| Kades Dangku Khoiri Jeferson, bersama 'Kentongan' Keramat di Kantor Kepala Desa Dangku |
Tanah Abang, BeritaPALI -- Konon ada sebuah benda keramat yang terletak di balai desa Dangku Kecamatan Rambang Dangku Kabupaten Muara Enim tidak jauh dari Tanah Abang, PALI. Benda itu biasa disebut "getok bawah balai" oleh masyarakat marga Empat Petulai Dangku.
Konon Kentongan kayu ini sudah ada sejak sebelum Puyang Maraje Besi, dulu menjadi sarana untuk memberi panggilan atau pemberitahuan kepada warga.
" bile ditutus itu pertande ade marabahaye; misal nye urang titek kayek, kebakaran, atau musibah pertumpahan darah " ujar salah seorang tetua Adat Dangku Abu Hasyim.
Lebih rinci dijelaskan oleh Kepala Desa Dangku Khoiri Jeferson.M bahwa selama ini benda berukuran 2 meter dengan diameter 35 cm ini diletakkan begitu saja di Balai Desa.
" Sekarang Getok (kentongan, red.) ini kita pelihara dan kita tempatkan di Kantor Kepala Desa, dan difungsikan kembali sebagai pemberi peringatan akan adanya kejadian penting dan luar biasa didalam desa Dangku " Ujar Kades 2 periode ini.
" Walaupun di era modern ini sudah ada pengeras suara dan HP akan tetap akan dipukul dan tentu saja tidak boleh sembarang dipukul " tegas Khoiri.
" boleh ditutos, kalu tige hal itu tapi kalau bukan tige hal itu dek boleh ditutos" katanya dengan dialek khas Lematang
Lebih jauh dituturkan oleh Khoiri " dulu kalu ade masalah 3 itu sepenting gawean urang pasti di tinggalke, untuk memenuhi panggilan getok itu baik lagi mantang, merumput atau kerje ape bae, dan kalu urang idak mengiundahke panggilan itu die bakal dapat balak " ujarnya.
Bahkan ada mitos yang berkembang ditengah masyarakat, jika akan ada terjadi sesuatu bala bencana kadang 'Getok" ini akan berbunyi sendiri.
Terahir, Kades Khoiri berharap walaupun sudah zaman modern, ia minta agar aset budaya dan adat istiadat lama seperti membunytikan kentongan ini tetap di jaga, dipelihara dan lestarikan ***** (ard)