Tampilkan postingan dengan label Sumsel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sumsel. Tampilkan semua postingan
Jumat, 30 Desember 2016
Kriminal, Muara Enim, Sumsel
Muara Enim -- Polres Kabupaten Muara Enim Gelar Jumpa Pers, Press Release Akhir Tahun 2016, sekaligus silahtuhrahmi dengan wartawan Kabupaten Muara Enim menjelang tahun baru 2017, Jumat (30/12). Ada beberapa kasus yang ada di wilayah kabupaten Muara Enim dan PALI yang di utarakan dengan awak media Kabupaten Muara Enim, di aula Polres Muara Enim.
Kapolres Muara Enim AKBP Hendra Gunawan Menyampaikan, bahwa penyelesaian kasus-kasus di Kabupaten Muara Enim dan PALI ini, sudah berkurang tidak seperti di tahun 2015 kemarin. "Tahun 2016 ini untuk kasus Narkotika di kabupaten Muara Enim dan PALI mencapai 66 kasus," papar Kapolres.
Untuk daya tingkat kriminal nya pada tahun 2015, ungkap Hendra, Jumlah Tindak Pidana (JTP) nya sebanyak 946, sedangkan Jumlah Penyelesaian Tindak Pidana (JPTP)-nya 560. "Pada tahun 2016 jumlah JTP-nya sebanyak 833 dan JPTP-nya 526 jadi nilai angka kiriminal tahun 2016 sudah menurun dari pada angka kriminal di tahun 2015 lalu," paparnya.
"Selanjutnya, Untuk Prosentase Penyelesaian TP (Crime Cleared Rate) untuk tahun 2015 sebanyak 59,19% dan tahun 2016 sebanyak 64% , Resiko Terkena TP ( Crime Rate ) tahun 2015 sebanyak 126,29, tahun 2016 sebanyak 112, dan untuk Selang Waktu Terjadi TP ( Crime Clock ) tahun 2015 jarak waktunya 9 j, 15 m,36DT, untuk tahun 2016 jarak waktunya 11j,00 m , 00 DT," jelas kaplores Hendra.
Dirinya berharap agar di tahun 2017, angka kriminalitas dan narkoba di Kabupaten Muara Enim dan PALI dapat menurun lagi. "Selain itu, angka kriminal dan obat-obatan yang terlarang seperti sabu dan narkoba, juga bisa berkurang,"pungkasnya.[Amn]
Angka Kriminalitas Muara Enim dan PALI 2016, Menurun
Muara Enim -- Polres Kabupaten Muara Enim Gelar Jumpa Pers, Press Release Akhir Tahun 2016, sekaligus silahtuhrahmi dengan wartawan Kabupaten Muara Enim menjelang tahun baru 2017, Jumat (30/12). Ada beberapa kasus yang ada di wilayah kabupaten Muara Enim dan PALI yang di utarakan dengan awak media Kabupaten Muara Enim, di aula Polres Muara Enim.
Kapolres Muara Enim AKBP Hendra Gunawan Menyampaikan, bahwa penyelesaian kasus-kasus di Kabupaten Muara Enim dan PALI ini, sudah berkurang tidak seperti di tahun 2015 kemarin. "Tahun 2016 ini untuk kasus Narkotika di kabupaten Muara Enim dan PALI mencapai 66 kasus," papar Kapolres.
Untuk daya tingkat kriminal nya pada tahun 2015, ungkap Hendra, Jumlah Tindak Pidana (JTP) nya sebanyak 946, sedangkan Jumlah Penyelesaian Tindak Pidana (JPTP)-nya 560. "Pada tahun 2016 jumlah JTP-nya sebanyak 833 dan JPTP-nya 526 jadi nilai angka kiriminal tahun 2016 sudah menurun dari pada angka kriminal di tahun 2015 lalu," paparnya.
"Selanjutnya, Untuk Prosentase Penyelesaian TP (Crime Cleared Rate) untuk tahun 2015 sebanyak 59,19% dan tahun 2016 sebanyak 64% , Resiko Terkena TP ( Crime Rate ) tahun 2015 sebanyak 126,29, tahun 2016 sebanyak 112, dan untuk Selang Waktu Terjadi TP ( Crime Clock ) tahun 2015 jarak waktunya 9 j, 15 m,36DT, untuk tahun 2016 jarak waktunya 11j,00 m , 00 DT," jelas kaplores Hendra.
Dirinya berharap agar di tahun 2017, angka kriminalitas dan narkoba di Kabupaten Muara Enim dan PALI dapat menurun lagi. "Selain itu, angka kriminal dan obat-obatan yang terlarang seperti sabu dan narkoba, juga bisa berkurang,"pungkasnya.[Amn]
Kamis, 20 Oktober 2016
Infrastruktur, Kesehatan, Muara Enim, Sumsel
Telan Dana Hampir 15 M, Rumah Sakit Pratama Lubai Ulu Terbengkalai
| Rumah Sakit Pratama di Desa Karang Agung Kecamatan Lubai Ulu Kabupaten Muara Enim yang ditelantarkan |
Muara Enim -- Pembangunan Rumah Sakit Pratama (RSP) di Desa Karang Agung Kecamatan Lubai Kabupaten Muara Enim Provinsi Sumatera Selatan yang menelan dana sebesar Rp.14.835.000.000,- Miliyar, dinilai sia-sia saja. Hal itu karena bangunan yang dikerjakan oleh PT. Detal Multi Kontruksi tersebut sekarang ini belum bisa dimanfaatkan.
"Kondisi bangunan Rumah Sakit Pratama ini ditelantarkan begitu saja, dan banyak rumput terlihat seperti belukar, serta tidak aktivitasnya disana," kata H Sumitro Efendi, Ketua PAC MKGR Kecamatan Lubai kepada BeritaPALI, Rabu (19/10).
Dikatakan oleh Sumitro, tujuan dibangunnya RSP itu untuk meningkatkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat di Kecamatan Lubai. Oleh sebab itu, dirinya menilai jika hanya ditelantarkan, maka uang negara yang nilainya hampir 15M tersebut sia-sia saja. "Kalau seperti ini sia-sia saja uang negara hampir 15 Miliyar itu, kalau rumput banyak disitu pak",tegas Sumitro.
Dikatakan oleh Sumitro, tujuan dibangunnya RSP itu untuk meningkatkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat di Kecamatan Lubai. Oleh sebab itu, dirinya menilai jika hanya ditelantarkan, maka uang negara yang nilainya hampir 15M tersebut sia-sia saja. "Kalau seperti ini sia-sia saja uang negara hampir 15 Miliyar itu, kalau rumput banyak disitu pak",tegas Sumitro.
Sementara itu, pembangunan pagar Rumah Sakit ini, anggarannya terpisah dari pembangunan gedung. "Untuk anggaran pembangunan pagarnya itu sebesar Rp. 969.812.000,- yang dikerjakan oleh CV. Ario Rizky. Jadi anggaran sebesar ini sangat disayangkan kalau terbengkalai seperti ini, jadi terkesan seolah-olah perencanaanya itu tidak matang," lanjut Sumitro.
Terkait permasalahan ini, Dr. H. Yan Riady MARS, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Muara Enim, Rabu (19/10), ketika dikomfirmasi membenarkan bahwa Rumah Sakit Pratama tersebut sekarang ini memang belum ada aktivitas, karena keterbatasan dana, dan untuk pembangunan Rumah Pratama ini Murni dana dari APBD Muara Enim tahun 2015.
"Rumah sakit ini bersifat rujukan, dan namanya rumah sakit itu jangkauan itu 20 tahun kedepaan. Jadi kami bertarget di tahun 2017 Rumah Sakit itu dapat di operasikan," paparnya.
Dijelaskan oleh Yan Riady, mengenai tanggung jawab pembangunan, saat ini sudah tanggung jawab kuasa Penguna Anggaran (KPA), yang artinya Kepala Dinas yang bertangung jawab penuh kegiatan ini. "Kalau PPTK nya pak sugeng itu sudah habis tangung jawabnya," ungkapnya.(Pin)
Dijelaskan oleh Yan Riady, mengenai tanggung jawab pembangunan, saat ini sudah tanggung jawab kuasa Penguna Anggaran (KPA), yang artinya Kepala Dinas yang bertangung jawab penuh kegiatan ini. "Kalau PPTK nya pak sugeng itu sudah habis tangung jawabnya," ungkapnya.(Pin)
Selasa, 02 Agustus 2016
Ekonomi, Muara Enim, Sumsel
Lawang Kidul, BeritaPALI -- Beras Miskin atau yang lebih dikenal raskin merupakan subsidi pangan bentuk beras yang di peruntukkan bagi rumah tangga penghasilan rendah sebagai upaya dari pemerintah untuk meningkatkan ketahanan pangan dan memberikan perlindungan sosial pada Rumah Tangga Sasaran (RTS).
Noviar menegaskan, jika ada oknum Kades atau lurah beserta staf yang kedapatan memperjual belikan beras raskin ini melebihi harga ketentuan dari pusat, maka akan ditindak tegas secara hukum atau penurunan jabatan. "Dan jika dilakukan penggunaan alat angkutan beras melalui ojek motor atau pihak pemerintahan dari kades begitu juga lurah tidak boleh mengkoordinir untuk meminta pungutan biaya ongkos ojek motor, biarlah orang si penerima beras raskin tersebut membayarnya," tegas Camat.
