Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 30 Desember 2016

, , ,

“Gang Komix”, Surganya Penikmat Obat Batuk

Kondisi 'Gang Komix' yang dipenuhi ribuang bungkus obat batuk

TALANG UBI -- Gang atau jalan Komix yang terletak di Talang Cepit RT 03 RW 03 Kelurahan Talang Ubi Selatan Kecamatan Talang Ubi sepertinya menjadi surganya para remaja untuk mengkonsumsi obat batuk jenis Komix. Pasalnya, di jalan yang panjangnya hanya sekitar 150 meter itu, terdapat ribuan bungkus Komix bekas konsumsi para remaja yang biasa nongkrong di tempat itu.

Seperi yang diungkapkan oleh Eka (30), warga setempat, dirinya mengaku resah dengan perilaku remaja sering mengkonsumsi komix di jalan itu.

“Kami tidak tahu apa yang dirasakan para remaja tersebut ketika mengkonsumsi obat batuk itu, namun kami resah jangan-jangan fenomena ini sama dengan fenomena remaja yang sering mengisap lem aibon,” ungkap Eka, Kamis (29/12).

Hal senada disampaikan Poniman (50), Ketua Rukun Warga  (RW) 03 yang kediamannya tidak jauh dari lokasi itu. Dikatakannya bahwa penamaan jalan setapak ‘gang komix’ tersebut, karena tempat itu dijadikan oleh remaja-remaja tempat untuk menenggak komix.

Poniman mengaku kalau pihaknya bersama masyarakat setempat pernah memergoki remaja remaja yang sedang mengkonsumsi komix di malam hari dan sudah diberikan arahan kepada remaja-remaja tersebut untuk tidak mekonsumsi komix lagi. Namun ungkapnya, sampai saat ini masih ada saja yang melakukanya.

“Kami berharap kepada pemerintah Kabupaten PALI ataupun dinas terkait untuk dapat mengatasinya sebelum ada korban karena berlebihan mengkonsumsi obat itu,” harapnya.[az]

Sabtu, 19 November 2016

,

Gandeng Dinkes, TP PKK PALI Launching Gerakan SMS dan Makan Buah

Peletakan jamban secara simbolis oleh Sekda PALI; H Robby Kurniawan SStp Msi dan Anggota  DPRD PALI; Drs Soemarjono
TALANG UBI -- Untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya Berperilaku Hidup Bersih dan Sehat, Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten PALI mengadakan acara launching Gerakan SMS yang merupakan singkatan dari Stop Meseng Sembarangan. Acara tersebut dibungkus bersamaan dengan Gerakan Makan Buah untuk memperingati Hari Jamban se-Dunia dan Hari Kesehatan Nasional ke 52 tahun itu dipusatkan di Lapangan Bola Sumberejo Kelurahan Talang Ubi Utara Kecamatan Talang Ubi PALI, Sabtu (19/11).

Dr Hj Eny Zatila selaku ketua pelaksana kegiatan mengatakan, meski masih berusia muda, namun Kabupaten PALI telah banyak meraih prestasi tingkat provinsi, seperti Juara I Balita Sehat kategori usia 2-5 tahun, Juara I Desa Ber-PHBS serta Desa Bersih dan Sehat, Juara I Posyandu Lansia dan Juara II Sekolah Sehat. “Ini adalah suatu yang membanggakan, dan kita bisa melihat bahwa peran serta masyarakat untuk berperilaku sehat sudah mulai terlihat,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan PALI ini.

Eny menyampaikan bahwa ada lebih dari 8 ribu rumah tangga di PALI belum memiliki jamban. Untuk itu, dirinya mengharapkan peran serta masyarakat dalam mendukung program SMS, seperti membuat arisan jamban atau bergotong royong bagi yang mampu membuatkan jamban bagi yang belum memiliki jamban. “Dengan begitu, kita bisa mengejar ketertinggalan kita dan mencapai target di 2019 masyarakat PALI 100% memiliki jamban, yang tujuannya untuk meningkatkan derajat kesehatan bagi masyarakat PALI,” lanjutnya.

Lebih jauh Eny mengatakan, bahwa program SMS yang dicanangkan oleh TP-PKK Kabupaten PALI saat ini telah diadobsi dan diterapkan di semua Kabupaten/Kota se-Sumatera Selatan.

Ketua TP-PKK Kabupaten PALI; Ir Hj Sri Kustina Heri Amalindo yang diwakili oleh Hj Rizki Arianti Robby, Wakil Ketua II TP-PKK Kabupaten PALI dalam sambutannya mengatakan, dalam mewujudkan kesehatan masyarakat, TP-PKK PALI bersama instansi terkait mengajak masyarakat untuk bahu membahu mengupayakan agar masyarakat atau keluarga di Kabupaten PALI dapat memiliki jamban 100% pada tahun 2019 sesuai target nasional.

Selain itu, lanjutnya, dalam mendukung Gerakan Masyarakat Sehat atau Germas, TP-PKK PALI juga mengajak masyarakat untuk memanfaatkan pekarangan rumah melalui program HATINYA PKK atau Halaman Asri, Teratur, Indah dan Nyaman. “Bapak/ Ibu dapat menanamkan sayur atau buah lokal di pekarangan rumah, selain membuat halaman menjadi indah, juga dapat mengonsumsi sayur dan buah yang sudah ditanam,” paparnya.

“Mudah-mudahan dengan kegiatan kita hari ini, menjadi langkah gerakan kita bersama menuju PALI sehat PALI yang Cemerlang,” harapnya.

Sementara itu, Bupati PALI; Ir H Heri Amalindo yang diwakili oleh Sekretaris Daerah PALI; H Robby Kurniawan SStp Msi mengapresiasi kinerja tenaga kesehatan di Kabupaten PALI atas prestasi yang telah diraih.

Dikatakan oleh Robby, saat ini di Kabupaten PALI ada 8.198 rumah tangga yang tidak memiliki jamban. Dengan jumlah sebesar itu, ungkap Robby, akan menyebabkan pencemaran lingkungan yang dapat meningkatkan kasus diare akibat sanitasi yang tidak baik. “Jika anak-anak menderita diare kronis, dapat mempengaruhi tumbuh kembangnya dan menyebabkan gizi buruk.  Hal ini tentunya akan menurunkan kualitas SDM kita yang sebenarnya merupakan modal dasar pembangunan Kabupaten PALI di masa mendatang,” ungkap mantan Pj. Bupati OKUS itu.

Dalam kesempatan itu, Robby juga mengapresiasi TP-PKK Kabupaten PALI yang telah mencetuskan program SMS  yang saat ini menjadi pilot project di Sumsel.

