Kamis, 14 April 2016

Saat Mau Ditangkap kawanan Perampok Antar Provinsi Baku Tembak Dengan Petugas

Tampak rumah Antoni dipasang police line pasca baku tembak dengan polisi


Berita PALI - Baku tembak, antara jajaran Polsek Penukal Abab,tadi malam tidak terhelakan dengan delapan terduga pelaku yang sedang pesta narkoba serta penangkapan atas pelaku Daftar Pencarian Orang (DPO) atas perampok di Prabumulih dan kasus kejahatan lainnya. Penangkapan itu, berakhir luka tembak yang mengenai kaki kanan Kapolsek Penukal Abab, AKP Indrowono SH, dan anak terduga pelaku, Ade Sintia /AS (15)yang masih duduk dibangku sekolah menengah pertama (SMP)mengenai pinggang sebelah kanan korban.

Informasi yang dihimpun dilokasi dari beberapa warga setempat, kejadiannya dikediaman Antoni alias Anton,salah satu terduga pelaku,yang terletak di Dusun 1,Desa Babat, Kecamatan Penukal, PALI. Sekitar pukul 22.00(13/4)malam yang tidak jauh hanya berjarak sekitar belasan meter dari jalan lintas kabupaten. Delapan orang yang saat itu diduga sedang berpesta shabu sempat baku tembak dengan petugas.

Puluhan  personil polisi Jajaran Polres Muaraenim dan Polres Prabumulih. Mengepung rumah semi permanen milik Anton yang berdekatan permukiman penduduk.tidak lama beselang petugaspun berhasil meringkus delapan pelaku yakni Depis,Edi,Novi Apriansyah,Farid, Antoni,yang merupakan warga PALI, sedangkan Julianto warga Palembang, Aditia Setiadi dan Aripin warga Jambi, dan Alfin Kayudi warga Banyuasin. 

Empat pelaku di kirim ke Polres Muaraenim dan empat pelaku lainnya ditahan Polres Prabumilih atas kasus 365 (Pencurian Disertai Kekerasan)  sementara di lokasi kejadian rumah milik Anton,tembok warna hijau dan pagar kerangka baja taso, sudah terpasang police line(garis polisi). Serta menyisakan pecahan dan bolongan kaca jendela di rumah korban akibat bekas baku tembak.

Dari pengakuan, Dewa Artati merupakan istri Anton,mengaku awal mula penangkapan itu, terjadi sekitar pukul 22.00(13/4), saat itu,dia sedang diluar rumah,tepatnya berada di teras.tiba tiba datang dua personil polisi langsung masuk ke rumah. Kemudian ibu dari tiga anak ini langsung teriak memberitahu Anton dan terjadi baku tembak.

"Aku baru keluar rumah, pas di teras, tiba-tiba dua orang polisi langsung masuk ke rumah, aku teriak, ayah (Anton) ada polisi, lalu polisi itu masuk pagar lalu dengar suara ledakan," kata Dewa ketika dijumpai dirumah pamannya sedang mengungsi dari kediamannya Kamis(14/3).

Dia mengakui, akibat baku tembak itu, anak perempuannya, AS, yang masih duduk baku SMP kelas IX itu terkena tembakan timbis diserepet peluru dibagian pinggang sebelah kanannya.

"Anak saya (AS) lagi di kamar, kemudian bunyi suara ledakan dan anak anak langsung terbangun, dan AS hendak menggendong adiknya, saat hendak berdiri pinggang terasa sakit begitu dilihat dia terluka," ujar Dewa, sambil membeberkan baju tidur lengan panjang, celana panjang serta celana dalam bekas tembakan berlumur darah ke arah pinggang anak yang masih diperban.

Akibat kejadian, itu Dewa, bersama anak terpaksa mengungsi di kediaman rumah kerabatnya karena rumah masih dikelilingi Police line.dia tidak tahu, sampai kapan bisa kembali kerumahnya.Saat ini dirinya masih tinggal di rumah pamannya.

Sementara ketika Agung Post menjumpai kediaman rumah dinas Kapolsek Penukal Abab, hendak konfirmasi Kapolsek Penukal Abab, AKP Indrowono, SH terkait kejadian itu, sempat ditolak petugas. Namun, tak lama kemudian setelah berbincang akhirnya dengan alasan ingin membesuk awak media diizinkan menemui Kapolsek Penukal Abab.Yang sedang terbaring lemah  di atas kasur dengan luka tembakan dikaki sebelah kanan yang sudah dibalut dengan kain perban.

Akan tetapi, juara penembak jitu di jajaran Polres Muaraenim, ini tidak banyak komentar lebih jauh, dan menyerahkan ke Polres Muaraenin untuk memberikan keterangan kejadian baku tembak itu.

"Langsung saja, konfirmasi ke Polres Muaraenim, dari delapan pelaku itu ada DPO 365, perampokan diprabumulih,"Ujarnya singkat.(Hr)
PALI

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Komentar via Facebook