1.821 RTS di LaKi Terima Raskin
Keberhasilan program raskin diukur berdasarkan tingkat pencapaian indikator 6T, yaitu : tepat sasaran, tepat jumlah , tepat harga, tepat waktu, tepat kualitas dan tepat administrasi. Program ini bertujuan untuk mengurangi beban pengeluaran Rumah Tangga Sasaran (RTS) melalui pemenuhan sebagai kebutuhan pangan pokok dalam bentuk beras dan mencegah penurunan komsumsi energi dan protein. Selain itu raskin bertujuan untuk meningkatkan atau membuka akses pangan keluarga melalui penjualan beras kepada keluarga penerima manfaat dengan jumlah yang telah di tentukan. Hal itu disampaikan oleh Camat Lawang Kidul; Drs Rahmad Noviar Gumai MSi, saat ditemui awak media di ruang kerjanya, Selasa (2/8).
Diungkapkan oleh Noviar, di wilayah Kecamatan Lawang Kidul ada 1.821 RTS yang menerima raskin yang tersebar dalam 4 desa dan 3 kelurahan dan setiap RTS akan mendapatkan 15 kg.
Dikatakan oleh Noviar, pendataan masyarakat yang menerima raskin dari tahun 2015 sampai 2016 di lakukan oleh petugas dari data statistik serta di olah oleh Dinas Sosial untuk disampaikan ke pusat
"Untuk harga beras raskin tetap sama dengan pusat yqitu per 1 kgnya seharga Rp 1.600×15 = Rp 24000 setiap RTS," jelas Camat.
Noviar menegaskan, jika ada oknum Kades atau lurah beserta staf yang kedapatan memperjual belikan beras raskin ini melebihi harga ketentuan dari pusat, maka akan ditindak tegas secara hukum atau penurunan jabatan. "Dan jika dilakukan penggunaan alat angkutan beras melalui ojek motor atau pihak pemerintahan dari kades begitu juga lurah tidak boleh mengkoordinir untuk meminta pungutan biaya ongkos ojek motor, biarlah orang si penerima beras raskin tersebut membayarnya," tegas Camat.
Kepada semua masyarakat Camat berharap jika nanti ada temuan beras busuk atau tidak standar dapat dilaporkan. "Supaya nanti kita kembalikan ke bulog Lahat untuk minta di ganti," pungkas Noviar.[kv]
Senin, 27 Juni 2016
Medco, Media Gathering, Muara Enim, Sumsel
PT Medco Ajak Jurnalis Beri Pemahaman Bahaya Illegal Tapping
Lead Goverment Relation PT Medco E&P, Vence Davies
Muara Enim, BeritaPALI – Untuk menjalin silaturahmi dengan para jurnalis di wilayah kerjanya, PT Medco E&P Indonesia SSB dan Lematang mengadakan Media Gathering untuk wartawan kabupaten PALI dan Muara Enim yang dipusatkan di Hotel Grand Zuri Muara Enim, Senin (27/6).
Dalam sambutannya, Vence Davies selaku Lead Goverment Relation PT Medco mengatakan, media gathering adalah salah satu cara bagaimana berkomunikasi dengan wartawan.
Dikatakan oleh Vence, saat ini di wilayah kerja PT Medco SSB dan Lematang masih marak illegal tapping. Untuk itu dirinya berharap para jurnalis dapat membuat berita yang lebih memberikan pengetahuan dan mengajak masyarakat untuk dapat menjaga Asset PT Medco.
“Karena illegal tapping sangatlah merugikan, di mana selain merusak Asset perusahaan juga dapat membuat produksi minyak menjadi turun yang akhirnya mempengaruhi Dana Bagi Hasil (DBH) untuk daerah tersebut,” paparnya.
Meskipun demikian, lanjut Vence, untuk program Corporate Social Responsibility (CSR) tetap dibagi merata, meski daerah tersebut rawan akan tindak illegal tapping.
Dalam sambutannya, Vence Davies selaku Lead Goverment Relation PT Medco mengatakan, media gathering adalah salah satu cara bagaimana berkomunikasi dengan wartawan.
Dikatakan oleh Vence, saat ini di wilayah kerja PT Medco SSB dan Lematang masih marak illegal tapping. Untuk itu dirinya berharap para jurnalis dapat membuat berita yang lebih memberikan pengetahuan dan mengajak masyarakat untuk dapat menjaga Asset PT Medco.
“Karena illegal tapping sangatlah merugikan, di mana selain merusak Asset perusahaan juga dapat membuat produksi minyak menjadi turun yang akhirnya mempengaruhi Dana Bagi Hasil (DBH) untuk daerah tersebut,” paparnya.
Meskipun demikian, lanjut Vence, untuk program Corporate Social Responsibility (CSR) tetap dibagi merata, meski daerah tersebut rawan akan tindak illegal tapping.
Foto bersama manajemen PT Medco E&P SSB & Lematang dengan jurnalis PALI & Muara Enim
Sementara itu, Ketua PWI PALI; Nurul Fallah SH pada sambutannya berharap agar dalam pembagian DBH dapat lebih mengutamakan daerah yang berada dalam ring 1 operasional kerja.
“Seperi merujuk pada Kabupaten Majalengka yang memiliki Perda sendiri dalam pembagian DBH, di mana prioritasnya adalah wilayah ring 1 selaku daerah penghasil dan ring 2 selaku daerah yang terkena imbas operasional,” jelas Nurul.
Sementara itu, Ketua PWI PALI; Nurul Fallah SH pada sambutannya berharap agar dalam pembagian DBH dapat lebih mengutamakan daerah yang berada dalam ring 1 operasional kerja.
“Seperi merujuk pada Kabupaten Majalengka yang memiliki Perda sendiri dalam pembagian DBH, di mana prioritasnya adalah wilayah ring 1 selaku daerah penghasil dan ring 2 selaku daerah yang terkena imbas operasional,” jelas Nurul.
Disampaikan oleh Nurul, dengan pembagian tersebut maka daerah penghasil migas masyarakatnya dapat lebih sejahtera.
“Untuk itu kita berharap Management Medco di sini dapat menyuarakan aspirasi ini kepada Management di Jakarta,” tutup Nurul.
Hal lain juga disampaikan oleh Ketua PWI Muara Enim Andi Candra, dirinya sangat memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan Media Gathering tersebut. Andi berharap selain mengadakan Gathering, PT Medco juga dapat membantu merealisasikan beberapa program kerja PWI Muara Enim.
Pada acara tersebut juga dipaparkan mengenai program CSR yang telah dilakukan PT Medco SSB dan Lematang yang disampaikan oleh Humas Medco Lematang; Budi Ramdani.
Dikatakan oleh Budi, dalam pelaksanaannya CSR disusun berdasarkan skala prioritas kebutuhan operasional perusahaan yang sejalan dengan kebutuhan masyarakat dengan manfaat berkesinambungan.
“Pembagiannya meliputi beberapa bidang di antaranya Bidang Pendidikan, Kesehatan, Ekonomi & Lingkungan, Infrastruktur dan sponsorship,” papar Budi.
Setelah itu diadakan acara kultum oleh Ust Al-Azhar yang juga merupakan pemimpin redaksi salah satu media lokal di Kabupaten Muara Enim.[az]
“Untuk itu kita berharap Management Medco di sini dapat menyuarakan aspirasi ini kepada Management di Jakarta,” tutup Nurul.
Hal lain juga disampaikan oleh Ketua PWI Muara Enim Andi Candra, dirinya sangat memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan Media Gathering tersebut. Andi berharap selain mengadakan Gathering, PT Medco juga dapat membantu merealisasikan beberapa program kerja PWI Muara Enim.
Pada acara tersebut juga dipaparkan mengenai program CSR yang telah dilakukan PT Medco SSB dan Lematang yang disampaikan oleh Humas Medco Lematang; Budi Ramdani.
Dikatakan oleh Budi, dalam pelaksanaannya CSR disusun berdasarkan skala prioritas kebutuhan operasional perusahaan yang sejalan dengan kebutuhan masyarakat dengan manfaat berkesinambungan.
“Pembagiannya meliputi beberapa bidang di antaranya Bidang Pendidikan, Kesehatan, Ekonomi & Lingkungan, Infrastruktur dan sponsorship,” papar Budi.
Setelah itu diadakan acara kultum oleh Ust Al-Azhar yang juga merupakan pemimpin redaksi salah satu media lokal di Kabupaten Muara Enim.[az]
Minggu, 05 Juni 2016
Sumsel, UKW
Ke-6 wartawan PALI tersebut yakni Azwar Anas (BeritaPALI), Joko Sadewo (PALI POST), Pidin C Oteh (Koran PALI), Heru Febrian (Sumeks), Ari Wibowo (Tribun Sumsel) dan Annasrullah (Suara Nusantara).
"Alhamdullilah kita semua sudah dinyatakan kompeten, dengan nilai diatas standar. Ini artinya, kegiatan kita selama menjadi jurnalis sudah sesuai dengan kaidah yang ditetapkan Dewan Pers," ujar Joko, Sabtu (4/6).
Lulus UKW, 6 Wartawan PALI Dinyatakan Kompeten
Azwar Anas (BeritaPALI), Pidin C Oteh (Koran PALI), Ari Wibowo (Tribun Sumsel), Joko Sadewo (PALI Post), M Anasrullah (Suara Nusantara) dan Heru Febrian (Sumeks)
Prabumulih, BeritaPALI – Setelah mengikuti Uji Kompetensi Wartawan (UKW) yang dilaksanakan di Gedung Patra Ria Pertamina Asset II Prabumulih, 6 dari 7 wartawan yang bertugas di Kabupaten PALI dinyatakan lulus dan berkompeten. UKW yang digelar oleh PWI Sumatera Selatan tersebut dilangsungkan selama 2 hari, Jumat – Sabtu (3-4/6) dan dikemas dengan Media Gathering Asset II oleh Pertamina EP Asset II Region Sumatera.
Ke-6 wartawan PALI tersebut yakni Azwar Anas (BeritaPALI), Joko Sadewo (PALI POST), Pidin C Oteh (Koran PALI), Heru Febrian (Sumeks), Ari Wibowo (Tribun Sumsel) dan Annasrullah (Suara Nusantara).