“Mari kita mulai berperilaku hidup bersih dan sehat dimulai dari keluarga dengan mengonsumsi sayur dan buah sebagai sumber serat dan multivitamin alami untuk menjaga tubuh kita dari penyakit tidak menular seperti darah tinggi, kencing manis dan penyakit jantung,” ajaknya.

Hadir dalam kegiatan itu diantaranya, Sekda PALI, Wakil Ketua II TP-PKK PALI, Wakil Ketua DPRD PALI; Devi Harianto SH MH, Anggota DPRD PALI; Drs Soemarjono, Kepala SKPD, Camat Talang Ubi; Habibi Cik Ading dan tenaga kesehatan dari RSUD Talang Ubi serta puskesmas yang ada di Kabupaten PALI.[az]

Kamis, 20 Oktober 2016

, , ,

Telan Dana Hampir 15 M, Rumah Sakit Pratama Lubai Ulu Terbengkalai

Rumah Sakit Pratama di Desa Karang Agung Kecamatan Lubai Ulu Kabupaten Muara Enim yang ditelantarkan


Muara Enim -- Pembangunan Rumah Sakit Pratama (RSP) di Desa Karang Agung Kecamatan Lubai Kabupaten Muara Enim Provinsi Sumatera Selatan yang menelan dana sebesar Rp.14.835.000.000,- Miliyar, dinilai sia-sia saja. Hal itu karena bangunan yang dikerjakan oleh PT. Detal Multi Kontruksi tersebut sekarang ini belum bisa dimanfaatkan.

"Kondisi bangunan Rumah Sakit Pratama ini ditelantarkan begitu saja, dan banyak rumput terlihat seperti belukar, serta tidak aktivitasnya disana," kata H Sumitro Efendi, Ketua PAC MKGR Kecamatan Lubai kepada BeritaPALI, Rabu (19/10).

Dikatakan oleh Sumitro, tujuan dibangunnya RSP itu untuk meningkatkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat di Kecamatan Lubai. Oleh sebab itu, dirinya menilai jika hanya ditelantarkan, maka uang negara yang nilainya hampir 15M tersebut sia-sia saja. "Kalau seperti ini sia-sia saja uang negara hampir 15 Miliyar itu, kalau rumput banyak disitu pak",tegas Sumitro.

Sementara itu, pembangunan pagar Rumah Sakit ini, anggarannya terpisah dari pembangunan gedung. "Untuk anggaran pembangunan pagarnya itu sebesar Rp. 969.812.000,- yang dikerjakan oleh CV. Ario Rizky. Jadi anggaran sebesar ini sangat disayangkan kalau terbengkalai seperti ini, jadi terkesan seolah-olah perencanaanya itu tidak matang," lanjut Sumitro.

Terkait permasalahan ini, Dr. H. Yan Riady MARS, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Muara Enim, Rabu (19/10),  ketika dikomfirmasi membenarkan bahwa Rumah Sakit Pratama tersebut sekarang ini memang belum ada aktivitas, karena keterbatasan dana, dan untuk pembangunan Rumah Pratama ini Murni dana dari APBD Muara Enim tahun 2015.

"Rumah sakit ini bersifat rujukan, dan namanya rumah sakit itu jangkauan itu 20 tahun kedepaan. Jadi kami bertarget di tahun 2017 Rumah Sakit itu dapat di operasikan," paparnya.

Dijelaskan oleh Yan Riady, mengenai tanggung jawab pembangunan, saat ini sudah tanggung jawab kuasa Penguna Anggaran (KPA), yang artinya Kepala Dinas yang bertangung jawab penuh kegiatan ini. "Kalau PPTK nya pak sugeng itu sudah habis tangung jawabnya," ungkapnya.(Pin)

Selasa, 04 Oktober 2016

Raja Barat Wakili PALI Ikut Lomba Desa Ber-PHBS dan Posyandu Berprestasi

Ny. Salilul Mukhtar saat melakukan penilaian pada Posyandu Desa Raja Barat

RAJA BARAT -- Tim penilai lomba desa ber-Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dan Posyandu Berprestasi Tingkat Provinsi Sumatera Selatan hari ini, Selasa (4/10), melakukan penilaian terhadap Desa Raja Barat Kecamatan Tanah Abang Kabupaten PALI. Tim yang dipimpin oleh Ketua Pokja IV TP-PKK Provinsi Sumatera Selatan, Ny. Salilul Mukhtar tersebut, disambut oleh Assisten II Sekretariat Pemkab PALI; Gogor Wira Bumi yang mewakili Bupati PALI.

Ny. Meka Soleh, yang membacakan sambutan Ketua TP-PKK PALI; Hj Sri Kustina Amalindo mengatakan, bahwa selain mendukung kegiatan posyandu di seluruh desa bahkan dusun, TP-PKK PALI juga sangat mendukung upaya PHBS, diantaranya adalah dengan program SMS yaitu Stop Mising (buang air besar, red) Sembarangan.

“Diharapkan program ini akan mempercepat upaya pemerintah meningkatkan akses sanitasi masyarakat, dalam hal ini jamban sehat yang menjadi salah satu indikator Perilaku Hidup Bersih dan Sehat,” paparnya.

Ditambahkan oleh Ny. Meka, bahwa keluarga di Desa Raja Barat 100% telah memiliki jamban sehat. Untuk itu diharapkan tidak ada lagi keluarga yang buang air besar sembarangan, sehingga penyakit menular seperti diare dan tipes dapat menurun serta dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.


Pada waktu yang sama, Bupati PALI; H Heri Amalindo dalam sambutannya yang dibacakan oleh Assisten II; Gogor Wira Bumi mengatakan, bahwa 10 indikator PHBS harus dimulai dari rumah tangga. “Jika hal itu dapat diterapkan, kami yakin akan tercipta anggota keluarga yang sehat, tidak muda sakit serta pengeluaran rumah tangga dapat memenuhi kebutuhan lain diluar biaya pengobatan,” ungkapnya.

Sedangkan pemberdayaan masyarakat lewat kegiatan posyandu, lanjutnya, akan bermanfaat untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan masyarakat agar mampu mengidentifkasi masalah yang dihadapi, potensi yang dimiliki, merencanakan dan memecahkan masalahnya dengan memanfatkan potensi setempat.

Dalam kesempatan itu, Gogor berharap Desa Raja Barat dapat membawa PALI menjadi yang terbaik se-Sumatera Selatan. “Yang harus diingat, jangan samakan dengan di Palembang, karena di Palembang yang dinilai adalah komplek, sedangkan di PALI yang dinilai adalah masyarakat betul,” pungkasnya.

