foto :
Tanah wakaf Haji Sutan Makmur Amadin yang terlantar
Penukal Utara,BP
Sudah 3 tahun rencana pembangunan SMP Negeri 2 Penukal Utara tertunda, tanpa kejelasan yang masuk akal.
Dua tahun sebelumnya masih dalam lingkup APBD Muara Enim,bahkan pada tahun 2013 seperti yang pernah dituturkan oleh Sukarman,SH,salah seorang anggota panitia,bahwa telah dibentuk panitia pembangunan, dan sudah dianggarkan di APBD. Namun dipending akibat transisi pemerintahan dari Muara Enim ke PALI.
Ditahun 2014 ini dianggarkan kembali bersumber dari dana hibah pemerintah Australia. Namun hingga saat ini belum juga terealisasi dengan berbagai alasan birokrasi.
Wadi Astuti SPd, Kepala Sekolah SMPN 2 Penukal Utara ketika ditemui oleh BP dikantornya beberapa waktu yang lalu menjelaskan :
" Hanya masalah waktu, kami telah pernah diundang ke Jakarta mengenai hal ini, namun jujur saja MoU nya belum ditanda tangani, Dan saat ini kami masih menunggu informasi dari konsultan propinsi"demikian dijelaskan Wadi.
Dan dari pengamatan kami hingga saat ini meski siswanya sudah ada 3 kelas, tetapi masih tetap sekolah siang karena masih menyatu dengan gedung SDN Sukarami.
Kami juga mengutip sedikit keluhan dari salah seorang keluarga yang mewakafkan tanah Sutan Makmur Amadin :
" Ngapelah uma sekolah ikak lum dibangun, padehal la 3 kali dianggarke buye terus. Papan merek la berepe kali begenti, tanah dek digusur lum ade geromot e ndak dibangun.Padehal ikak ni dusun Bupati " tukasnya sembari senyum hambar (pl)
Powered by Telkomsel BlackBerry®