Joko Sadewo mewakili wartawan PALI yang lulus menyampaikan bahwa dirinya sangat bersyukur atas hasil dari UKW angkatan ke 9 Provinsi Sumsel atau angkatan 195 se-Indonesia itu.
"Alhamdullilah kita semua sudah dinyatakan kompeten, dengan nilai diatas standar. Ini artinya, kegiatan kita selama menjadi jurnalis sudah sesuai dengan kaidah yang ditetapkan Dewan Pers," ujar Joko, Sabtu (4/6).
Ke depan tambahnya, predikat kompeten tersebut tentu juga merupakan tanggung jawab besar untuk mereka, agar dapat melaksanakan fungsi pers sesuai aturan dan memberi manfaat bagi masyarakat banyak.
"Harapannya, nanti seluruh kawan-kawan jurnalis di PALI bisa juga mempunyai kesempatan sama untuk mengikuti UKW ini. Agar seluruhnya dinyatakan kompeten oleh PWI dan Dewan Pers," tukasnya.
Sementara itu, Ketua PWI PALI, Nurul Fallah SH saat disambangi BeritaPALI Sabtu (4/6) mengatakan bahwa dirinya merasa bangga dengan kelulusan 6 wartawan pada UKW tersebut.
“Semoga nantinya seluruh wartawan PALI adalah mereka yang telah lulus uji kompetensi sesuai amanah UU NO.40 Tahun 1999 tentang PERS,” ungkapnya.[az]
Sumsel, UKW
Prabumulih, BeritaPALI – 26 dari 28 Wartawan yang bertugas di wilayah Provinsi Sumatera Selatan dinyatakan lulus Uji Kompetensi Wartawan. UKW yang dilaksanakan di Gedung Patra Ria Komplek Pertamina EP Asset II tersebut diselenggarakan oleh PWI Sumsel selama 2 hari, Jumat dan Sabtu (3-4/6) dan didukung oleh PT. Pertamina EP Asset II Region Sumatera.
UKW Angkatan ke IX Provinsi Sumsel atau Angkatan 195 se-Indonesia itu diikuti oleh wartawan dari organisasi PWI di beberapa Kabupaten/kota di Sumsel diantaranya Kota Prabumulih, Kabupaten PALI, Muara Enim dan Lahat.
Ketua Komisi Kompetensi PWI Pusat, Kamsul Hasan dalam penyampaiannya mengatakan, uji kompetensi tersebut salah satunya bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan keprofesionalan wartawan.
"Selain itu juga untuk menjaga harkat dan martabat kewartawanan sebagai profesi khusus penghasil karya intelektual," ujarnya, di dampingi oleh 4 penguji lainnya.
Ke depan, tambah Kamsul, seluruhnya harus dinyatakan kompeten untuk dapat bekerja sebagai wartawan. Oleh karenanya, UKW terus dilakukan di setiap daerah di Indonesia secara bertahap.
"Suatu saat, narasumber berhak untuk menolak diwawancarai oleh wartawan yang belum dinyatakan kompeten oleh Dewan Pers. Status tersebut bisa dicek kapan saja oleh narasumber secara online di website Dewan Pers RI," lanjutnya.[az]
26 Wartawan Lulus UKW PWI Sumsel Angkatan IX
Ketua Komisi Kompetensi PWI Pusat, Kamsul Hasan
Prabumulih, BeritaPALI – 26 dari 28 Wartawan yang bertugas di wilayah Provinsi Sumatera Selatan dinyatakan lulus Uji Kompetensi Wartawan. UKW yang dilaksanakan di Gedung Patra Ria Komplek Pertamina EP Asset II tersebut diselenggarakan oleh PWI Sumsel selama 2 hari, Jumat dan Sabtu (3-4/6) dan didukung oleh PT. Pertamina EP Asset II Region Sumatera.
UKW Angkatan ke IX Provinsi Sumsel atau Angkatan 195 se-Indonesia itu diikuti oleh wartawan dari organisasi PWI di beberapa Kabupaten/kota di Sumsel diantaranya Kota Prabumulih, Kabupaten PALI, Muara Enim dan Lahat.
Ketua Komisi Kompetensi PWI Pusat, Kamsul Hasan dalam penyampaiannya mengatakan, uji kompetensi tersebut salah satunya bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan keprofesionalan wartawan.
"Selain itu juga untuk menjaga harkat dan martabat kewartawanan sebagai profesi khusus penghasil karya intelektual," ujarnya, di dampingi oleh 4 penguji lainnya.
Ke depan, tambah Kamsul, seluruhnya harus dinyatakan kompeten untuk dapat bekerja sebagai wartawan. Oleh karenanya, UKW terus dilakukan di setiap daerah di Indonesia secara bertahap.
"Suatu saat, narasumber berhak untuk menolak diwawancarai oleh wartawan yang belum dinyatakan kompeten oleh Dewan Pers. Status tersebut bisa dicek kapan saja oleh narasumber secara online di website Dewan Pers RI," lanjutnya.[az]
Jumat, 22 April 2016
Muara Enim, Sumsel
Kadisbun ME : Jangan jemur biji kopi di jalan!
Ir Mat Kasrun, Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Muara Enim
Muara Enim, BeritaPALI -- Petani kopi di kabupaten Muara Enim tidak diperbolehkan lagi menjemur biji kopi di jalan. Hal itu dikatakan oleh Ir Mat Kasrun, Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten PALI, Jum'at (22/4). Bahkan pihak Disbun Muara Enim juga sudah mengeluarkan surat edaran perihal larangan tersebut kepada seluruh camat.
Dikatakan oleh Mat Kasrun, jika dijemur di jalan maka biji kopi tersebut akan terlindas oleh ban kendaraan dan terkena kotoran hewan yang akan mengakibatkan rasa kopi menjadi tidak enak dan kalau diminum rasa tanah yang mengakibatkan mutu dan kualitas kopi menjadi rendah.
Disampaikan oleh Kadisbun Muara Enim ini, pihaknya tidak hanya melarang saja namun memberikan solusi seperti membantu mesin penggilingan kopi bagi petani dan tempat hamparan untuk jemur biji kopi itu.
"Fungsi mesin ini sebagai pemecah biji kopi jadi para petani tidak menggunakan ban kendaraan lagi untuk untuk memecah biji kopi tersebut," ungkap Mat Kasrun.
Mat Kasrun berharap agar para petani dapt menjaga biji kopi dalam keadaan bersih dan tidak lagi menjemur di jalan supaya mutu dan kualitas kopi yang dihasilkan lebih baik dan bagus.(pin)
Minggu, 20 Maret 2016
MUBA, Sumsel
Sekayu, BeritaPALI -- Meski kondisi jalan di Kecamatan Sekayu menuju Kecamatan Plakat Tinggi banyak yang sudah diperbaiki, namun kenyamanan pengguna jalan masih terganggu karena lebatnya rumput semak dipinggir jalan.
Rumput Pinggir Jalan Lintas Sekayu Ganggu Pengendara
Sekayu, BeritaPALI -- Meski kondisi jalan di Kecamatan Sekayu menuju Kecamatan Plakat Tinggi banyak yang sudah diperbaiki, namun kenyamanan pengguna jalan masih terganggu karena lebatnya rumput semak dipinggir jalan.
Pantauan BeritaPALI, Sabtu (19/3), jalan yang lintas Kecamatan Sekayu dan Plakat Tinggi masih banyak rumput jalan yang mengganggu aktifitas pengendara mobil dan motor, karena menjulang ke arah jalan sehingga mempersempit badan jalan.
Sepeti yang diceritakan Kardi, salah seorang warga yang sering melintas jalan ini, mengungkapkan bahwa kendaraannya sering tergores rumput keras jika melintasi jalan ini. Menurutnya ketinggian rumput dipinggir jalan mencapai 2 m.
Ia berharap kepada pemerintah agar bisa mengerjakan perawatan rutin minimal setahun sekali untuk memberikan kenyamanan dan keselamatan bagi pengendara.
"Selain itu pemerintahkan punya anggaran rutin tahunan untuk perawatan jalan ini," pungkasnya.(sbg/wrt)
Sabtu, 19 Maret 2016
CSR, Muara Enim, PT GH-EMMI, Sumsel
Warga Dangku Senang Dapat Bantuan Dari Pt.GH-EMM Indonesia
Dangku, BeritaPALI -- Perusahaan pilot project PT GH-EMM Indonesia berlokasi di Desa Gunung Raja tidak jauh dari Desa Dangku kecamatan Rambang Dangku Kabupaten Muara Enim telah menunjukkan kepeduliaanya kepada lingkungan dan masyarakat.
Hal ini terbukti karena belum lama ini, perusahaan yang bergerak di bidang usaha pembangkit listrik ini telah memberikan bantuan kepada warga Desa Dangku dengan membangun sarana umum berupa kantor Kepala Desa dan Aula Pertemuan. Bangunan yang berukuran 16 x 7 meter dibangun di samping masjid Desa Dangku.
Subani alias Banek, salah satu warga desa setempat mengungkapkan bahwa sebagai warga desa, dirinya sangat senang atas bantuan dari PT.GH-EMMI tersebut.
"Kami senang nian lah bangun kantor dan Aula yang dapat langsung dinikmati oleh orang banyak seperti tempat untuk main bulu tangkis," ungkap Banek.
Hoiri Jeffrison Kepala Desa Dangku mengatakan bahwa bantuan tersebut murni dari dana CSR PT.GH-EMMI pada tahun 2014. Putra kelahiran 1976 yg sedang menjalankan pendidikannya diyayasan serasan Muara Enim ini mengucapkan rasa terima kasih kepada manajemen PT.GH-EMMI atas kepeduliannya pada warga dan desa yang ia pimpin sejak 2008 silam.