Usai acara pembukaan, tim tersebut langsung melakukan penilaian ke Posyandu, PHBS dan rumah sehat.

Ditemui diselah acara, Ny. Salilul yang mewakili rombongan Tim Penilai lomba didampingi oleh Kepala Dinas Kesehatan PALI; dr Hj Eny Zatila, mengapresiasi masyarakat Desa Raja Barat karena telah merawat dan menjaga lingkungan. “Artinya informasi untuk mengajak masyarakat sehat, ber-PHBS dan ikut posyandu berhasil, jadi peran pemerintah telah terbukti,” ungkapnya.

Diungkapkannya, bahwa dari 6 kabupaten/kota yang telah dikunjungi,  Desa Raja Barat selaku wakil Kabupaten PALI berpotensi untuk menjadi juara. “Jika melihat dari tatanan, Desa Raja Barat sudah masuk nominasi, namun kita masih perlu menilai kabupaten/kota lainnya,” lanjutnya.

Ditambahakan oleh dr Eny Zatila, bahwa salah satu upaya Pemkab PALI untuk mempromosikan pola hidup bersih dan sehat adalah baik melalui media, poster serta turun langsung kelapangan dan melalui lagu. “Jadi dengan lagu ini, masyarakat dapat lebih mudah mengingat apa saja 10 indikator perilaku hidup bersih dan sehat,” kata Eny.

Selain itu, lanjut Eny, untuk mewujudkan PHBS, Dinkes juga bekerjasama dengan organisasi masyarakat salah satunya TP-PKK. “Karena TP-PKK kegiatannya lebih banyak kepada rumah tangga, sedangkan kriteria sehat itu harus dimulai dari ikatan keluarga. Untuk bias menjadi keluarga yang sehat maka harus menerapkan 10 indikator PHBS tadi, diantaranya tidak lagi bersalin dengan dukun, menggunakan air bersih, buang sampah pada tempatnya serta memakan aneka ragam buah dan sayar setiap hari,” papar Eny.

Lebih lanjut Eny mengungkapkan bahwa untuk mengubah perilaku masyarakat memang tidaklah muda, namun dirinya berharap perilaku hidup sehat ini bisa dimulai sejak usia dini.

Acara yang dimulai pukul 11.00 itu, selain dihadiri oleh assisten II Setda PALI, juga dihadiri oleh beberapa Kepala SKPD terkait, para camat se-PALI, Kades se-Kecamatan Tanah Abang serta Pengurus dan Kader TP-PKK, Posyandu dan PHBS se-Kecamatan Tanah Abang.[az]

Sabtu, 30 Juli 2016

,

Salurkan CSR, Pertamina Adakan Penyuluhan serta Pengobatan Gigi dan Umum

Penekanan sirene peresmian program CSR Pertamina Sehat


Pantadewa, BeritaPALI – Sebagai wujud komitmen kepedulian kepada masyarakat, PT. Pertamina (Persero) melalui RS Pertamedika Prabumulih mengadakan penyuluhan, pengobatan gigi dan pengobatan umum. Acara yang dipusatkan di SDN 26 Talang Ubi Desa Pantadewa Kecamatan Talang Ubi, Sabtu (30/7), dihadiri oleh Wakil Bupati PALI; Ferdian Andreas Lacony SKom MM, Pjs GM Pertamina EP Asset II; Patricius Sembiring, FM Pertamina Field Adera; Markus Haryono, Manager L&R Pertamina; Aji Dharmayasa, Ketua Pelaksana Kegiatan; drg Tiansa Pangindaman; Pjs Direktur RSP PBM; Eko Budi Sulistianto, Kadinkes PALI; dr Hj Eny Zatila, Kadisdikbud PALI; Drs Abu Hanifah, Camat Talang Ubi; Asrohi SSos MM; Ka. Puskesmas Talang Ubi dan Simpang Babat, Kades Pantadewa, Kades Purun, Kades Babat dan Kades Simpang 3 Babat.

Ketua pelaksana kegiatan, drg Tiansa Pangindaman pada laporannya mengatakan, kegiatan yang merupakan penyaluran dana Corporate Social Responsibility (CSR) ini telah dilaksanakan dari tanggal 28 Juli, yakni pemeriksaan kesehatan gigi di 4 sekolah, yaitu SDN 26 Talang Ubi, SDN 5 Penukal, SDN 9 Penukal dan SDN 14 Penukal.  “Sedangkan untuk kegiatan hari ini, dilakukan pengobatan gigi dan pengobatan umum yang diikuti oleh 250 anak dan 250 orang penduduk Kecamatan Talang Ubi dan Kecamatan Penukal,” ungkap Tiansa.

Pada kegiatan hari ini, lanjut Tiansa, tidak hanya sebatas pengobatan gigi dan pemeriksaan saja, tapi juga penyaluran paket Sembako sebanyak 250 paket kepada para siswa dan lansia.
Pemberian bantuan secara simbolis oleh Wabup PALI

Dipaparkan oleh Tiansa, sasaran kegiatan tersebut adalah kesehatan gigi para siswa di Kecamatan Talang Ubi dan Penukal. Karena menurutnya, hanya 40% anak yang mendapatkan pelayanan kesehatan gigi, hal itu dikarenakan dropnya ekonomi dan kurangnya tenaga kesehatan.

“Selain itu, Kecamatan Talang Ubi dan Kecamatan Penukal adalah kawasan operasional eksplorasi produksi PT. Pertamina Asset II EP. Oleh sebab itu, PT. Pertamina (Persero) sebagai perusahaan Nasional berskala dunia, berkomitmen untuk memberikan tanggung jawab sosial dan lingkungan melalui dana CSR,” paparnya.

Lebih jauh Tiansa mengatakan, melalui kegiatan yang bertema Pertamina Sehat ini, pihak perusahaan berupaya untuk konsisten mewujudkan kepedulian terhadap kesehatan masyarakat.

Foto bersama

Sementara itu, General Manager Pertamina EP Asset II, Ekariza dalam sambutannya yang dibacakan oleh Pjs GM Pertamina EP Asset II; Patricius Sembiring mengatakan selain fokus melakukan kegiatan operasional di bidang industri minyak dan gas yang menjadi sumber penerimaan negara, PT. Pertamina (Persero) juga senantiasa melaksanakan kegiatan yang memberikan nilai tambah bagi stakeholder.
“Salah satunya diwujudkan dengan program tanggung jawab sosial dan lingkungan atau yang lebih dikenal dengan Corporate Social Responsibility (CSR),” ujar Patricius.

