| Penderita kusta saat berfoto besama dengan Netherland Leprosy Relief (NLR) Sasja Van Sregh |
Penukal- Dari lima kecamatan yang ada di kabupaten penukal abab lematang ilir (PALI )sebanyak 18 kasus Penderita kusta di beberapa desa di Kecamatan penukal.
Mengingat tinginya kasus penderita penyakit kusta, Sasja Van Sregh (NLR) Kunjungi Pendrita Kusta serta membuat Tim dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia bersama Netherland Leprosy Relief (NLR), mengunjungi Kelompok Perawatan Diri (KPD) penderita kusta di Desa Air Itam,untuk melihat kegiatan-kegiatan apa saja yang telah dilakukan.
Terlihat tim yang terdiri dari, dr Firman, dr Riby, dan Sasja Van Sregh ini sangat terkesan sekali melihat berjalannya program yang dilakukan pemerintah Kabupaten PALI, dalam cara menemukan kasus kusta yang ada, dan cara penanganan penderitanya yang benar-benar diperhatikan.
Menurut dr Firman Kegiatan tersebut merupakan program pemberdayaan penderita kusta ""sekarang tugas kita adalah melakukan kegiatan dengan merambah pemberdayaan sosial ekonomi bagi penderita, kita mengharapkan batuan dari lintas sektor seperti dinas sosial, dinas tenaga kerja, karena tujuan kita tidaklah hanya menyebukan penderita penyakit kusta saja, akan tetapi bagaimana kita menciptakan kehidupan yang lebih baik bagi kelangsungan hidup mereka " harapnya.
Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten PALI, dr Eni Zatila MKM mengatakan, bahwa kasus kusta sendiri di wilayah Bumi Serepat Serasan ini terus mengalami penurunan setiap tahunnya, setelah program-program pencegahan dan pengobatan gencar dilakukan pihaknya secara rutin.
"Bisa kita lihat sendiri, penderita kusta di Kabupaten PALI ini di tahun 2014 terdapat 24 kasus. Sedangkan untuk tahun 2015 ini kita hanya menemukan 18 kasus kusta. Kita berkomitmen akan terus menekan angka tersebut hingga seminimal mungkin, serta kita akan seoptimal mungkin melakukan pengobatan," ujarnya, Jumat (3/4).
Menurut dr Eni Zatila ciri-ciri penyakit kulit kusta ini ditandai dengan otot yang melemah dan tidak bisa merasakan panas atau dingin jika kulit yang terserang disentuh. Akan mengalami mati rasa ini biasanya dirasakan pada bagian anggota tubuh yang biasa diserang adalah tangan dan juga kaki. Bentuk dari warna luka yang biasanya lebih terang dari warna aslinya. Pada daerah yang diserang akan sulit untuk merasakan atau mengalami kepekaan jika disentuh, Luka yang bersifat lebih lama, dan mengalami kerusakan pada mata.
"Apa bila ada masyarkat Kabupaten PALI menderita atau mengetahui hal-hal berkenaan dengan gejala peyakit kusata tersebut untuk segera mendatangi Posksesmas terdekat agar segra diberikan pengobatan" imbaunya
Lebih lanjut dikatakan mantan Direktur RSUD Talang Ubi ini, bahwa dirinya telah berkomunikasi dengan tim NLR, bahwa pihaknya akan memberikan bantuan modal usaha kelompok perawatan diri penderita kusta, dalam membuka usahanya masing-masing, guna meningkatkan perekonomian keluarganya.
"Kita juga mengharapkan kepada penderita kusta untuk tidak malu-malu dalam berobat. Karena dengan adanya pengobatakan sejak dini, maka penderita kusta sendiri bisa terhindar dari cacat yang bisa disebabkan oleh kusta," tutup ibu empat anak ini. (Hr)
Berita PALI