Kades yang telah menjabat selama 2 periode ini berharap agar hubungan baik antara Desa Dangku dan PT. GH-EMMI dapat ditingkatkan. "Sebagai pemerintah desa kami akan berusaha akan memberikan pelayanan yang terbaik untuk semua pihak," ungkap Hoiri.
Humas PT.GH-EMMI Wandha Aryanto melalui stafnya Jamal SE saat dihubungi via ponsel menyampaikan bahwa apa yang perusahaannya lakukan adalah bagian dari kewajiban, demi untuk menjaga hubungan baik antara perusahaan dan lingkungan yang pada akhirnya dapat meningkatkan kesejateraan rakyat. (Ard / Ano)
Senin, 07 Maret 2016
Etnik PALI, Sumsel
Tanah Abang, BeritaPALI -- Konon ada sebuah benda keramat yang terletak di balai desa Dangku Kecamatan Rambang Dangku Kabupaten Muara Enim tidak jauh dari Tanah Abang, PALI. Benda itu biasa disebut "getok bawah balai" oleh masyarakat marga Empat Petulai Dangku.
Konon Kentongan kayu ini sudah ada sejak sebelum Puyang Maraje Besi, dulu menjadi sarana untuk memberi panggilan atau pemberitahuan kepada warga.
" bile ditutus itu pertande ade marabahaye; misal nye urang titek kayek, kebakaran, atau musibah pertumpahan darah " ujar salah seorang tetua Adat Dangku Abu Hasyim.
Lebih rinci dijelaskan oleh Kepala Desa Dangku Khoiri Jeferson.M bahwa selama ini benda berukuran 2 meter dengan diameter 35 cm ini diletakkan begitu saja di Balai Desa.
" Sekarang Getok (kentongan, red.) ini kita pelihara dan kita tempatkan di Kantor Kepala Desa, dan difungsikan kembali sebagai pemberi peringatan akan adanya kejadian penting dan luar biasa didalam desa Dangku " Ujar Kades 2 periode ini.
" Walaupun di era modern ini sudah ada pengeras suara dan HP akan tetap akan dipukul dan tentu saja tidak boleh sembarang dipukul " tegas Khoiri.
" boleh ditutos, kalu tige hal itu tapi kalau bukan tige hal itu dek boleh ditutos" katanya dengan dialek khas Lematang
Lebih jauh dituturkan oleh Khoiri " dulu kalu ade masalah 3 itu sepenting gawean urang pasti di tinggalke, untuk memenuhi panggilan getok itu baik lagi mantang, merumput atau kerje ape bae, dan kalu urang idak mengiundahke panggilan itu die bakal dapat balak " ujarnya.
Bahkan ada mitos yang berkembang ditengah masyarakat, jika akan ada terjadi sesuatu bala bencana kadang 'Getok" ini akan berbunyi sendiri.
Terahir, Kades Khoiri berharap walaupun sudah zaman modern, ia minta agar aset budaya dan adat istiadat lama seperti membunytikan kentongan ini tetap di jaga, dipelihara dan lestarikan ***** (ard)
"GETOK BAWAH BALAI" BENDA KERAMAT WARGA DANGKU
| Kades Dangku Khoiri Jeferson, bersama 'Kentongan' Keramat di Kantor Kepala Desa Dangku |
Tanah Abang, BeritaPALI -- Konon ada sebuah benda keramat yang terletak di balai desa Dangku Kecamatan Rambang Dangku Kabupaten Muara Enim tidak jauh dari Tanah Abang, PALI. Benda itu biasa disebut "getok bawah balai" oleh masyarakat marga Empat Petulai Dangku.
Konon Kentongan kayu ini sudah ada sejak sebelum Puyang Maraje Besi, dulu menjadi sarana untuk memberi panggilan atau pemberitahuan kepada warga.
" bile ditutus itu pertande ade marabahaye; misal nye urang titek kayek, kebakaran, atau musibah pertumpahan darah " ujar salah seorang tetua Adat Dangku Abu Hasyim.
Lebih rinci dijelaskan oleh Kepala Desa Dangku Khoiri Jeferson.M bahwa selama ini benda berukuran 2 meter dengan diameter 35 cm ini diletakkan begitu saja di Balai Desa.
" Sekarang Getok (kentongan, red.) ini kita pelihara dan kita tempatkan di Kantor Kepala Desa, dan difungsikan kembali sebagai pemberi peringatan akan adanya kejadian penting dan luar biasa didalam desa Dangku " Ujar Kades 2 periode ini.
" Walaupun di era modern ini sudah ada pengeras suara dan HP akan tetap akan dipukul dan tentu saja tidak boleh sembarang dipukul " tegas Khoiri.
" boleh ditutos, kalu tige hal itu tapi kalau bukan tige hal itu dek boleh ditutos" katanya dengan dialek khas Lematang
Lebih jauh dituturkan oleh Khoiri " dulu kalu ade masalah 3 itu sepenting gawean urang pasti di tinggalke, untuk memenuhi panggilan getok itu baik lagi mantang, merumput atau kerje ape bae, dan kalu urang idak mengiundahke panggilan itu die bakal dapat balak " ujarnya.
Bahkan ada mitos yang berkembang ditengah masyarakat, jika akan ada terjadi sesuatu bala bencana kadang 'Getok" ini akan berbunyi sendiri.
Terahir, Kades Khoiri berharap walaupun sudah zaman modern, ia minta agar aset budaya dan adat istiadat lama seperti membunytikan kentongan ini tetap di jaga, dipelihara dan lestarikan ***** (ard)
Kamis, 17 Desember 2015
DPRD, Infrastruktur, Reses, Sumsel
Pendopo, BeritaPALI
DPRD Provinsi sumatera-selatan mengalokasikan dana sebesar 10 milyar untuk perbaikan Jalan Provinsi dari Simpang Belimbing menuju Simpang Airitam,karena selama ini jalan tersebut sering dikeluhkan para pengguna Jalan kerap ditemukan lubang dan dipenuhi besi behel menjadi ancaman bagi kendaraan yang melintas.
Hal ini disampaikan langsung oleh anggota DPRD Provinsi asal Dapil VI; Asgianto ST, saat Reses bersama Pemkab PALI di Aula Kantor Bupati PALI Jalan Merdeka Handayani Mulia KM 10, kamis (17/12).
Menurut politisi asal Gerindra itu, pembangunan jalan tersebut sangat mendesak karena banyak dikeluhkan masyarakat yang disampaikan kepada DPRD Sumsel. Selain dipermulus dengan aspal, jalan tersebut juga akan diperlebar sehingga bisa diusulkan untuk naik kelas menjadi jalan nasional.
"Kami dari Dapil 6 sepakat mengalokasikan dana untuk pembangunan jalan Simpang Belimbing-Simpang Airitam senilai Rp 10 Milyar," ungkap Asgianto.
"Tapi untuk sementara waktu jalan tersebut akan permulus dulu biar perekonomian masyarakat tidak terganggu. Sebab jalan itu merupakan jalan akses masyarakat PALI," terang putra daerah Talang Ubi itu.
Selain pembangunan jalan tersebut, DPRD Sumsel juga telah menganggarkan perbaikan parit di Talang Ubi, perbaikan jalan desa di wilayah kecamatan Talang Ubi dan normalisasi sungai di Mangkunegara kecamatan Penukal.
"Kita sudah tiga kali melakukan Reses, hasinya kita mendapat masukan dari masyarakat dan hasil rembuk dengan kawan-kawan yang lain, kita sepakat mengalokasikan dana untuk perbaikan infrastruktur di PALI. Kalau ditotal Rp 16 Milyar dana Reses kita alokasikan untuk masyarakat PALI," tambahnya.
Asgianto melanjutkan, kepedulian anggota dewan asal Dapil 6 ini menyikapi gencarnya pembangunan infrastruktur yang dilakukan dua Penjabat Bupati PALI Heri Amalindo dan Apriyadi.
"Pak Heri dan Pak Apriyadi sangat konsen dengan pembangunan infrastruktur. Karena itu kita dorong lagi agar kabupaten PALI dapat mengejar ketertinggalan dari daerah lain," terangnya.
Hal ini juga ditegaskan Ketua DPRD Sumsel H Giri Ramandha Kiemas yang juga berasal dari Dapil 6. Menurut ketua DPD PDIP Sumsel itu, untuk tahun 2016 mendatang DPRD Sumsel sudah menyetujui usulan Pemprov Sumsel tiga kabupaten kota di Dapil 6 sebanyak Rp 156 Milyar.
"Tahun depan untuk Pemkab PALI, Muaraenim dan Pemkot Prabumulih, Pemprov Sumsel sudah mengalokasikan dana sedikitnya Rp 156 Milyar. Diantaranya pengadaan Alkes untuk Rumah Sakit Pratama Tanah Abang dan Jembatan Payuputat," tambah pria berkacamata itu.
Teks/ Foto : Suherman ST
Pemprov Sumsel akan Anggarkan 10M untuk Jalan Belimbing-Sekayu
Ketua DPRD Prov Sumsel; Giri Ramanda saat memyampaikan paparan
Pendopo, BeritaPALI
DPRD Provinsi sumatera-selatan mengalokasikan dana sebesar 10 milyar untuk perbaikan Jalan Provinsi dari Simpang Belimbing menuju Simpang Airitam,karena selama ini jalan tersebut sering dikeluhkan para pengguna Jalan kerap ditemukan lubang dan dipenuhi besi behel menjadi ancaman bagi kendaraan yang melintas.
Hal ini disampaikan langsung oleh anggota DPRD Provinsi asal Dapil VI; Asgianto ST, saat Reses bersama Pemkab PALI di Aula Kantor Bupati PALI Jalan Merdeka Handayani Mulia KM 10, kamis (17/12).