Melalui kegiatan yang dilaksanakan ini, lanjut Patricius, diharapkan semua peserta dapat memiliki fisik yang sehat sehingga dapat mewujudkan Kabupaten PALI yang sehat. “Kegiatan ini juga sebagai wujud nyata kepedulian Pertamina kepada masyarakat di wilayah kerja operasional perusahaan, dengan memberikan kontribusi dalam peningkatan kesehatan anak-anak usia sekolah, meningkatkan wawasan dan pengetahuan tentang kesehatan gigi sejak dini dan membentuk serta mengembangkan karakter peduli kesehatan serta lingkungan, dengan moto CSR Pertamina menuju kehidupan yang lebih baik,” paparnya.

Wabup PALI saat menanyai cita-cita siswa kelas 2 SD

Wakil Bupati PALI dalam sambutannya berharap, selain penyaluran CSR di bidang kesehatan, PT. Pertamina juga dapat memberikan kepeduliannya di bidang pendidikan. Karena menurut Ferdian, pendidikan dan kesehatan merupakan hal yang tidak bisa dipisahkan.

“Kesehatan yang buruk akan membuat para siswa tidak bisa sekolah dan menjadi anak yang cerdas, sedangkan gigi yang buruk atau jelek, bisa membuat anak-anak tidak bisa menggapai cita-citanya,” ungkap Pria yang pernah bercita-cita menjadi Pilot pesawat tempur ini.

Dikatakan oleh Ferdian, pendidikan dan kesehatan bukan hanya tugas pemerintah dan guru, namun juga merupakan tugas mutlak orang tua. “Hari ini kita ada kegiatan penyuluhan dan pengobatan gratis, tapi selebihnya itu merupakan tugas orang tua. Misalnya, sebelum tidur anak-anak diingatkan untuk sikat gigi,” jelas Ferdian.

Lebih jauh, Ferdian mengajak para orang tua untuk ikut membantu mewujudkan PALI Cemerlang dengan cara mengontrol dan mengawasi aktivitas anak di sekolah dan saat bermain

Pada kesempatan itu, Ferdian meminta siswa kelas 2 SD untuk naik ke atas panggung, dan menanyai mengenai cita-cita para siswa tersebut. “Inilah para calon pemimpin PALI ke depan,” imbuh Ferdian.

Atas keberanian para siswa untuk tampil di atas panggung, Wabup PALI memberikan hadiah berupa perlengkapan sekolah.

Peninjauan pelaksanaan kegiatan pemeriksaan dan pengobatan gigi

Pada acara itu juga dilakukan penekanan sirene tanda dimulainya program CSR Pertamina, serta pemberian bantuan kepada siswa dan lansia secara simbolis Sehat oleh Wabup PALI dan Pjs GM Pertamina EP Asset II.[az]

Rabu, 09 Maret 2016

, ,

Dinkes Sumsel Siap Dukung Bangun Rumah Sakit Tipe C di PALI


Pendopo, BeritaPALI -- Untuk memperkecil kesenjangan kualitas kesehatan dan akses terhadap pelayanan kesehatan yang bermutu antara program program dari pusat perlu disinkronisasikan antara Provinsi dan kabupaten termasuk pekan imunisasi nasional ini

Hal itu disampaikan Dr Hj Eni Zatila MKM Kepala Dinas Kesehatan kabupaten PALI usai mengelar acara pencanangan Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Polio di gedung Serbaguna Kecamatan Talang Ubi Pendopo kabupaten PALI, Selasa (8/3/2016)  yang dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia.

Dikatakannya semua kegiatan tidak hanya putus ditingkat Provinsi saja namun membutuhkan pendekatan yang komprensif mulai dari tingkat pusat sampai ke daerah.

"Adanya keserasian program dan kegiatan yang dilakukan di Pusat hingga ke Daerah diharapkan akan mampu mengatasi permasalahan kesehatan," ungkapnya.

Selain itu sambung Eni Zatila, pembangunan sarana kesehatan berkembang secara dinamis mengikuti kebutuhan masyarakat, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta tatanan penyelenggaraan pemerintahan, berbagai permasalahan dan tantangan muncul yang membutuhkan solusi dan kebijakan yang tepat.

"Kita selalu memberikan arahan di setiap ada acara termasuk di media cetak dan radio dengan tujuan supaya meningkatkan kesadaran masyarakat menuju PALI sehat," ujar Eni

Diungkapkan oleh Eni, pihaknya sudah menyiapkan 270 POS PIN Polio yang tersebar di 5 kecamatan di Kabupaten PALI. Untuk itu dirinya berharap agar semua tenaga kesehatan mampu menyelenggarakan kegiatan tersebut dengan baik, efektif dan konperensif.

"Untuk program PIN Polio ini, kita menargetkan 100 persen minimal 95 persen,walaupun belum tercapai kita masih ada waktu dan terus mengadakan sweeping ke desa desa yang belum terjangkau oleh pihak kita," paparnya.

Sementara itu, Kadinkes Provinsi Sumatera Selatan; Dra Lesty Nurainy Apt MKes mengatakan, dari 11 kabupaten/kota yang ada di Provinsi Sumatera Selatan dia memilih kabupaten PALI pada acara pencanagan PIN secara serentak, karena dirinya belum perna berkunjung ke Bumi Serepat Serasan.

Selain itu, dikatakan oleh Lesty, Dr Hj Eni Zatila adalah teman baiknya dan dirinya ingin melihat langsung bagaimana antusias masyarakat menyambut program pemerintah tentang kesehatan dan beberapa program dari dinas kesehatan PALIini.

Menurutnya untuk merwujudkan sinkronisasi serta optimalisasi kegiatan antara Dinas Kesehatan Provinsi dan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota, Rumah Sakit dan Institusi kesehatan lainnya dalam hal pengembangan pelayanan kesehatan yang berkualitas perlu pendekatan dan komunikasi setiap waktu. Dan juga menurutnya Dinas Kesehatan PALI telah berhasil dalam menerapkan program program kesehatan, karena didukung oleh Bupati yang sangat peduli terhadap kesehatan masyarakatnya dan dia sangat bangga dengan peran Heri Amalindo yang memahami permasalahan di bidang kesehatan.

"Saya anggap Dinkes PALI sangat berhasil melaksanakan program yang kita terapkan, dan juga saya sangat bangga pada pak Heri Amalindo yang paham apa itu sehat, karena PALI ini kabupaten baru namun sudah bisa menyamai kabupaten kabupaten lainya," ujarnya

Ketika ditanya terkait rencana Pemerintah kabupaten PALI yang akan membangun Rumah Sakit tipe C, Kepala dinkes provinsi ini sangat merespon dan sangat mendukung hal tersebut.

