (13/8).
Munurut Iskandar, suhu politik di Kabupaten PALI saat ini belum memanas karena masyarakat belum mengetahui pasangan mana yang akan ditetapkan lolos sebagai Cabup dan Cawabup oleh KPUD PALI.
Dikonfirmasi mengenai issue adanya upaya penggagalan Pilkada di PALI dan upaya pengembalian PALI pada Kabupaten Muara Enim, Iskandar dengan tegas menjawab bahwa dirinya akan menjadi orang terdepan menolak dan menentang upaya tersebut.
“Upaya seperti ini harus dicegah, kalau kita memang pejuang sejati jangan sampai gagal, apa tidak mau PALI maju?” tukasnya.
“Mengapa kita harus kembali lagi (pada Muara Enim, red), kita sudah capek. Sekarang ini kalau kita mau berjuang kita harus legowo, kalau hanya karena sakit hati saya juga bisa sakit hati karena saya tidak pernah dapat proyek pemerintah tapi saya tidak berkoak-koak serta menjelekkan Pemkab PALI yang terpenting saat ini Kabupaten PALI sudah jadi,” tambahnya.
Iskandar mengharapkan agar para pejuang pembentukan PALI jangan pernah ada fikiran “Kalau bukan karena saya PALI tidak akan jadi”, atau “kalau bukan saya wakilnya PALI akan kacau”.
Sementara itu, terkait kunjungan Bupati Muara Enim Ir H Muzakir Sai Sohar ke salah satu kandidat calon Bupati PALI, Iskandar mengatakan bahwa dirinya akan melawan jika Bupati Muara Enim terbukti mendukung pasangan tersebut.
“Kalau memang terbukti Bupati Muara Enim mendukung pasangan tersebut kita akan melawan, apa kepentingan Bupati Muara Enim mengapa harus mengurusi keadaan di dalam negeri kita? Dan harus kita sadari PALI saat ini lebih maju kedepan dibanding Muara Enim sendiri. Terbukti kalau di masa kita menginduk di Muara Enim dana proyek pembangunan di PALI tidak lebih dari 40 Milyar, sedangkan tahun pertama APBD PALI sendiri mencapai 700 Milyar lebih untuk membangun daerah ini,” tegasnya.
“Saya berharap masyarakat Kabupaten PALI dapat menjaga stabilitas keamanan siapapun yang ingin menjadi Bupati PALI agar tidak arogan, kalau memang tidak bisa menyatukan masyarakat untuk apa memimpin dan yang paling penting, PALI tetap PALI tidak akan kembali ke Muara Enim lagi, dan kalau ada upaya seperti itu kita akan lawan dan saya akan menjadi orang terdepan,” pungkasnya.
Ditempat terpisah, Mairil Apriyanto Ketua DPD PAN Kabupaten PALI menilai bahwa Kabupaten Muara Enim pasti memiliki kepentingan terhadap Kabupaten PALI baik kepentingan Ekonomi maupun kepentingan geo-politik.
“Kepentingan ekonomi, dimana sampai saat ini PALI masih memiliki kaitan dengan Kabupaten Muara Enim terutama mengenai 3 asset PALI yang masih dipertahankan Muara Enim, sementara kepentingan geo-politik karena sebagian besar Kabupaten PALI berbatasan langsung dengan Kabupaten Muara Enim jadi apapun gejolak yang terjadi di PALI akan berpengaruh pada Muara Enim begitupun sebaliknya,” paparnya.
Ditanya mengenai pendapat PAN menyikapi issue upaya pengembalian PALI pada Muara Enim, Mairil tidak berkomentar banyak. Menurutnya sesuai UU No. 7 Tahun 2013 tentang pembentukan Kabupaten PALI, sudah harga mati menjadi daerah defenitif dan tidak mungkin kembali lagi ke Muara Enim.
“Jadi tidak mungkin lagi kalau PALI akan kembali ke daerah induk kecuali jika memang ada Undang-undang yang mengatur itu,” ungkap Dibot sapaan akrab Mairil Apriyanto.
Dibot mengharapkan suhu politik pada Pilkada perdana di PALI dapat sejuk, aman dan damai.
“Dengan kondusifnya Pilkada PALI maka tidak akan berpengaruh buruk pada masyarakat PALI sehingga tujuan pembentukan PALI untuk mensejahterakan masyarakat dapat terwujud,” tandasnya.(Team)

Rabu, 15 Juli 2015

,

Pick Up vs sepeda motor, 1 korban luka berat

Grand Max vs sepeda motor
PENUKAL, BP -- Lagi, kecelakaan di jalan laintas Talang Bulang – Sekayu kembali terjadi, kali ini sebuah mobil Daihatsu Grand Max jenis Pick Up bernopol BG 8449 LC yang dibawa oleh Yohan bin Maharap (50) warga Desa Betung Selatan menabrak sepeda motor Yamaha Vixion nopol BG 3686 O yang dikemudiakan oleh Randa bin Cik Umin (13) dan sepeda motor Yamaha Xeon yang dikemudikan oleh Tego (14), keduanya warga Desa Panta Dewa Kecamatan Talang Ubi. Kejadian tersebut terjadi di Desa Purun Kecamatan Penukal, sekitar pukul 15.30 WIB sore tadi.