Menurut politisi asal Gerindra itu, pembangunan jalan tersebut sangat mendesak karena banyak dikeluhkan masyarakat yang disampaikan kepada DPRD Sumsel. Selain dipermulus dengan aspal, jalan tersebut juga akan diperlebar sehingga bisa diusulkan untuk naik kelas menjadi jalan nasional.
"Kami dari Dapil 6 sepakat mengalokasikan dana untuk pembangunan jalan Simpang Belimbing-Simpang Airitam senilai Rp 10 Milyar," ungkap Asgianto.
"Tapi untuk sementara waktu jalan tersebut akan permulus dulu biar perekonomian masyarakat tidak terganggu. Sebab jalan itu merupakan jalan akses masyarakat PALI," terang putra daerah Talang Ubi itu.
Selain pembangunan jalan tersebut, DPRD Sumsel juga telah menganggarkan perbaikan parit di Talang Ubi, perbaikan jalan desa di wilayah kecamatan Talang Ubi dan normalisasi sungai di Mangkunegara kecamatan Penukal.
"Kita sudah tiga kali melakukan Reses, hasinya kita mendapat masukan dari masyarakat dan hasil rembuk dengan kawan-kawan yang lain, kita sepakat mengalokasikan dana untuk perbaikan infrastruktur di PALI. Kalau ditotal Rp 16 Milyar dana Reses kita alokasikan untuk masyarakat PALI," tambahnya.
Asgianto melanjutkan, kepedulian anggota dewan asal Dapil 6 ini menyikapi gencarnya pembangunan infrastruktur yang dilakukan dua Penjabat Bupati PALI Heri Amalindo dan Apriyadi.
"Pak Heri dan Pak Apriyadi sangat konsen dengan pembangunan infrastruktur. Karena itu kita dorong lagi agar kabupaten PALI dapat mengejar ketertinggalan dari daerah lain," terangnya.
Hal ini juga ditegaskan Ketua DPRD Sumsel H Giri Ramandha Kiemas yang juga berasal dari Dapil 6. Menurut ketua DPD PDIP Sumsel itu, untuk tahun 2016 mendatang DPRD Sumsel sudah menyetujui usulan Pemprov Sumsel tiga kabupaten kota di Dapil 6 sebanyak Rp 156 Milyar.
"Tahun depan untuk Pemkab PALI, Muaraenim dan Pemkot Prabumulih, Pemprov Sumsel sudah mengalokasikan dana sedikitnya Rp 156 Milyar. Diantaranya pengadaan Alkes untuk Rumah Sakit Pratama Tanah Abang dan Jembatan Payuputat," tambah pria berkacamata itu.
Teks/ Foto : Suherman ST
Editor : Azwar
Darmadi Suhaimi, DPRD, R-APBD, Reses, Sumsel
Pendopo, BeritaPALI
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) melakukan Reses tahap III ke Kabupaten PALI yang dilasanakan di Aula Kantor Bupati PALI, Kamis (17/12). Hadir dalam acara reses antara lain Ketua DPRD Provinsi Sumsel; H Giri Ramanda, H Rizal Kenedi SH, Kamirul, Asgianto, Edi Rianto dan Rachman Djalili yang didampingi oleh Waka DPRD PALI H Darmadi SH. Selain itu, reses juga dihadiri oleh Bupati PALI; Drs H Apriyadi MSi, Sekda PALI; Drs Amirudin Tjikmat, Anggota DPRD PALI, Kepala SKPD, Sekwan, Kapolsek Talang Ubi; KOMPOL Janton Silaban SIK SH, para Camat, Pemangku Adat, Tokoh Masyarakat dan tokoh lainnya.
Dalam kesempatan tersebut, Drs H Apriyadi MSi mengatakan Pildaka perdana Kabupaten PALI 9 Desember beberapa waktu lalu telah terselenggara dengan baik dengan hasil hasil yang tentu diharapkan oleh masyarakat PALI.
Mengenai APBD 2016 yang merupakan APBD pertama yang dibahas oleh DPRD PALI, tetap menekankan pembangunan infrastruktur baik itu transportasi, kesehatan maupun pendidikan dengan perbandinga 70% : 30%.
"Pada APBD 2015 sebesar 711 M, Alhamdulillah karena disupport dari APBD Provinsi maka beberapa proyek dibangun di PALI, antara lain Jembatan Payu Putat yang secara fisik sudah selesai tinggal di 2016 nanti untuk penimbunan dan akses jalan. Selain itu pembangunan jembatan Kertadewa yang saat ini sudah diizinkan oleh Kadin PU untuk dilintasi dan juga RS Pratama yang Insya Allah tahap pertama selesai 20 Desember nanti," papar Apriyadi.
Dikatakan Apriyadi, dengan adanya proyek dari provinsi tersebut tentu saja masyarakat PALI sangat bergembira termasuk proyek pembbangunan irigasi dan normalisasi sungai melalui Dinas PU CK Pengairan.
"Ini semua berkat perjuangan DPRD Sumsel khusunya anggota yang berasal dari Dapil 6; Prabumulih, PALI dan Muara Enim," lanjut Apriyadi.
Sementara itu, Ketua DPRD Sumsel; H Giri Ramanda mengungkapkan bahwa dirinya kagum atas perkembangan dan kemajuan Kabupaten PALI.
"Kalu dulu ndak ke PALI ini pacak pegi dak tau balek, beraqngkat pagi nyampai sore ndak balek nunggu pagi lagi," ungkapnya.
Lanjut Giri, Kedepan Provinsi akan mengambil alih pembangunan jalan Tanah Abang - Modong menjadi jalan provinsi begitu pula dengan jalan Tanah Abang – Dangku - Teluk Lubuk.
"Hanya saja berbedah dengan jalan Pertamina selama ini anggarannya diambil dari anggaran belanja modal Pusat bukan dari dana CSR. Jadi akibatnya akan mengurangi pengembalian dana dari pusat atau DBH (Dana Bagi Hasil, red). Sedangkan untuk CSR perusahaan lebih banyak memberikan proyek atau kegiatan yang kurang bermanfaat bagi masyarakat," pungkas Giri.
Teks/ Foto : Nurul
Editor : Azwar
Drs H Apriyadi MSi, R-APBD PALI 2016 Tetap Menekankan Pembangunan Infrastruktur
Foto bersama usai pertemuan reses anggota DPRD Dapil VI Provinsi Sumsel
Pendopo, BeritaPALI
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) melakukan Reses tahap III ke Kabupaten PALI yang dilasanakan di Aula Kantor Bupati PALI, Kamis (17/12). Hadir dalam acara reses antara lain Ketua DPRD Provinsi Sumsel; H Giri Ramanda, H Rizal Kenedi SH, Kamirul, Asgianto, Edi Rianto dan Rachman Djalili yang didampingi oleh Waka DPRD PALI H Darmadi SH. Selain itu, reses juga dihadiri oleh Bupati PALI; Drs H Apriyadi MSi, Sekda PALI; Drs Amirudin Tjikmat, Anggota DPRD PALI, Kepala SKPD, Sekwan, Kapolsek Talang Ubi; KOMPOL Janton Silaban SIK SH, para Camat, Pemangku Adat, Tokoh Masyarakat dan tokoh lainnya.
Dalam kesempatan tersebut, Drs H Apriyadi MSi mengatakan Pildaka perdana Kabupaten PALI 9 Desember beberapa waktu lalu telah terselenggara dengan baik dengan hasil hasil yang tentu diharapkan oleh masyarakat PALI.
Mengenai APBD 2016 yang merupakan APBD pertama yang dibahas oleh DPRD PALI, tetap menekankan pembangunan infrastruktur baik itu transportasi, kesehatan maupun pendidikan dengan perbandinga 70% : 30%.
"Pada APBD 2015 sebesar 711 M, Alhamdulillah karena disupport dari APBD Provinsi maka beberapa proyek dibangun di PALI, antara lain Jembatan Payu Putat yang secara fisik sudah selesai tinggal di 2016 nanti untuk penimbunan dan akses jalan. Selain itu pembangunan jembatan Kertadewa yang saat ini sudah diizinkan oleh Kadin PU untuk dilintasi dan juga RS Pratama yang Insya Allah tahap pertama selesai 20 Desember nanti," papar Apriyadi.
Dikatakan Apriyadi, dengan adanya proyek dari provinsi tersebut tentu saja masyarakat PALI sangat bergembira termasuk proyek pembbangunan irigasi dan normalisasi sungai melalui Dinas PU CK Pengairan.
"Ini semua berkat perjuangan DPRD Sumsel khusunya anggota yang berasal dari Dapil 6; Prabumulih, PALI dan Muara Enim," lanjut Apriyadi.
Sementara itu, Ketua DPRD Sumsel; H Giri Ramanda mengungkapkan bahwa dirinya kagum atas perkembangan dan kemajuan Kabupaten PALI.
"Kalu dulu ndak ke PALI ini pacak pegi dak tau balek, beraqngkat pagi nyampai sore ndak balek nunggu pagi lagi," ungkapnya.
Lanjut Giri, Kedepan Provinsi akan mengambil alih pembangunan jalan Tanah Abang - Modong menjadi jalan provinsi begitu pula dengan jalan Tanah Abang – Dangku - Teluk Lubuk.
"Hanya saja berbedah dengan jalan Pertamina selama ini anggarannya diambil dari anggaran belanja modal Pusat bukan dari dana CSR. Jadi akibatnya akan mengurangi pengembalian dana dari pusat atau DBH (Dana Bagi Hasil, red). Sedangkan untuk CSR perusahaan lebih banyak memberikan proyek atau kegiatan yang kurang bermanfaat bagi masyarakat," pungkas Giri.