"Kita siap membantu rencana pemerintah kabupaten PALI untuk membangun rumah sakit tipe C, dan saya sudah menganjurkan Dinkes Pali untuk mengajukan proposal agar dana DAK bisa turun ke kabupaten ini," imbuhnya.

Menurut Kadinkes Sumsel ini pihaknya sudah membantu membangun Rumah Sakit tipe D Pratama yang pengerjaannya belum rampung hanya menunggu satu periode lagi untuk bisa difungsikan, namun pihaknya akan terus menerapkan program dari Menteri Kesehatan Indonesia untuk menganjurkan masyarakat dalam menuju indonesia sehat.(Hr)











Selasa, 08 Maret 2016

Pospin Terbaik Diberi Hadiah Jalan-jalan Ke Bali

 
 
Beritapali.com - Ada-ada saja cara yang dilakukan Bupati ini untuk memotivasi jajarannya memberikan pelayanan terbaik.
Bukan sekedar insentif atau piagam saja. Tapi diberikan hadiah jalan-jalan ke pulau Bali.

Seperti yang dijanjikan Bupati Penukal Abab Lematang Ilir (PALI)  Heri Amalindo kepada kader kesehatan yang bertugas menyukseskan Pekan Imuninasi Nasional (PIN) Polio.
Kepada Pospin yang berhasil melaksanakan PIN diberikan hadiah jalan-jalan ke pulau Bali.

"Tadi Kadinkes mengatakan kepada pospin terbaik akan diberikan penghargaan. Sekarang saya tambah hadiahnya dengan jalan-jalan ke Bali" kata Heri Amalindo, saat membuka Pekan Imunisasi Nasional (PIN) di Gedung Serba Guna, Talang Ubi, selasa (8/3).

Meskipun penyelenggara PIN akan diberikan hadiah, Heri berharap ‎para kader dan tenaga medis untuk bersungguh-sungguh melaksanakan PIN dan tidak asal data.

Sebagai pelayan kesehatan, Heri meminta agar pelayanan tetap diutamakan. Jangan sampai ada balita yang tidak diberikan imunisasi.
Pelaksanaan Pekan Imunisasi Nasional yang digelar tanggal 8-15 Maret mendatang, Dinkes PALI telah menyiapkan 720 Pospin untuk melakukan imunisasi terhadap 1.220 bayi di kabupaten PALI.

Dan bagi pospin yang mampu meraih prosentase tertinggi akan diberikan penghargaan.
Sementara itu, Kadinkes Provinsi Sumatera Selatan dr Lesty Nuraini Apt MKes mengatakan pelaksanan PIN ini dilakukan secara serentak di seluruh Indonesia.

Lesty memberikan apresiasi atas antusiasme masyarakat untuk mengikuti PIN ini.
Lesty juga memberikan apresiasi atas pelaksanaan beberapa program yang pernah dijalankan di kabupaten PALI.(Hr)

(St)

Senin, 07 Maret 2016

,

Besok PIN Polio Dimulai

Pendopo, BeritaPALI -- Indonesia telah dinyatakan bebas polio bersama dengan negara anggota WHO di South East Asia Region (SEAR) pada bulan Maret 2014. Untuk mempertahankan keberhasilan tersebut, dan sebagai bagian melaksanakan komitmen mewujudkan Dunia Bebas Polio, Pemerintah Indonesia melakukan kegiatan imunisasi polio tambahan yaitu Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Polio yang akan mulai dilaksanakan besok 8 Maret hingga 15 Maret 2016 mendatang.

Untuk mendukung program Pemerintah tersebut, Pemkab PALI besok akan mengadakan pembukaan acara PIN Polio yang akan dilaksanakan di gedung Serba Guna Kecamatan Talang Ubi pukul 13.30 WIB.

PIN Polio adalah pemberian imunisasi tambahan polio kepada balita usia 0 hingga 59 bulan tanpa memandang status imunisasi polio sebelumnya. Tujuan PIN Polio antara lain mengurangi resiko penularan virus polio yang datang dari negara lain, memastikan tingkat kekebalan masyarakat terhadap penyakit polio cukup tinggi dan memberikan perlindungan secara optimal serta merata pada balita terhadap kemungkinan munculnya kasus polio.

Penyakit Polio merupakan penyakit pada susunan saraf pusat yang disebabkan oleh virus Polio. Secara klinis penyakit polio adalah anak dibawah umur 15 tahun yang menderita lumpuh layu akut. Penyebaran penyakit ini melalui kotoran manusia (tinja) yang terkontaminasi. Kelumpuhan dimulai dengan gejala demam, nyeri otot dan kelumpuhan pada minggu pertama sakit. kemudian bisa terjadi karena kelumpuhan otot pernafasan
yang tidak ditangani segera.(az/int)

Jumat, 13 November 2015

,

RS Pratama Tanah Abang Bukti Prestasi Pembangunan Pemkab PALI

Pembangunan tahap pertama RS Kelas D Pratama Tanah Abang

Tanah Abang, beritapali.com
Rumah Sakit Kelas D Pratama Kabupaten PALI saat ini sedang dalam masa pembangunan. Menurut Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 24 Tahun 2014, Rumah Sakit Kelas D Pratama adalah rumah sakit umum yang hanya menyediakan pelayanan perawatan kelas 3 (tiga) untuk peningkatan akses bagi masyarakat dalam rangka menjamin upaya pelayanan kesehatan perorangan yang memberikan pelayanan rawat inap, rawat jalan, gawat darurat, serta pelayanan penunjang lainya.

RS yang dikerjakan oleh PT Reka Mandiri ini dibangun di atas lahan hibah dari Nindi binti Analudin dan Yundri Septiansyah bin Analudin seluas 3ha di Desa Tanah Abang Kecamatan Tanah Abang Kabupaten PALI.

Analudin, tokoh masyarakat Tanah Abang yang juga merupakan orang tua kandung dari pemberi hibah lahan pembangunan RS tersebut mengatakan bahwa dirinya ikhlas memberikan lahan miliknya demi kepentingan masyarakat umum.

"Selain itu saya mendukung program Pemkab PALI untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dalam bidang kesehatan. Kalau di Tanah Abang sudah ada RS masyarakat tidak perlu jauh-jauh lagi jika mau berobat," ungkap Din, sapaan akrabnya.

Proyek pembangunan RS Kelas D Pratama ini untuk tahap pertama akan dibangun 5 unit menggunakan biaya dari APBD Kabupaten PALI tahun 2015 dengan nilai hampir 10M.

Teks/ Foto : Azwar
Editor : Nurul

Senin, 13 April 2015

, ,

Wujud Kepedulian Sosial Terhadap Masyarakat, JPC Gelar Donor Darah‬


‪PRABUMULIH- Jeep Prabumulih Community (JPC) gelar donor darah, bertempat di GOR Prabujaya, Minggu (12/4/2015).