Menurut informasi yang dihimpun BeritaPALI, kejadian bermula saat Randa dan Ego keduanya mengemudikan motor Vixion dan Xeon berjalan bergandengan dari arah Desa Babat menujuh Purun. Dari arah sebaliknya muncul Yohan yang mengemudikan mobil Grand Max jenis pick up saat di tanjakan antara Desa Babat dengan Desa Purun tepatnya di depan RUmah Faizal, ketiga kendaraan tersebut bertabrakan.

Belum jelas bagaimana kecelakaan tersebut bisa terjadi namun akibat dari kejadian tersebut, Randa pengemudi sepeda motor Vixion terpaksa harus dilarikan ke Rumah Sakit di Prabumulih karena menderita luka yang serius di kepala bagian belakang dan pendarahan melalui mulut, sedangkan Ego hanya menderita luka lecet dibagian kaki dan sudah dibawa ke Puskesmas Simpang Babat untuk dilakukan perawatan. Sementara itu, pengemudi mobil telah diamankan oleh warga sekitar untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

AKP. Nuryanto, SIK, MH Kapolres Muara Enim melalui AKP Indrowono SH Kapolsek Penukal Abab saat dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut.

“Untuk penanganan lebih lanjut, kita sudah melakukan koordinasi dengan Satlantas Polres Muara Enim melalui Unit Lantas Polsek Talang Ubi, dan barang bukti mobil Grand Max, sepeda motor Vixion dan Xeon sudah diamankan di Polsek Penukal Abab,” pungkasnya.(Tam/Az)

Senin, 13 Juli 2015

,

Jelang Lebaran Tarif Angkutan Melonjak Tajam

Ilustrasi
BeritaPALI.com -- Meskipun belum ada keputusan resmi dari pemerintah, namun sejumlah jasa angkutan penumpang sudah menaikkan tarif secara sepihak. Bahkan, kenaikan tarif itu sudah diberlakukan di H-5 jelang lebaran, Rata-rata kenaikan tarif berkisar antara 15 sampai 20 ribu rupiah.

Dengan adanya kenaikan tarif ongkos ini membuat banyak para penumpang mengelu serta kaget seperti pengakuan "Maman" salah Salah satu penumpang trevel jurusan palembang-pendopo PALI ia mengaku ongkos mudik saat ini sudah naik menjadi 105 ribu rupiah sebelum H-5 hanya Rp 80 ribu saja katanya

"Kemaren saya berangkat ke palembang ongkosnya hanya 80 ribu tapi setelah saya pulang ke pali sudah naik menjadi 105 ribu saya kaget pak kok cepat sekali naik padahal belum ada dengar pengumuman dari pemerintah tentang kenaikan tarif ongkos jasa angkutan" ungkapnya

Dengan diberlakukan kenaikan tarif ongkos secara sepihak oleh pengelola jasa angkutan tersebut, banyak penumpang pemakai jasa mengelu, bukan hanya Maman saja namun ada beberapa penumpang yang kelukan hal tersebut terkait adanya kenaikan ongkos jasa angkutan travel jelang lebaran yang melonjak begitu tajam

Hal itu juga dirasakan oleh "Andi"warga asal desa tais kabupaten PALI senin (13/7) ketika ia pulang dari kota palembang sehabis dari tempat mertuanya, pria separuh baya ini mengaku kepada Berita PALI mengatakan ongkos yang dipatok pihak pengelola jasa angkutan tidak sesuai karena menurutnya tidak semua orang yang mempunyai uang lebih katanya

"Kami kepalembang bukan karena banyak uang,pak namun hanya untuk bertemu mertua inipun hanya satu tahun sekali ongkos sebesar itu sangatlah menyusahkan warga. Kenaikan harga sangat tidak masuk akal apa lagi para penguna jasa angutan umum Tervel kalangan menenga ke bawah"ungkapnya

Juga dirinya meminta kepada pemerintah dinas terkait agar meperhatikan serta kontrol dengan adanya kenaikan tarif bagi jasa angkutan trevel yang ada di kabupaten PALI ini karena menurutnya masyarkat sangat berkeberatan.