Teks/ Foto : Nurul
Editor : Azwar
Rabu, 22 April 2015
Pemerintah, SKPD, Sumsel
Palembang [BeritaPALI.com] - Gubernur Sumatera Selatan Ir. H. Alex Noerdin melantik Drs. H. Apriadi, M.Si sebagai Penjabat Bupati PALI menggantikan posisi yang sebelumnya dijabat oleh Ir. H. Heri Amalindo, MM selama 2 tahun. Acara serah terima jabatan (SRTIJAB) Bupati PALI tersebut dilaksanakan di Gedung Bina Praja Provinsi Sumatera Selatan hari ini.
Hadir dalam acara tersbut diantaranya Gubernur Sumsel Ir. H. Alex Noerdin, Wagub Sumsel Ir. H. Ishak Mekki, Ketua DPRD Provinsi Sumsel H. Giri Ramanda Keimas, sejumlah anggota DPRD Sumsel, Kepala Kejaksaan Negeri Sumsel, Kesdam Sumsel, Ir H Heri Amalindo MM Penjabat Bupati PALI yang lama dan pejabat bupati yang baru Drs. H. Apriyadi Msi, Marta Dinata Ketua DPRD PALI dan 25 anggota DPRD PALI, ketua tim pengerak PKK Sumsel serta para undangan yang hadir.
Pengambilan sumpah jabatan dibacakan langsung oleh Gubernur Sumsel,
Drs Apriyadi sebagai pejabat bupati pali segera ditandatangani oleh Ir H Alex Noerdin Gubernur sumsel dan tanda tangan pakta integeritas.
“Gubernur sumsel H Alex Noerdin dalam sambutannya mengatakan Alhamdulilah pali sekarang sudah menjadi kabupaten maju dan sudah kelihatan geliat pembangunan. Seperti inprastuktur jalan pembinaan masyarakat, pendidikan. Kabupaten bagus tergantung pada pimpinan. kalau salah milih pemimpin menyesal 5 tahun sebentar lagi pilkada 7 bupati, tugas bupati tidak boleh calon bupati
Tugasnya menlanjutkan pembangunan yang terdahulu sehingga harus netral tidak boleh memihak lanjut Alex "Dia hanya mempersiapkan pilkada pali. masa jabatan lebih kurang 1 Tahun dalam pilkada pali tugas berat mensukseskan dan membentuk struktur dan anggaran, nanti akan ada bantuan dari provinsi sumsel ada 2 kabupaten baru muratara dan pali,muratara hangat terus pali adem ayem itu tandanya kabupaten maju hebat palii bisa mengalahkan kabupaten/kota yang ada di sumsel.”katanya.
Ditambahkan Alex kabinet yang sudah ada telah dibentuk jangan di rubah semua nanti adik beradik dimasukkan semua.” ujar Alex sambil bercanda.
(suherman)
saudara Apriyadi pejabat bupati pali yang baru Menyandang tugas dan tangung jawab yang besar terhadap Bangsa dan Negara berdasarkan undang-undang dasas(UUD) 1945 dan Pancasila serta mensejahtrakan rakyat selain disaksikan diri sendiri dan saksikan oleh allah swt sumpah jabatan ini dilangsungkan penandatangan sumpah jabatan dan tanda jabatan dan selanjutnya petikan surat dan pembacaan naskah atas nama Presiden Republik Indonesia Joko Widodo dibacakan langsung oleh Gubernur sumsel pelantikan dengan resmi melantik
Ir. H. Alex Noerdin Lantik Drs. H. Apriadi, M.Si sebagai Penjabat Bupati PALI
- Gantikan Posisi Ir. H. Heri Amalindo, MM
Palembang [BeritaPALI.com] - Gubernur Sumatera Selatan Ir. H. Alex Noerdin melantik Drs. H. Apriadi, M.Si sebagai Penjabat Bupati PALI menggantikan posisi yang sebelumnya dijabat oleh Ir. H. Heri Amalindo, MM selama 2 tahun. Acara serah terima jabatan (SRTIJAB) Bupati PALI tersebut dilaksanakan di Gedung Bina Praja Provinsi Sumatera Selatan hari ini.
Hadir dalam acara tersbut diantaranya Gubernur Sumsel Ir. H. Alex Noerdin, Wagub Sumsel Ir. H. Ishak Mekki, Ketua DPRD Provinsi Sumsel H. Giri Ramanda Keimas, sejumlah anggota DPRD Sumsel, Kepala Kejaksaan Negeri Sumsel, Kesdam Sumsel, Ir H Heri Amalindo MM Penjabat Bupati PALI yang lama dan pejabat bupati yang baru Drs. H. Apriyadi Msi, Marta Dinata Ketua DPRD PALI dan 25 anggota DPRD PALI, ketua tim pengerak PKK Sumsel serta para undangan yang hadir.
Pengambilan sumpah jabatan dibacakan langsung oleh Gubernur Sumsel,
Drs Apriyadi sebagai pejabat bupati pali segera ditandatangani oleh Ir H Alex Noerdin Gubernur sumsel dan tanda tangan pakta integeritas.
“Gubernur sumsel H Alex Noerdin dalam sambutannya mengatakan Alhamdulilah pali sekarang sudah menjadi kabupaten maju dan sudah kelihatan geliat pembangunan. Seperti inprastuktur jalan pembinaan masyarakat, pendidikan. Kabupaten bagus tergantung pada pimpinan. kalau salah milih pemimpin menyesal 5 tahun sebentar lagi pilkada 7 bupati, tugas bupati tidak boleh calon bupati
Tugasnya menlanjutkan pembangunan yang terdahulu sehingga harus netral tidak boleh memihak lanjut Alex "Dia hanya mempersiapkan pilkada pali. masa jabatan lebih kurang 1 Tahun dalam pilkada pali tugas berat mensukseskan dan membentuk struktur dan anggaran, nanti akan ada bantuan dari provinsi sumsel ada 2 kabupaten baru muratara dan pali,muratara hangat terus pali adem ayem itu tandanya kabupaten maju hebat palii bisa mengalahkan kabupaten/kota yang ada di sumsel.”katanya.
Ditambahkan Alex kabinet yang sudah ada telah dibentuk jangan di rubah semua nanti adik beradik dimasukkan semua.” ujar Alex sambil bercanda.
(suherman)
saudara Apriyadi pejabat bupati pali yang baru Menyandang tugas dan tangung jawab yang besar terhadap Bangsa dan Negara berdasarkan undang-undang dasas(UUD) 1945 dan Pancasila serta mensejahtrakan rakyat selain disaksikan diri sendiri dan saksikan oleh allah swt sumpah jabatan ini dilangsungkan penandatangan sumpah jabatan dan tanda jabatan dan selanjutnya petikan surat dan pembacaan naskah atas nama Presiden Republik Indonesia Joko Widodo dibacakan langsung oleh Gubernur sumsel pelantikan dengan resmi melantik
Senin, 13 April 2015
Kesehatan, Prabumulih, Sumsel
PRABUMULIH- Jeep Prabumulih Community (JPC) gelar donor darah, bertempat di GOR Prabujaya, Minggu (12/4/2015).
Hadir selain Walikota Prabumulih, juga Wakil Walikota Andriansyah Fikri, Wakil Ketua DPRD HM Daud Rotasi, Sekda Djoharuddin Aini, Ketua JPC Deni Victoria, Asisten III HM Yusuf Arni, Kepala SKPD Pemkot Prabumulih, anggota JPC dan undangan.
Walikota Prabumulih H. Ridho Yahya saat membuka acara donor darah mengatakan, dirinya menyambut baik digelarnya acara ini.
"Kita mendukung baik upaya ini, dan selanjutnya terus dapat melakukan kegiatan yang menyentuh ke masyarakat," ungkap Ridho dalam sambutannya.
Ketua JPC Deni Victoria menyatakan kegiatan Donor darah yang dilakukan oleh JPC adalah bentuk kepedulian social terhadap warga di Prabumulih.
"Komunitas Jeep Prabumulih (JPC) adalah mitra pemerintah dalam membantu dan mensukseskan program pemerintah terutama bidang social dan harapan kedepan kita akan lakukan lagi kegiatan-kegiatan yang menyentuh dan bermanfaat bagi warga Prabumulih," jelas Deni Victoria saat dibincangi usai acara. Deni juga menambahkan kegiatan Donor Darah ini bekerjasama dengan Dinas Kesehatan dan PMI Kota Prabumulih
Usai membuka acara Walikota didampingi oleh Wakil Walikota Prabumulih Andriansyah Fikri melihat kegiatan donor darah yang diikuti anggota JPC dan masyarakat Prabumulih.(bmg)
BeritaPALI | TAJAM - LUGAS - TERPERCAYA
Wujud Kepedulian Sosial Terhadap Masyarakat, JPC Gelar Donor Darah
Hadir selain Walikota Prabumulih, juga Wakil Walikota Andriansyah Fikri, Wakil Ketua DPRD HM Daud Rotasi, Sekda Djoharuddin Aini, Ketua JPC Deni Victoria, Asisten III HM Yusuf Arni, Kepala SKPD Pemkot Prabumulih, anggota JPC dan undangan.
Walikota Prabumulih H. Ridho Yahya saat membuka acara donor darah mengatakan, dirinya menyambut baik digelarnya acara ini.
"Kita mendukung baik upaya ini, dan selanjutnya terus dapat melakukan kegiatan yang menyentuh ke masyarakat," ungkap Ridho dalam sambutannya.
Ketua JPC Deni Victoria menyatakan kegiatan Donor darah yang dilakukan oleh JPC adalah bentuk kepedulian social terhadap warga di Prabumulih.
