| Ir. M, Ardi Supratman |
PRABUMULIH - Kepala Dinas Pekerjaan Umum Ir M Ardi Supratman menjelaskan akibat dipangkasnya APBD Prabumulih 2015, karena dipangkasnya Dana Hasil Migas dan juga berakibat dipotongnya anggaran APBD Kota Prabumulih 2015.
"Ya memang benar ada pemangkasan APBD Kota Prabumulih 2015 dan ini berimbas dari paket pekerjaan proyek di Dinas Pekerjaan Umum Prabumulih," jelas Ardi Supratman, saat ditemui diruangannya, Selasa (31/3).
Hal ini lanjut Ardi Supratman, karena naiknya harga minyak dunia dikisaran 110 dollar US. "Akibat naiknya harga minyak dunia, Pemerintah Pusat memangkas DBH Migas untuk daerah penghasil Migas di seluruh Indonesia," tambahnya.
Terkait, adanya imbas di paket pekerjaan proyek PU Kota Prabumulih, Ardi Supratman menyatakan hal ini menjadi konsekuensi dari harga minyak dunia yang naik.
"Saat ini Sekda Prabumulih bersama Kadis DPPKAD, Kepala BAPPEDA Prabumulih sedang melakukan konsultasi dengan perwakilan BPK RI dan Perwakilan BPKP RI di Palembang, meminta petunjuk terkaitnya pemangkasan APBD ini," lanjut Ardi.
Ia pun menerangkan pengaruh langsung dari pekerjaan proyek di Dinas Pekerjaan Umum. "Pengaruhnya jelas ada. Paket pekerjaan PU pun sedang dievalusi, walaupun sudah berjalan tender. Bisa saja ada pemotongan volume pekerjaan diantaranya perubahan RAB, Perubahan nilai kontrak serta revisi Perda," paparnya lagi.
Ataupun nantinya akan dibuat Surat Pernyataan kepada kontraktor pemenang tender, apakah bersedia pembayarannya diatur bertahap hingga 2016. "Tapi kemungkinan itu masih menjadi pilihan dan belum diputuskan. Kita berdoa saja ada petunjuk dari BPK dan BPKP yang bisa meringankan, hingga nantinya kontraktor tidak terpengaruh atas perubahan ini," tandasnya.( usman basir )