Hadir selain Walikota Prabumulih, juga Wakil Walikota Andriansyah Fikri, Wakil Ketua DPRD HM Daud Rotasi, Sekda Djoharuddin Aini, Ketua JPC Deni Victoria, Asisten III HM Yusuf Arni, Kepala SKPD Pemkot Prabumulih, anggota JPC dan undangan.

Walikota Prabumulih H. Ridho Yahya saat membuka acara donor darah mengatakan, dirinya menyambut baik digelarnya acara ini.

"Kita mendukung baik upaya ini, dan selanjutnya terus dapat melakukan kegiatan yang menyentuh ke masyarakat," ungkap Ridho dalam sambutannya.

Ketua JPC Deni Victoria menyatakan kegiatan Donor darah yang dilakukan oleh JPC adalah bentuk kepedulian social terhadap warga di Prabumulih.

"Komunitas Jeep Prabumulih (JPC) adalah mitra pemerintah dalam membantu dan mensukseskan  program pemerintah terutama bidang social dan harapan kedepan kita akan lakukan lagi kegiatan-kegiatan yang menyentuh dan bermanfaat bagi warga Prabumulih," jelas Deni Victoria saat dibincangi usai acara. Deni juga menambahkan kegiatan Donor Darah ini bekerjasama dengan Dinas Kesehatan dan PMI Kota Prabumulih

Usai membuka acara Walikota didampingi oleh Wakil Walikota Prabumulih Andriansyah Fikri melihat kegiatan donor darah yang diikuti anggota JPC dan masyarakat Prabumulih.(bmg)




BeritaPALI | TAJAM - LUGAS - TERPERCAYA
, ,

Warga Prabumulih Makin Senang Berobat di RSUD Prabumulih‬

tampak ruang tunggu di RSUD Prabumulih
‪PRABUMULIH - Perlahan namun pasti, pelayanan di RSUD Prabumulih makin meningkat. Terbukti sejak menjadi menjadi BLUD (Badan Layanan Umum Daerah) pelayanan medis di RSUD makin meningkat.‬

‪Hal ini terlihat dari kunjungan warga yang berobat di berbagai Poliklinik dan rawat inap semakin ramai. Salah satu warga Gunung Ibul, Jon saat dibincangi Rabu (8/4) saat sedang antre berobat di Poliklinik Umum menyatakan RSUD Prabumulih sudah mulai dipercaya warga untuk berobat.‬

‪"Sekarang ini la lemak kito nak berobat disini, pelayanannyo sudah bagus. Apolagi kito yang pake askes atau BPJS dilayani. Kalu sebelumnyo disini, pelayanannyo belum cak sekarang," ujar Jon.‬

‪Direktur RSUD Prabumulih dr Hj Rusmini Erwansyah MKes menyatakan pihaknya sedang berbenah dan meningkatkan pelayanan.

"Kita terus tingkatkan pelayanan. Baik dari dari dokter, alat kelengkapan medis dan sarana prasarana," jelas Rusmini di RSUD Prabumulih.‬

‪Rusmini menambahkan kebanyakan pasien yang berobat adalah warga Prabumulih dan warga Muara Enim, Gelumbang, Lembak bahkan PALI."Rujukan Geografis yang menyebabkan warga luar Prabumulih untuk berobat ke sini," terang Rusmini.‬

‪Kedepan lanjut Rusmini pihaknya terus berusaha meningkatkan pelayanan dan penambahan sarana di RSUD Prabumulih.(Usman)



BeritaPALI | TAJAM - LUGAS - TERPERCAYA

Selasa, 07 April 2015

,

Kemenkes RI bersama NLR Kunjungi penderita kusta Desa Air Itam,

Penderita kusta saat berfoto besama dengan Netherland Leprosy Relief (NLR) Sasja Van Sregh

Penukal- Dari lima kecamatan yang ada di kabupaten penukal abab lematang ilir (PALI )sebanyak 18 kasus Penderita kusta di beberapa desa di Kecamatan penukal.
Mengingat tinginya kasus penderita penyakit kusta, Sasja Van Sregh (NLR) Kunjungi Pendrita Kusta serta membuat Tim dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia bersama Netherland Leprosy Relief (NLR), mengunjungi Kelompok Perawatan Diri (KPD) penderita kusta di Desa Air Itam,untuk melihat kegiatan-kegiatan apa saja yang telah dilakukan.
Terlihat tim yang terdiri dari, dr Firman, dr Riby, dan Sasja Van Sregh ini sangat terkesan sekali melihat berjalannya program yang dilakukan pemerintah Kabupaten PALI, dalam cara menemukan kasus kusta yang ada, dan cara penanganan penderitanya yang benar-benar diperhatikan.
Menurut dr Firman Kegiatan tersebut merupakan program pemberdayaan penderita kusta ""sekarang tugas kita adalah melakukan kegiatan dengan merambah pemberdayaan sosial ekonomi bagi penderita, kita mengharapkan batuan dari lintas sektor seperti dinas sosial, dinas tenaga kerja, karena tujuan kita tidaklah hanya menyebukan penderita penyakit kusta saja, akan tetapi bagaimana kita menciptakan kehidupan yang lebih baik bagi kelangsungan hidup mereka " harapnya.
Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten PALI, dr Eni Zatila MKM mengatakan, bahwa kasus kusta sendiri di wilayah Bumi Serepat Serasan ini terus mengalami penurunan setiap tahunnya, setelah program-program pencegahan dan pengobatan gencar dilakukan pihaknya secara rutin.
"Bisa kita lihat sendiri, penderita kusta di Kabupaten PALI ini di tahun 2014 terdapat 24 kasus. Sedangkan untuk tahun 2015 ini kita hanya menemukan 18 kasus kusta. Kita berkomitmen akan terus menekan angka tersebut hingga seminimal mungkin, serta kita akan seoptimal mungkin melakukan pengobatan," ujarnya, Jumat (3/4).
Menurut dr Eni Zatila ciri-ciri penyakit kulit kusta ini ditandai dengan otot yang melemah dan tidak bisa merasakan panas atau dingin jika kulit yang terserang disentuh. Akan mengalami mati rasa ini biasanya dirasakan pada bagian anggota tubuh yang biasa diserang adalah tangan dan juga kaki. Bentuk dari warna luka yang biasanya lebih terang dari warna aslinya. Pada daerah yang diserang akan sulit untuk merasakan atau mengalami kepekaan jika disentuh, Luka yang bersifat lebih lama, dan mengalami kerusakan pada mata.
"Apa bila ada masyarkat Kabupaten PALI menderita atau mengetahui hal-hal berkenaan dengan gejala peyakit kusata tersebut untuk segera mendatangi Posksesmas terdekat agar segra diberikan pengobatan" imbaunya
Lebih lanjut dikatakan mantan Direktur RSUD Talang Ubi ini, bahwa dirinya telah berkomunikasi dengan tim NLR, bahwa pihaknya akan memberikan bantuan modal usaha kelompok perawatan diri penderita kusta, dalam membuka usahanya masing-masing, guna meningkatkan perekonomian keluarganya.
"Kita juga mengharapkan kepada penderita kusta untuk tidak malu-malu dalam berobat. Karena dengan adanya pengobatakan sejak dini, maka penderita kusta sendiri bisa terhindar dari cacat yang bisa disebabkan oleh kusta," tutup ibu empat anak ini. (Hr)
Berita PALI