Salah satu sopir jasa angkutan travel yang enggan disebutkan namanya saat dikomfirmasi ia mengaku naiknya ongkos PALI-Palembang ini disebabkan sudah masuknya arus mudik lebaran, jadi setiap angkutan umum pasti menaikkan harga ongkos, begitu pula dengan travel yang ada di PALI.

"Kami cuma ikut ikutan saja, karena banyak sopir yang terlebih dahulu menaikan tarif ongkos travel jelang lebaran ini, jadi kami mau tak mau juga harus ikut tarif sekarang, Tapi memang setiap tahun juga pasti ada kenaikan kalau mau jelang lebaran,paparnya (St)

(Biro Pali)

Senin, 13 April 2015

, ,

Berita PALI menerima "kereto jengki" dari Depati Meragon

"Kereto Jengki"
RUKAM CONDONG - Media cetak & online Berita PALI bersama LSM TEGAR dan ORMAS GAIB menerima bantuan kendaraan operasional dari Depati Meragon di Pendopo Kadipaten negeri Rukam Condong pada Senin (13/4)

Dalam arahannya Meragon menyampaikan bahwa bantuan ini hanyalah sekedar membantu kelancaran kegiatan para jurnalis dan penggiat sosial kemasyarakatan semata, tanpa ada hubungan dengan rencana pemilihan Depati yang akan digelar beberapa waktu lagi.

" Aku ngelek cak nye menga penggiat media, lsm dan ormas kak kesulitan kene ndak ngayau negeri rukam condong kak libok, jalan masih banyak nyang jat. Mudah-mudahan dengan adenye kereto jengki itu menga pacak lebih pro aktif mempublikasi prestasi kadipaten lawan nunjuk ke di aku dimene jalan jat, bangunan rusak, bawahanku nyang idak senonoh. Tapi jangan dihubung-hubungke ngan rencanaku ndak nyalon jadi adipati yek, aku ihlas, untuk kemajuan negeri rukam condong semate" demikian papar Depati Meragon dengan bahasa kerajaannya yang khas.

Sementara itu Bahtera Jagad Sandayakala selaku pimpinan media Berita PALI dan Ormas GAIB menyampaikan terima kasih yang sedalam dalamnya karena Adipati Meragon telah memberikan bantuan tersebut.

" Terus terang bae, lah puluhan taun malang melintang sebagai aktifis sosial kemasyarakatan dan media, mpai ikaklah aku merase ladas, kene Depati Meragon kak sangat memperhatike ape dia yang jadi kendak rakyatnye. Terime kaseh Tuhan, Terime kaseh pak Meragon" Ujar Jagad penuh haru (ADV)

Selasa, 10 Maret 2015

, , , ,

Kunjungan Kerja Bupati PALI dan Anggota DPRD

Penjabat Bupati PALI, Ir H Heri Amalindo MM
PENDOPO - "Dengan diadakanya kujungan kerja ini kita bisa mengetahui apa saja kekurangan dan apa saja yang harus kita lengkapi didalam rumah sakit ini"

Hal itu diungkapkan Bupati PALI Ir. H. Heri Malindo, MM dalam kunjungan kerjanya, Selasa (10/3), bersama Dr.Eni Zatila Kepala Dinas Kesehatan dan Irwan, ST anggota Dewan Bumi Serepat Serasan saat melakukan kunjungan kerja (kunker) ke RSUD Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) sekaligus melihat-lihat keadaan gedung dan fasilitas yang  ada di rumah sakit tersebut.

Pada kesempatan itu para rombongan tampak meninjau ruangan dan fasilitas seluruh kamar satu persatu, serta berbincang dengan pasien yang sedang berobat di rawat inap dan memberi bantuan berupa uang saku kepada pasien.

Sementara itu Irwan, ST selaku Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), Kabupaten PALI, Mengatakan hal tersebut merupakan kunjungan kerja pertama Anggota Dewan sejak dilantik.

"Ini merupakan kunjungan kerja kita pertama kali sejak dilantik, kunjungn ini merupakan bentuk kegiatan agar kita cepat menanggapi apa saja yang kurang dari fasilitas rumah sakit tersebut." katanya.

Terpisah Dr Carli Diriktur RSUD PALI mengatakan bahwa dengan adanya kunjungan ini pihak rumah sakit akan mendapat banyak masukan apa-apa saja yang harus di tingkatkan baik dalam pelayanaan maupun fasilitas .

"Tentu dengan adanya kunjungan kerja ini kita bisa meningkatkan kedisiplinan dalam bekerja serta seluruh karyawan dan pasien bisa mengutarakan apa saja kepada Bupati dan Dewan mengenai fasilitas dan pelayanan dirumah sakit ini sehingga menjadi acuan bagi kita" pungkasnya. (Hr)