Sekayu,BeritaPali.com--Ratusan warga dari beberapa desa yang ada dikecamatan sungai keruh mempertanyakan dana penanggulangan jalan dan jembatan tahun 2015 dengan mengadakan aksi damai dihalaman pemkab muba,lalu menuju PU.BM dan terakhir menuju kejari muba pada selasa(24/05/2016)
Tepat pukul 10.00 Wib rombongan aksi datang dan berkumpul di stadion serasan sekate.mereka diangkut ke lokasi demo memakai mobil bak terbuka dan sebagian memakai motor dengan biaya sendiri.
Koordinator aksi Subagio dan Ijal memberikan arahan agar jangan melakukan anarkis,tetap menjaga kebersihan kota dan tidak boleh merusak taman.
Alasan warga mengadakan aksi damai ini karna akses jalan di hampir seluruh desa mereka sulit dilewati kendaraan alias terisolir.
Menurut keterangan warga akses jalan rusak terdapat di 12 desa,sehingga sulit dilalui oleh kendaraan roda dua maupun roda empat,yakni Sungai dua,Sukalali,Pagar kaya,Talang Mandong,Layan,Bangkit Jaya,Mekat Jaya,Talang Simpang,Keramat jaya,Rukun Rahayu,Kerta jaya,Jembatan Gantung.Keadaan Jalan di desa desa tersebut sangalah memprihatinkan jelas warga,ditambah saat musim hujan,sehingga akses jalan terputus,ungkap warga.
Selanjutnya pengunjuk rasa berjalan beriringan menuju tempat perkantoran yakni PU.BM dimana Sujarnik sebagai orator meneriakkan tuntutannya bahwa warga sungai keruh minta pertanggung jawaban program anggaran penanggulangan jalan dan jembatan tahun 2015 yang dilaksanakan oleh PU.BM,Masyarakat sungai keruh minta demi kesejahteraan,dari 22 (dua puluh dua)desa hanya 4 (empat)
Desa yang tidak terisolir dalam musim hujan.dan yang terakhir meminta kepada pihak penegak hukum segera memeriksa pekerjaan proyek yang diambil dari dana penanggulangan jalan dan jembatan yang terkesan asal asalan dan masyarakat siap mengawal proses penegakan hukum atas pekerjaan tersebut.
Dari orasinya di PU.BM tak satupun pejabat yang keluar untuk menemui pengunjuk rasa,sehingga warga sangat kecewa dengan sikap pengecut para pejabat yang tak mau menemui mereka.Orasipun dilanjutkan warga menuju perkantoran pemerintahan kabupaten muba,orator sujarnik melalui mikrofon menyuarakan tuntutan yang sama kepada pemerintah yaitu minta perhatian pemerintah kondisi jalan yang hancur didesa mereka,bahkan jika tidak ada perhatian mereka pendemo ingin bergabung saja dengan kabupaten PALI yang berdampingan dengan beberapa desa dikecamatan sungai keruh.
Tak berapa lama untuk bertemu pejabat pemerintah kabupaten pun warga ditemui asisten 1 setda muba H.Rusli S.P,M.M untuk menjelaskan kewarga bahwa mohon maaf kepada rekan rekan bahwa plt Bupati Muba tidak bisa menemui saudara saudara karna beliau sedang dinas keluar kota,dan beliau berpesan memerintahkan saya menanggapi aspirasi warganya,dan akan saya sampaikan suara saudara ke plt bupati Muba,"ujarnya.
Setelah menyuarakan aspirasinya dipemda pengunjuk rasa melanjutkan ke kejaksaan negeri Sekayu dengan berjalan kaki,dengan semangat warga kembali menyuarakan aspirasinya agar kejaksaan negeri sekayu usut proyek yang diambil dari dana penanggulangan jalan dan jembatan yang terkesan asal-asalan dan masyarakat siap mengawal proses penegakan hukum atas pekerjaan tersebut.
Kejari menerima empat orang perwakilan aksi yakni Sujarni,Margono,Sukarni dan Marwani melalui Kasi Intel Kejaksaan Hadi Winarno,dan di dampingi anggota kejaksaan yakni Armein,F.Oktan dan Ade Rachmad di ruang Kasi Intel kejaksaan.
Hadi Winarno menjelaskan bahwa seluruh aspirasi dan tuntutan para aksi akan ditampung dan akan berkoordinasi dengan kepala kejaksaan negeri kabupaten Muba dan akan segera melakukan survei kelapangan sehubungan apa yang telah disampaikan para aksi.Jika sudah mendapatkan hasil survei dan temuan akan dilanjutkan ke penyelidikan."terangnya.(sbg/wrt)