Sabtu, 14 Maret 2015

,

TANDING MARGA MEWAKILI KECAMATAN PENUKAL UTARA DALAM LOMBA GSI KABUPATEN PALI

Camat Penukal Utara Asparoni, SH.Msi, Kepala Desa Tanding Marga A. Riva'i dan tim GSI BKBPP PALI
Peserta sosialisai tampak antusias mendengarkan pengarahan
PENUKAL UTARA - Pada Kamis (12/3) tim lomba Gerakan Sayang Ibu (GSI) Kabuapten PALI yang dipimpin oleh Drs. Oli Ansori dari BKBPP PALI berkunjung ke Desa Tanding Marga untuk melakukan penilaian terhadap kegiatan Pokja IV TP-PKK Desa Tanding Marga yang mewakili Kecamatan Penukal Utara.

Hadir dalam acara tersebut, camat Penukal Utara Asparoni, SH. Msi, Ketua TP-PKK kecamatan Penukal Utara Ny. Sumarsi Asparoni Am, Keb, Kepala Desa Tanding Marga Akhmad Riva'I, ketua TP-PKK Tanding Marga Ny. Rinah A. Riva'I, Perangkat Desa, BPD dan anggota TP-PKK Tanding Marga lainnya.

Dalam kesempatan tersebut, Drs. Oli Ansori menyatakan bahwa tim penilai akan melihat sejauh mana tingkat perkembangan kegiatan GSI di Tanding Marga, terutama menyangkut kondisi kesehatan para ibu hamil, menyusui dan anak-anak balita, angka kematian dan kelahiran serta aktifitas Pokja IV PKK Tanding Marga lainnya.

Sementara Camat Penukal Utara, Asparoni, SH. Msi menegaskan pentingnya kegiatan ini akan memotivasi ibu-ibu untuk menjaga kesehatan dirinya dan anak-anaknya.

Dilain hal, Kepala Desa Tanding Marga Akhmat Riva'I menegaskan bahwa setiap perlombaan pasti ingin menang, maka ia berharap Tanding Marga dapat memenangkan lomba GSI Tingkat Kabupaten PALI ini.

"Kalaupun tidak menang harapan saya ini tetap dapat memotivasi kegiatan tersebut kearah yang lebih baik, dan itupun tidak luput dari peran Satgas GSI." Demikian jelas A. Riva'I.

Setelah acara pembukaan di Ruang Pertemuan Kantor Kepala Desa, dilanjutkan dengan peninjauan kegiatan ke Poskesdes dan Pondok Sayang Ibu Desa Tanding Marga. (Red)
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Selasa, 10 Maret 2015

, , , ,

Kunjungan Kerja Bupati PALI dan Anggota DPRD

Penjabat Bupati PALI, Ir H Heri Amalindo MM
PENDOPO - "Dengan diadakanya kujungan kerja ini kita bisa mengetahui apa saja kekurangan dan apa saja yang harus kita lengkapi didalam rumah sakit ini"

Hal itu diungkapkan Bupati PALI Ir. H. Heri Malindo, MM dalam kunjungan kerjanya, Selasa (10/3), bersama Dr.Eni Zatila Kepala Dinas Kesehatan dan Irwan, ST anggota Dewan Bumi Serepat Serasan saat melakukan kunjungan kerja (kunker) ke RSUD Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) sekaligus melihat-lihat keadaan gedung dan fasilitas yang  ada di rumah sakit tersebut.

Pada kesempatan itu para rombongan tampak meninjau ruangan dan fasilitas seluruh kamar satu persatu, serta berbincang dengan pasien yang sedang berobat di rawat inap dan memberi bantuan berupa uang saku kepada pasien.

Sementara itu Irwan, ST selaku Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), Kabupaten PALI, Mengatakan hal tersebut merupakan kunjungan kerja pertama Anggota Dewan sejak dilantik.

"Ini merupakan kunjungan kerja kita pertama kali sejak dilantik, kunjungn ini merupakan bentuk kegiatan agar kita cepat menanggapi apa saja yang kurang dari fasilitas rumah sakit tersebut." katanya.

Terpisah Dr Carli Diriktur RSUD PALI mengatakan bahwa dengan adanya kunjungan ini pihak rumah sakit akan mendapat banyak masukan apa-apa saja yang harus di tingkatkan baik dalam pelayanaan maupun fasilitas .

"Tentu dengan adanya kunjungan kerja ini kita bisa meningkatkan kedisiplinan dalam bekerja serta seluruh karyawan dan pasien bisa mengutarakan apa saja kepada Bupati dan Dewan mengenai fasilitas dan pelayanan dirumah sakit ini sehingga menjadi acuan bagi kita" pungkasnya. (Hr)
, ,

UGD Puskesmas Air Itam siap beroperasi

Bupati PALI tanda tangani peresmian UGD
PENUKAL - Gedung sarana berobat masyarakat layanan Unit Gawat Darurat (UGD) yang dibangun menggunakan dana APBD PALI tahun 2014 di desa Air Itam Kecamatan Penukal Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Senin (9/3) diresmikan langsung oleh penjabat Bupati PALI Ir. H. Heri Amalindo, MM.

Tampak hadir dalam acara tersebut penjabat Bupati PALI, Ir.H.Heri Amalindo MM.,asisten 3 Ruswani. SH, camat penukal, Junaidi SE.MM,  Camat Abab Drs. Arpan Manaman, Direktur RSUD PALI Dr. Carlie Kepdinkes PALI Dr. Eni Zatila serta Kepala Desa se-Kecamatan Penukal, tokoh agama, tokoh masyarakat serta para undangan lainnya.

