Selasa, 17 Maret 2015

, ,

Tari Lading Icon khas Kabupaten PALI

Tari Lading : salah satu penari menusukan kedua pisau kearah dahinya
PENDOPO - WOW...sontak ibu-ibu istri Kepala Daerah yang hadir dalam acara arisan Forum Silaturahmi Istri Kepala Daerah (FORSIKADA) di Gedung Arena Seni dan Olahtaga (ARSENDORA) Komplek Pertamina Pendopo-PALI, saat menyaksikan penampilan Tari Lading yang dibawakan oleh Staf Pemerintah Kabupaten PALI yang tergabung dalam Sanggar Seni Cahaya Amalin asuhan H. Sri Kustina Amalindo istri dari Bupati PALI.

Ketika para penari menusukan lading (baca; pisau dapur) ke dahi mereka membuat ibu-ibu peserta arisan dan tamu undangan sontak kaget melihatnya.

Tari Lading adalah salah satu kesenian yang berasal dari kabupaten PALI peninggalan nenek moyang Marga Penukal dan hanya boleh dilakukan oleh keturunan asli marga Penukal.Tari ini menceritakan lemah lembutnya wanita marga Penukal yang membuat penjajah menjadi terlena dan tidak menyadari bahwa bahaya sedang mengintai mereka.

Sebelum melakukan tarian, para penari diwajibkan mengikuti ritual khusus guna menjaga diri meleka dari tajamnya pisau yang akan mereka gunakan disaat menari.

H. Sri Eliza Alex Noerdin, Istri Gubernur Propinsi Sumsel mengungkapkan bahwa tari lading akan merupakan salah satu icon Kabupaten PALI yang harus terus dijaga.

"Kita sudah menyaksikan tari lading tersebut, dan dapat kita lihat ciri khasnya berupa tutup kepala yang memang berbedah dari yang biasa kita jumpai." Ungkapnya.

"Mudah-mudahan tari lading ini dapat kita angkat keluar dari Kabupaten PALI dan menjadi suatu icon ciri khas Kabupaten PALI."Harapnya. (Az)
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Komentar via Facebook