"Komunitas Jeep Prabumulih (JPC) adalah mitra pemerintah dalam membantu dan mensukseskan program pemerintah terutama bidang social dan harapan kedepan kita akan lakukan lagi kegiatan-kegiatan yang menyentuh dan bermanfaat bagi warga Prabumulih," jelas Deni Victoria saat dibincangi usai acara. Deni juga menambahkan kegiatan Donor Darah ini bekerjasama dengan Dinas Kesehatan dan PMI Kota Prabumulih
Usai membuka acara Walikota didampingi oleh Wakil Walikota Prabumulih Andriansyah Fikri melihat kegiatan donor darah yang diikuti anggota JPC dan masyarakat Prabumulih.(bmg)
BeritaPALI | TAJAM - LUGAS - TERPERCAYA
Kesehatan, Prabumulih, Sumsel
PRABUMULIH - Perlahan namun pasti, pelayanan di RSUD Prabumulih makin meningkat. Terbukti sejak menjadi menjadi BLUD (Badan Layanan Umum Daerah) pelayanan medis di RSUD makin meningkat.
Hal ini terlihat dari kunjungan warga yang berobat di berbagai Poliklinik dan rawat inap semakin ramai. Salah satu warga Gunung Ibul, Jon saat dibincangi Rabu (8/4) saat sedang antre berobat di Poliklinik Umum menyatakan RSUD Prabumulih sudah mulai dipercaya warga untuk berobat.
"Sekarang ini la lemak kito nak berobat disini, pelayanannyo sudah bagus. Apolagi kito yang pake askes atau BPJS dilayani. Kalu sebelumnyo disini, pelayanannyo belum cak sekarang," ujar Jon.
Direktur RSUD Prabumulih dr Hj Rusmini Erwansyah MKes menyatakan pihaknya sedang berbenah dan meningkatkan pelayanan.
"Kita terus tingkatkan pelayanan. Baik dari dari dokter, alat kelengkapan medis dan sarana prasarana," jelas Rusmini di RSUD Prabumulih.
Rusmini menambahkan kebanyakan pasien yang berobat adalah warga Prabumulih dan warga Muara Enim, Gelumbang, Lembak bahkan PALI."Rujukan Geografis yang menyebabkan warga luar Prabumulih untuk berobat ke sini," terang Rusmini.
Kedepan lanjut Rusmini pihaknya terus berusaha meningkatkan pelayanan dan penambahan sarana di RSUD Prabumulih.(Usman)
BeritaPALI | TAJAM - LUGAS - TERPERCAYA
Warga Prabumulih Makin Senang Berobat di RSUD Prabumulih
| tampak ruang tunggu di RSUD Prabumulih |
Hal ini terlihat dari kunjungan warga yang berobat di berbagai Poliklinik dan rawat inap semakin ramai. Salah satu warga Gunung Ibul, Jon saat dibincangi Rabu (8/4) saat sedang antre berobat di Poliklinik Umum menyatakan RSUD Prabumulih sudah mulai dipercaya warga untuk berobat.
"Sekarang ini la lemak kito nak berobat disini, pelayanannyo sudah bagus. Apolagi kito yang pake askes atau BPJS dilayani. Kalu sebelumnyo disini, pelayanannyo belum cak sekarang," ujar Jon.
Direktur RSUD Prabumulih dr Hj Rusmini Erwansyah MKes menyatakan pihaknya sedang berbenah dan meningkatkan pelayanan.
"Kita terus tingkatkan pelayanan. Baik dari dari dokter, alat kelengkapan medis dan sarana prasarana," jelas Rusmini di RSUD Prabumulih.
Rusmini menambahkan kebanyakan pasien yang berobat adalah warga Prabumulih dan warga Muara Enim, Gelumbang, Lembak bahkan PALI."Rujukan Geografis yang menyebabkan warga luar Prabumulih untuk berobat ke sini," terang Rusmini.
Kedepan lanjut Rusmini pihaknya terus berusaha meningkatkan pelayanan dan penambahan sarana di RSUD Prabumulih.(Usman)
BeritaPALI | TAJAM - LUGAS - TERPERCAYA
Muara Enim, Sumsel
Belimbing- mirisnya kesadaran masyarakat dalam berkendara tak menghiraukan keselamatan diri sendiri terbukti di perlintasan rel kereta api cargo simpang belimbing,senin (13/4) kabupaten muara enim sumsel.
Pada hal petugas PJKA sudah memasang Pagar plang rambu-rabu serta alarm peringatan berbunyi tanda satu kereta akan lewat namun masih saja ada pengendara sepeda motor yang nekat menerobos lintasan tersebut anehnya berdasarkan pantauan berita pali tidak hanya satu orang pengendara yang nekat tapi tak kurang hampir sepuluh orang lebih dari arah yang berbedah
Sebenarnya semua orangpun tau kalau ingin selalu cepat tiba dirumah dengan alasan utama waktu yang dikejar namun yang lebih utama adalah keselamatan kita sendiri, terlalu besar resiko yang diambil terkadang harus meredang nyawa karena mengejar sang waktu patuhilah rambu rambu yang ada Tidak terpikirkan oleh mereka bahwa dirinya sangat dibutuhkan juga sudah ditunggu tunggu oleh kelurga tercinta dirumah dengan penuh harap (Hr)
Masyarakat tak hiraukan bahaya melintasi rel kereta api
| tampak seorang ibu dan pengendara lainnya nekat menyebrang diperlintasan kereta api saat plang ditutup |
Belimbing- mirisnya kesadaran masyarakat dalam berkendara tak menghiraukan keselamatan diri sendiri terbukti di perlintasan rel kereta api cargo simpang belimbing,senin (13/4) kabupaten muara enim sumsel.
Pada hal petugas PJKA sudah memasang Pagar plang rambu-rabu serta alarm peringatan berbunyi tanda satu kereta akan lewat namun masih saja ada pengendara sepeda motor yang nekat menerobos lintasan tersebut anehnya berdasarkan pantauan berita pali tidak hanya satu orang pengendara yang nekat tapi tak kurang hampir sepuluh orang lebih dari arah yang berbedah
Sebenarnya semua orangpun tau kalau ingin selalu cepat tiba dirumah dengan alasan utama waktu yang dikejar namun yang lebih utama adalah keselamatan kita sendiri, terlalu besar resiko yang diambil terkadang harus meredang nyawa karena mengejar sang waktu patuhilah rambu rambu yang ada Tidak terpikirkan oleh mereka bahwa dirinya sangat dibutuhkan juga sudah ditunggu tunggu oleh kelurga tercinta dirumah dengan penuh harap (Hr)
Rabu, 01 April 2015
Prabumulih, Sumsel
PRABUMULIH - Kepala Dinas Pekerjaan Umum Ir M Ardi Supratman menjelaskan akibat dipangkasnya APBD Prabumulih 2015, karena dipangkasnya Dana Hasil Migas dan juga berakibat dipotongnya anggaran APBD Kota Prabumulih 2015.
"Ya memang benar ada pemangkasan APBD Kota Prabumulih 2015 dan ini berimbas dari paket pekerjaan proyek di Dinas Pekerjaan Umum Prabumulih," jelas Ardi Supratman, saat ditemui diruangannya, Selasa (31/3).
Hal ini lanjut Ardi Supratman, karena naiknya harga minyak dunia dikisaran 110 dollar US. "Akibat naiknya harga minyak dunia, Pemerintah Pusat memangkas DBH Migas untuk daerah penghasil Migas di seluruh Indonesia," tambahnya.
Terkait, adanya imbas di paket pekerjaan proyek PU Kota Prabumulih, Ardi Supratman menyatakan hal ini menjadi konsekuensi dari harga minyak dunia yang naik.
"Saat ini Sekda Prabumulih bersama Kadis DPPKAD, Kepala BAPPEDA Prabumulih sedang melakukan konsultasi dengan perwakilan BPK RI dan Perwakilan BPKP RI di Palembang, meminta petunjuk terkaitnya pemangkasan APBD ini," lanjut Ardi.
Ia pun menerangkan pengaruh langsung dari pekerjaan proyek di Dinas Pekerjaan Umum. "Pengaruhnya jelas ada. Paket pekerjaan PU pun sedang dievalusi, walaupun sudah berjalan tender. Bisa saja ada pemotongan volume pekerjaan diantaranya perubahan RAB, Perubahan nilai kontrak serta revisi Perda," paparnya lagi.
Ataupun nantinya akan dibuat Surat Pernyataan kepada kontraktor pemenang tender, apakah bersedia pembayarannya diatur bertahap hingga 2016. "Tapi kemungkinan itu masih menjadi pilihan dan belum diputuskan. Kita berdoa saja ada petunjuk dari BPK dan BPKP yang bisa meringankan, hingga nantinya kontraktor tidak terpengaruh atas perubahan ini," tandasnya.( usman basir )
Harga Minyak Dunia Melambung, DBH Migas Dipangkas
| Ir. M, Ardi Supratman |
PRABUMULIH - Kepala Dinas Pekerjaan Umum Ir M Ardi Supratman menjelaskan akibat dipangkasnya APBD Prabumulih 2015, karena dipangkasnya Dana Hasil Migas dan juga berakibat dipotongnya anggaran APBD Kota Prabumulih 2015.
"Ya memang benar ada pemangkasan APBD Kota Prabumulih 2015 dan ini berimbas dari paket pekerjaan proyek di Dinas Pekerjaan Umum Prabumulih," jelas Ardi Supratman, saat ditemui diruangannya, Selasa (31/3).
Hal ini lanjut Ardi Supratman, karena naiknya harga minyak dunia dikisaran 110 dollar US. "Akibat naiknya harga minyak dunia, Pemerintah Pusat memangkas DBH Migas untuk daerah penghasil Migas di seluruh Indonesia," tambahnya.
Terkait, adanya imbas di paket pekerjaan proyek PU Kota Prabumulih, Ardi Supratman menyatakan hal ini menjadi konsekuensi dari harga minyak dunia yang naik.
