Jatuhnya harga karet alam dalam 4 tahun terakhir membuat susah hidup
para petani karet di Sumatera. Harga karet kini hanya Rp 3.000/kg di
tingkat petani, bahkan jauh di bawah harga beras yang mencapai Rp
10.000/kg.
Akibatnya banyak pohon karet yang ditebang dan diganti dengan tanaman singkong.
"Pohon
karet sudah banyak yang ditebang, diganti dengan singkong di
Palembang," tutur Ketua Asosiasi Petani Karet Indonesia (Apkrindo),
Lukman Zakaria yang dikutip dari detikFinance di Jakarta, Sabtu (5/3/2016).
Selain
itu, rendahnya harga karet juga membuat petani susah membeli beras.
Sebab, harga karet hanya sepertiga, bahkan seperempat harga beras.
"Sekarang 4 kg karet baru bisa beli 1 kg beras," ungkapnya.
Pihaknya meminta pemerintah segera turun tangan mengangkat kembali harga karet di tingkat petani.
"Paling tidak sampai Rp 12.000/kg lah, sama dengan harga sekilo beras," tukasnya.
Sebelumnya,
Presiden Joko Widodo (Jokowi) selama 3 hari ke Sumatera pekan lalu
bertemu para petani karet. Banyak keluhan yang disampaikan langsung pada
Jokowi karena jatuhnya harga karet sangat merugikan petani.
Hal
itu kemudian segera ditindaklanjuti. Sesampainya di Jakarta, Jokowi
langsung memerintahkan Menteri Koordinator Perekonomian, Darmin
Nasution, mencari solusi dari persoalan tersebut.
Jokowi meminta
agar segera dirancang program yang mampu membantu petani karet
meningkatkan pendapatannya sehingga perekonomian di daerah-daerah
tersebut juga tumbuh lebih baik.(DF)
