Biasanya harga gaharu kering klass tipe C dijual berkisaran sebesar Rp1.500,000 per kilogram. Harga sebesar itu turun kini menjadi Rp700,000 per kilogram bahkan terkadang tidak ada pembelinya atau toke datang sama sekali untuk membelinya,
Katijan (51) dan Sudarti(48) pasangan suami istri yang sudah menjadi petani kayu gaharu sejak tahun 1991 silam, mengatakan anjloknya harga tersebut sudah berlangsung sejak empat bulan terakhir."ketika disambangi Berita PALI dikediamannya kamis (22/10)
"kalau sebelumnya harga gaharu lumayan tinggi pak, penghasilan kami agak meningkat, namun setelah harga yang tidak menentu sekarang penghasilan kami tergantung pada hasil jual dan untuk mengembalikan modal mengarapnya saja kadang tidak cukup alias tekor terpaksa saya cari perkejaan lain,"ungkap kijan
Dengan adanya demikian menurutnya ia berlali profesi dibidang pertanian lain untuk menyambung hidup sehari hari, Sementara gaharu klass tunggul kering turun dari harga awal Rp 50.000 per kilogram menjadi Rp 20,000,per kilogram, bahkan saat ini menjadi harga Rp 15.000 per kilogramnya
"Kami juga tidak tahu kenapa harga kayu gaharu bisa turun sedemikian rupa.hal ini Kami ketahui harganya dari para toke marta pura ketika mereka datang,"keluh kijan.
karena harga yang merosot,dia menyimpan hasil garapanya yang sehari hari dikumpulkan dari berbagi daerah dan ia enggan menjualnya,karena harganya sangat terlalu murah sedangkan gaharu itu akan dijual jika harga sudah meningkat atau lagi saat butuh uang untuk keperluan sehari-hari.
"Kalau lagi terdesak dan butuh uang, baru kami jual," kata kijan.
Hal senada juga disampaikan slamet,warga yang sama salah satu penggarap yang mengaku harga gaharu ditentukan oleh pembeli lokal dan dari luar kabupaten PALI
"Jika terjadi gejolak harga,gaharu dari toke luar otomatis kami juga terkena imbasnya," ujar slamet(St)
(ST)