Senin, 18 Agustus 2014

"PALI EKSPRES" MEDIA PERJUANGAN RAKYAT PALI

Tidak semua orang memahami bahwa media berperan aktif untuk suatu tujuan tertentu. Padahal justru media lah yang berperan besar menggiring opini publik kepada suatu keadaan yang dikehendaki.

Di PALI sendiri ada 2 media cetak yang menjadi cikal bakal jurnalisme di negeri ini, yakni PALI POST dan PALI EKSPRES.
Dua media ini adalah 2 koran kakak beradik yang sempat kami kelola redaksional dan kepemilikannya. Dan salah satu misinya kala itu sebagai wadah sekaligus 'alat perjuangan' menggoalkan semangat dan cita-cita PALI.

Kalau bertanya kepada tokoh-tokoh PALI mereka pasti meng"iya"kan nya. Karena banyak sumbat yang ter bantukan untuk menyambungkan komunikasi sekaligus memberikan semangat untuk perjuangan PALI pada masa itu.

Pertanyaan yang selalu diungkap oleh publik pada saat itu : " Kapan yek PALI kak tebentuk? atau " Jadi dak yek PALI kak? Adalah hal yang selalu menjadi PR kami. Dan alhamdulillah, kedua media ini mampu memberikan informasi yang baik kepada masyarakat.

Meski tidak sedikit mereka yang menghujat dan merendahkan. Bahkan menolak. Dan pantas dicatat sampai berdirinya Kabupaten PALI kedua media ini sama sekali tidak membangun komitmen (MoU) dengan pemkab Muara Enim saat. Itu, kecuali figur-fiigur pejabat asal PALI yang berkontrobusi secara individu.

Dari awal kami sadari perjuangan PALI sempat "stagnan/vakum" dan hal iniilah yang menginspirasi kami untuk melanjutkan perjuangan lewat media. Dan kepada para PNS PALI sempat kami berseloroh " kalau PALI jadi kami media akan tetap seperti ini, justru yang akan menikmatinya adalah kalian" dan pada kenyataannya memang itu terjadi, termasuk mereka yang tadi nya terkesan menolak keberadaan Media ini.

Pada fase setelah terbentuknya Kabupaten PALI kedua media ini seolah terpinggirkan. Pemerintah lebih mengedepankan eksistensi. Masuknya media besar, ditambah kurang kepeduliannya terhadap kandungan historis kedua media ini membuatnya seolah terbuang begitu saja.

Namun kami selalu menyemangati para pengelola media ini agar jangan berhenti berkarya dan tetap jaga independensi nya. Suara kan nilai keadilan, tulis benar kalau itu prestasi, dan katakan salah kalau memang itu tidak benar. Jangan hanya bermanis muka nanti mereka akan faham bahwa dari kebenaran iitulah akan lahir kebaikan dan perbaikan.

Toh, masyarakat akan jenuh dan bisa menilai kalau pemberitaan hanya pujian dan sanjungan, tak ada koreksi maka kami katakan :

" Wang nyang kenemanan makan gule bakal kene kencing manes, tapi kalu dii imbangi pulek nga makan nyang paet paet. mudah-mudahan akan jadi pencegah kencing manes"

Pesanku kepada adik-adik di PALI EKSPRES (Agus Black dkk) :

" Jangan jadikan koran ini sebagai pencaharian semata, tapi suarakan pula kebenaran, jaga independensi, jangan jadi pengemis, jangan penuhi halaman koran dengan pujian dan sanjungan semata. Prestasi beritakan, kebobrokan beritakan aku percaya ditangan kalian PALI EKSPRES akan tetap menjadi media perjuangan hingga terwujudnya cita cita " NEGERI PALI YANG RELEGIUS DAN MAKMUR" (PL)

Powered by Telkomsel BlackBerry®

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Komentar via Facebook