Rabu, 02 Maret 2016

 WARISAN (MAWARIS)           Oleh : Diarama Tirta Pertiwi Ardani- Mhs UIN Yogyakarta

Warisan berasal dari Bahasa Arab,"WAROSA-YARISUN" yang artinya,mempusakai
atau harta tinggalan orang yang telah meninggal (warisan), Dalam hukum
islam menjelaskan masalah warisan disebut 'ilmu mawaris' atau 'ilmu
faraid' yang berarti menjelaskan tentang kadar atau ketentuan bagian
masing-masing orang yang menjadi ahli waris.

Mempelajari Hukum Mawaris ;fardu kifayah' artinya kewajiban secara
kolektif bukan individu.Sedangkan membagi harta dengan ilmu faraid
adalah menjadi kewajiban orang-orang Islam untuk menjalankan ajaran
agamanya,

Nabi saw. bersabda:  "Bagilah harta warisan antara ahli-ahli
waris menurut (aturan) kitab Allah" (HR.Muslim dan Abu Daud).

Di dalam Al-Qur'an secara jelas telah disebutkan cara pembagian
warisan berikut bagiannya masing-masing secara terperinci.Akan
tetapi,dalam prakteknya,sedikit sekali umat islam yang mengikuti tata
caranya sehingga orang yang menguasai ilmu mawaris semakin langkah
,karena orang tidak tertarik untuk mempelajarinya. 

Rasulallah saw telah mengingatkan kepada kita dalam hadist riwayat
Ahmad : " Dari Ibnu mas'ud berkata bahwa Rasulallah saw bersabda,
belajarlah kamu semua Al-Quran dan ajarkanlah kepada manusia dan
belajarlah ilmu faraid  dan ajarkanlah  (kepada manusia) ,
sesungguhnya saya adalah seorang yang akan diambil (meninggal dunia)
dan illmu faraid akan diangkat dan hampir ada dua orang yang berbeda
pendapat didalam masalah faraid (bagian mereka) dan mereka tidak
menemukan seorangpun yang memberitahu  (yang menyelesaikan mereka) "

Petunjuk al-quran tentang pembagian waris itu turun setelah Nabi saw,
hijrah ke Madinah. Adapun sebelum adanya petunjuk itu pembagian waris
dilakukan  berdasarkan tradisi dan kesepakatan di antara manusia.Dan
sebab-sebab seseorang menerima warisan pada waktu itu,ialah
1.Hubungan keluarga
2.Anak angkat laki-laki
3.Perjanjian di antara orang laki-laki
4.Mengikuti hijrah ke Madinah
5.Mu'akhah, jalinan persaudaraan seagama, yaitu persaudaraan kaum
muhajirin dan Ansor.

Ayat-ayat yang berkaitan langsung dengan mawaris antara lain terdapat
pada Surah  an-Nisa ayat 7-14 dan ayat 176 .Adapun yang secara
langsung menjelaskan pembagianya terdapat pada ayat 11,12 dan 176.


Red.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Komentar via Facebook