"Saat ini Sekda Prabumulih bersama Kadis DPPKAD, Kepala BAPPEDA Prabumulih sedang melakukan konsultasi dengan perwakilan BPK RI dan Perwakilan BPKP RI di Palembang, meminta petunjuk terkaitnya pemangkasan APBD ini," lanjut Ardi.
Ia pun menerangkan pengaruh langsung dari pekerjaan proyek di Dinas Pekerjaan Umum. "Pengaruhnya jelas ada. Paket pekerjaan PU pun sedang dievalusi, walaupun sudah berjalan tender. Bisa saja ada pemotongan volume pekerjaan diantaranya perubahan RAB, Perubahan nilai kontrak serta revisi Perda," paparnya lagi.
Ataupun nantinya akan dibuat Surat Pernyataan kepada kontraktor pemenang tender, apakah bersedia pembayarannya diatur bertahap hingga 2016. "Tapi kemungkinan itu masih menjadi pilihan dan belum diputuskan. Kita berdoa saja ada petunjuk dari BPK dan BPKP yang bisa meringankan, hingga nantinya kontraktor tidak terpengaruh atas perubahan ini," tandasnya.( usman basir )
Senin, 30 Maret 2015
Muara Enim, Perkebunan, Rambang Dangku, Sumsel
Di PHK, Ratusan karyawan MHP Demo
| Suasana saat karyawan PT. MHP melakukan demo |
Rambang Dangku - Ratusan Karyawan PT Musi Hutan Persada (MHP) dari wilayah 2 Air Kemang PALI, senin (30/3) melakukan aksi demo di kantor Lokner MHP Niru Kabupaten Muara Enim,
Menurut Eliyanson, ketua FSBDSI Kabupaten Muara Enim mengatakan maksud kedatangan meraka adalah mempertanyakan pemutusan hubungan kerja (PHK) secara sepihak yang dilakukan oleh PT MHP terhadap ratusan karyawannya dan meminta penjelasan dari managemen PT MHP.
"Selain itu kami juga mempertanyakan mengapa perusahaan membatasi dan menghapus jam lembur, pensiun dini dan lainnya." Tegasnya
Sementara itu, Aminulah mewakili Pihak Managemen PT MHP didampingi Topan Syarif, mengakatakan para pendemo tentu sudah sangat paham bahwa sejak Tahun 2011 sampai saat ini PT MHP mengalami kerugian.
"Berdasarkan audit perusahaan bersama-sama dengan serikat di Tahun 2012 menyakinkan kebangkrutan mengurangi karyawan evisiensi sudah 802 org karyawan dikurangi sejak tahun 2012 kami bersama serikat berupaya untuk melakukan evisensi dibina melalui evaluasi setelah mencapai target memang kajian kita terhadap kondisi prusahaan, dalam posisi sekarangg mengalami kerugian 300 miliar ditahun ini," ungkap Aminulah.
"Secara besinergi untuk mengurangi beban biaya dan menyelamatkan prusahaan evisiensi progam dengan kekuatan yang ada kami sedang terpuruk PT MHP menyuplai kayu belum sesuai. Diharapkan kita bersama serikat sepakat untuk melakukan evisiensi makanya ada karyawan di PHK dikaji dari semua sektor, semua lini,"cetus Amin,(Hr)
Rabu, 25 Maret 2015
Prabumulih, Sumsel
Instiper Bandung Sosialisasi Beasiswa dan Ikatan Dinas di SMKN 2 Prabumulih
PRABUMULIH - Bertempat di SMKN 2 Prabumulih Tanjung Raman, Instiper Bandung menggelar Sosialisasi Beasiswa dan Ikatan Dinas bagi siswa SMK.N2, Rabu (25/3).
Acara sosialisasi ini dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan HM Rasyid, Kepala Dinas Kesehatan dr Iwan Hasibuan, Kepala SMKN2 Salijon dan siswa SMK.N 2 Prabumulih.
Ir Sunardi, dosen Instiper Bandung menyatakan sosialisasi ini bertujuan membuka peluang menempuh pendidikan tingkat Perguruan Tinggi kepada siswa SMK.N2, melalui program beasiswa dan ikatan dinas.
Kepala Dinas Pendidikan HM Rasyid berharap siswa SMK.N 2 dapat memanfaatkan peluang belajar di Instiper Bandung ini.
"Disdik Prabumulih mendukung penuh upaya ini dan berharap nantinya ada siswa SMK.N2 Prabumulih yang terpilih dalam program beasiswa dan Ikatan Dinas ini," jelas HM Rasyid.(Usman Basir)
Powered by Telkomsel BlackBerry®
Acara sosialisasi ini dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan HM Rasyid, Kepala Dinas Kesehatan dr Iwan Hasibuan, Kepala SMKN2 Salijon dan siswa SMK.N 2 Prabumulih.
Ir Sunardi, dosen Instiper Bandung menyatakan sosialisasi ini bertujuan membuka peluang menempuh pendidikan tingkat Perguruan Tinggi kepada siswa SMK.N2, melalui program beasiswa dan ikatan dinas.
Kepala Dinas Pendidikan HM Rasyid berharap siswa SMK.N 2 dapat memanfaatkan peluang belajar di Instiper Bandung ini.
"Disdik Prabumulih mendukung penuh upaya ini dan berharap nantinya ada siswa SMK.N2 Prabumulih yang terpilih dalam program beasiswa dan Ikatan Dinas ini," jelas HM Rasyid.(Usman Basir)
Powered by Telkomsel BlackBerry®
Selasa, 17 Maret 2015
Cahaya Hati, HL, Pendopo, Sumsel
PENDOPO - DPW LASQI Provinsi Sumsel lantik DPD LASQI Kabupaten PALI dalam rangka menyambut dirgahayu Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) ke - 2 tanggal 22 April 2015.
Hj. Elliza Alex Noerdin : "Semoga LASQI dapat berkembang di Kabupaten PALI"
![]() |
| Penampilan salah satu grub Qasidah |
![]() |
| Para tamu yang menghadiri acara pelantikan DPD LASQI Kabupaten PALI |
![]() |
| FOTO BERSAMA : tampak Hj. Sri Eliza Alex Noerdin, Bupati PALI Ir. H. Heri Malindo MM dan Hj. Sri Kustina Amalindo |
Pelantikan DPD Lembaga Seni Qasidah Indonesia (LASQI) Kabupaten PALI yang bertujuan membina dan menumbuh kembangkan Seni Budaya Islam di Kabupaten PALI dipusatkan di lapangan Sangar Pramuka Gelora Nopember Komplek Pertamina Pendopo, Selasa (17/3).
Acara tersebut dihadiri Penjabat Bupati PALI Ir. H. Heri Amalindo, MM, Hj. Elliza Alex Noerdin, Ir. Hj. Sri Kustina Amalindo, istri Kepala Daerah se-Provinsi Sumsel, Amirudin Tdjikmat, S.Sos Setda PALI, Drs. Supawi Bakir, MT Kabag Kesra PALI, dan sejumlah kepala SKPD PALI, dan DPRD PALI, unsur Muspida dan Muspika PALI, tokoh agama, tokoh masyarakat serta ibu-ibu Qasidah sekabupaten PALI serta ribuan masyarakat PALI dan juga para undangan lainnya.
Acara tersebut dihadiri Penjabat Bupati PALI Ir. H. Heri Amalindo, MM, Hj. Elliza Alex Noerdin, Ir. Hj. Sri Kustina Amalindo, istri Kepala Daerah se-Provinsi Sumsel, Amirudin Tdjikmat, S.Sos Setda PALI, Drs. Supawi Bakir, MT Kabag Kesra PALI, dan sejumlah kepala SKPD PALI, dan DPRD PALI, unsur Muspida dan Muspika PALI, tokoh agama, tokoh masyarakat serta ibu-ibu Qasidah sekabupaten PALI serta ribuan masyarakat PALI dan juga para undangan lainnya.
Penjabat Bupati PALI Ir. H. Heri Amalindo, MM mengatakan insyaAllah pertemuan dan kunjungan ini mendapat sapaat dan mengucapkan selamat datang kepada Ibu-Ibu istri kepala Daerah se-Sumsel di Bumi Serepat Serasan.
"Terima kasih kepada panitia pelaksana kegiatan LASQI yang telah bekerja keras dalam menyukseskan kegiatan ini guna mengangkat harkat dan martabat bagi pemeluk agama Islam karena agama Islam adalah agama tertinggi agama terbesar yang ada di Indonesia dengan nilai- nilai islam melalui ukhwah islamiah." ungkapnya.
Ditambahkannya melalui LASQI, budaya asing dapat dihambat dan LASQI diharapkan mampuh mengembangkan seni budaya islam yang ada di kabupaten PALI, serta mampuh membangun mental etika dan moral umat islam di Bumi Serepat Serasan.
Hal Senada juga diberikan oleh Hj. Elliza Alex Noerdin dan juga menekankan agar LASQI dapat berkembang di kabupaten lain yang ada di Sumsel.
Terpisah,Hj. Sri Kustina Heri Amalindo mengatakan dengan dilantiknya DPD LASQI Kabupaten PALI semoga dapat mengembangkan seni dan budaya islamia di Kabupaten PALI. (HR)
Hal Senada juga diberikan oleh Hj. Elliza Alex Noerdin dan juga menekankan agar LASQI dapat berkembang di kabupaten lain yang ada di Sumsel.
Terpisah,Hj. Sri Kustina Heri Amalindo mengatakan dengan dilantiknya DPD LASQI Kabupaten PALI semoga dapat mengembangkan seni dan budaya islamia di Kabupaten PALI. (HR)
Langganan:
Postingan (Atom)










