Kerangka Kapal dipinggir Sungai Lematang
Tanah Abang, RN.
Warga kecamatan Tanah Abang kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) mendadak heboh
lantaran ditemukan sebuah perahu besar menyerupai kapal yang terbuat dari kayu bari alias kuno yang diduga peninggalan zaman kerajaan di wilayah sumatera selatan.
Kapal yang berada dipermukaan air sungai lematang ini sebagian besar masih terbenam tertimbun tanah didaerah perbatasan desa Sukaraja dan desa Curup.
Lokasi penemuan berjarak 1,5 Km dari jalan raya dan hanya dapat dijangkau dengan kendaraan roda dua.
Dari pantauan RN, perahu kapal tempo dulu ini ditemukan hari Sabtu (4/10/2014) oleh seorang nelayan yang biasa mencari ikan disana. Saat Ia berada dekat lokasi tiba-tiba tanah tebing tepian sungai lonsor kesungai dan terlihat moncong kayu berbentuk perahu kapal, adanya peristiwa ini ia langsung pulang memberitahukan kepada warga desa.
Salah seorang warga, Endang (38) saat berada dilokasi sedang mengorek –ngorek tanah yang membalut badan kapal dengan harapan dapat melihat bentuk utuh temuan yang sebenarnya seperti apa.
Lain halnya dengan Megawati (39) ibu ruma tangga TKS UPTD Candi Bumi Ayu hanya menonton kerumunan warga dan kepada RN ia berharap agar pemerintah dapat melindungi barang kuno ini serta menjadikanya aset sejarah.
Ditemui dilokasi Kepala Desa Sukaraja, Nopi Hersayeni sebelumnya sudah melarang warga untuk tidak terlalu dekat dengan objek temuan kapal karena tanah sekitar rawan lonsor. Namun Setiap hari warga PALI masih berdatangan untuk melihat temuan tersebut, bahkan menggali dan menemukan serpihan serpihan tali tambang yang terbuat dari ijuk enau dan mengambilnya untuk dijadikan azimat yang diyakini memiliki kekuatan gaib.
Dan saat dikonfirmasi ke Kapolres Muara Enim melalui Kapolsek Tanah Abang AKP Roni Romli,SH membenarkan adanya penemuan sebuah purahu kapal kuno oleh warga setempat diwilayah hukumnya
"Hal ini sudah kami kordinasikan dengan camat Tanah Abang Asminton,SH bahkan Bupati ujarnya.
" Secara kasat mata kapal ini dalam pembuatanya tidak menggunakan paku, maka diyakini kapal ini terbenam sudah ratusan tahun lalu dan memiliki nilai sejarah " jelas Asisten II Sekda Pali Burdani Akil,SH didampingi Kabag perekonomian Junaidi,SE saat mengunjungi lokasi kapal. ditambahkanya akan segera mengirim surat ke provinsi agar ditindaklanjuti temuan kapal kuno tersebut. (Ardani)
Powered by Telkomsel BlackBerry®