22 April 2015, adalah 2 tahun perjalanan riil Ir.H.Heri Amalindo memimpin Kabupaten PALI. Harus diakui sesuai amanah UU No.7 /2013 Heri telah menyelesaikan tanggung jawabnya dengan baik, yakni : membentuk pemerintahan, melaksanakan pileg yang ditandai terbentuknya DPRD PALI, serta mempersiapkan pemilukada.
Juga selama 2 tahun, telah sukses meningkatkan PAD dari PALI era Muara Enim ke PALI yang mandiri.
Infrastruktur jalan dan bangunan sudah sangat kentara, geliat ekonomi dan usaha rakyat, perkembangan politik, seni budaya, jelas mengalami perkembangan yang cukup pesat.
Infrastruktur jalan dan bangunan sudah sangat kentara, geliat ekonomi dan usaha rakyat, perkembangan politik, seni budaya, jelas mengalami perkembangan yang cukup pesat.
Terlepas dari senang tidak senang atas gaya kepemimpinannya, namun ada arus mayoritas yang mengagumi dan mendukung seorang Heri. Hal ini berdasarkan hasil pantauan kami ditengah masyarakat secara acak dibeberapa kawasan masyarakat, organisai politik, dan unsur kemasyarakatan lainnya.
Kembali kepersoalan Pilkada PALI sampai saat ini belum ada kandidat sepadan dalam rivalitas, malah dukungan kuat mengalir kepada Heri Amalindo, hanya saja membaca peta politik PALI 8 bulan kedepan, siapa bisa menduga.
Kristalisasi faktor kepentingan, saya percaya kekuatan pembanding itu pasti ada, terutama dari kelompok yang merasa tidak terakomodasi kepentingannya selama ini.
Disayangkan, ada beberapa kekuatan parpol yang langsung membuka pendaftaran kandidat para cabup cawabup, namun menurut saya itu belum kepada tahap finalisasi. Kecuali bagi beberapa parpol tertentu yang sudah memutuskannya didalam musda/muscab.
Namun Heri dalam hal ini lebih pintar, dia merespon semua parpol. Bisa jadi dalm hatinya berkata " apa susahnya sih mengambil formulir pendaftaran lantas meninggalkan sedikit belanja dan oleh-oleh bagi para pengurus partai" itu menurut kaca mata kami pribadi.
Sebab saya yakin ada pergolakan ditubuh parpol itu sendiri. Seperti internal partai Golkar dilevel atas, atau peralihan pucuk pimpinan dielit partai PAN.
Dan seperti ramai disebut oleh beberapa media, sudah bermunculan beberapa nama kandidat terutama perebutan untuk menjadi pasangan Heri Amalindo. Kita tunggu saja ada lakon apa dipanggung politik PALI. Semua masih "mungkin" (PL)