Dengan motto, Kita Tingkatkan Akses Masyarakat ke Fasilitas Pelayanan Kesehatan Primer, tidak hanya UGD untuk pelengkapan fasilitas puskesmas tersebut, juga didukung dengan unit mobil  transportasi Ambulance baru

Usai peresmian UGD tersebut saat dikomfirmasi Ir. H. Heri Amalindo, MM memaparkan bahwa jika selama ini masyarakat yang ingin berobat selalu terkendala oleh jarak tempuh diharapakan dengan adanya UGD agar dapat  membantu meningkatkan layanan masyarakat disegi berobat, yang bersifat medadak tidak perlu jauh-jauh lagi, juga pemkab secara bertahab membangun UGD disetiap kecamatan.

“Sekarang sudah mencapai 40% UGD di kabupaten PALI namun kedepan kita tingkatkan menjadi 100% dengan menggunakan anggaran dana APBD PALI juga untuk tenaga medis kita mempunyai 10 dokter dan akan ditugaskan diwilayah masing-masing kecamatan kedepannya bila perlu kita ditugaskan empat Dokter tenaga medis disetiap UGD kecamatan,"paparnya 

Sementara itu Dr Eni Zatila Kadinkes PALI, juga menyampaikan bahwa ini adalah salah satu bentuk kepedulian Bupati terhadap masyarakat PALI juga setiap UGD memang diwajibkan ada unit mobil ambulan yang setiap saat bisa diopresikan.

“UGD ini  sudah siap di fungsikan sesuai kebutuhan masyarakat Air Itam dan sekitarnya.”tutup Eni 

Diwaktu yang sama Junaidi SE.MM Camat Penukal mengucapkan terima kasih banyak kepada Bupati PALI yang mana telah membangun layanan unit gawat darurat di kecamatan Penukal serta dilengkapi mobil ambulan baru.

“masyarakat Penukal kini tidak perlu jauh-jauh lagi berobat cukup disini saja dengan didukung sarana yang ada.” ucapnya(HR/ADV)





Tes Ambulan Baru

Pengguntingan Pita

Cek Darah

Bupati bersama pasien khitan

Peresmian Mobil Ambulan

Serah Terima kunci mobil ambulan

Jumat, 25 April 2014

, , ,

Warga Keluhkan Pelayanan RSUD Talang Ubi

Salah satu sudut ruangan pelayanan RSUD Talang Ubi


PALI – Buruknya pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), Talang Ubi bukan menjadi rahasia umum lagi. Dari kurang ramahnya pelayanan pegawai RSUD, peralatan medis kotor hingga toilet di RS yang jorok.

Mirisnya lagi, terdapat beberapa pegawai rumah sakit yang terlihat bermain Gaple dan Playstation (PS), saat jam kerja.

Baik pasien maupun keluarga pasien mendesak agar managemen segera diperbaiki guna memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Irawan, keluarga pasien yang tinggal di Talang Ubi, mengeluhkan kondisi tersbeut. Menurutnya, pelayanan di RSUD Talang Ubi belum maksimal. Seperti, kurang ramahnya perawat dan pegawai di RS tersebut dalam melayani pasien, salah satunya di bagian Unit Gawat Darurat (UGD).

“Perawat di RSUD Talang Ubi kurang ramah dalam melayani. Dan perawat juga “mahal” senyum di sana,” tutur Irawan.

Irawan menceritakan, sejak beberapa hari ini sang istri masuk RSUD Talang Ubi, pelayanan di rumah sakit tersebut belum maksimal didapat dari perawat.

“Saya sempat minta seprei yang baru, sebab seprei pertama sudah kotor dan sudah saya kembalikan. Sejak minta seprei itu, empat hari baru dikasih seprei yang baru. Alasan mereka tidak ada lagi seprei. Bagaimana ini pelayanannya,” sesal Irawan.

Irawan juga mengeluhkan kondisi toilet (WC) RSUD yang menurutnya bau busuk. “Baunya minta ampun, seperti ada yang mampet,” beber Irawan seraya mengeluhkan juga masalah penerangan (lampu).

Selain dikeluhkan pasien dan keluarga pasien, buruknya pelayanan di RS milik pemerintah daerah ini juga dibenarkan oleh pegawai rumah sakit.

“Terus terang keluhan-keluhan tersebut bukan menjadi rahasia lagi. Kondisinya memang begitu. Bukan saya mengada-ada, sebab saya sendiri merasakannya, bukan orang lain saja. Mereka (perawat), tak bisa dididik,” cetus salah satu sumber koran ini yang merupakan pegawai di RSUD Talang Ubi.

Tak hanya kurang ramah dalam melayani, bahkan menurut dia pegawai dan perawat di RS ini tak jarang menyepelekan pasien yang berobat yakni bermain gaple dan playstation (PS) di jam-jam dinas di ruang Unit Gawat Darurat (UGD).

“Ya, info itu tidak salah. Saya sendiri pernah melihatnya, saya ingat waktu itu kejadiannya t12 April 2014 lalu, sekitar pukul 13.30 WIB. Ada juga perawat perempuan yang ikut main. Mainnya di ruangan dokter. Padahal saat itu sedang banyak pasien. Kalau diluar jam dinas, ya menurut saya tidak apa-apa. Lah ini dilakukan pada saat jam dinas,” bebernya.

Sementara itu, Direktur RSUD Talang Ubi, dr Dandy Wijaya, hingga berita ini diturunkan belum berhasil dikonfirmasi lantaran nomor selularnya 08127872*** tidak aktif.
(FB : KABUPATEN PALI)

Jumat, 07 Februari 2014

, , ,

PALI Mendapat 15 Tenaga Dokter Program Dokter Internship

Foto bersama Dokter interenship dengan Gubernur Sumsel
PENDOPO - Menjawab kebutuhan masyarakat akan arti pentingnya pelayanan kesehatan, maka Pemkab PALI melalui Dinas Kesehatan Kabupaten PALI menyelenggarakan satu program "magang" bagi para lulusan kedokteran dengan nama Dokter Internship.
 
“Saat ini kita  mendapat 15 orang Dokter internship yang akan bekerja di Rumah Sakit dan Puskesmas Rawat inap yang ada di PALI.” demikian disampaikan Dr. Eni Zatila Kepala Dinas Kesehatan PALI kepada Berita PALI dalam acara Silaturahmi dan ramah tamah dengan Gubernur Sumsel Ir.H. Alex Noerdin,SH di wisma Mayang, komplek Pertamina Pendopo pada hari Rabu (5/2)

Dalam acara tersebut selain ramah tamah dan makan siang bersama yang dihadiri oleh Bupati PALI dan Bupati Muara Enim serta Petinggi PALI lainnya juga mendengarkan wejangan dari Gubernur dan diakhiri foto bersama (pL).