Jumat, 10 Oktober 2014

, , ,

Otobiografi : Paripurna Sukowati, SH

Paripurna Sukowati,SH

"JANGAN TAKUT DENGAN KEGAGALAN, UNTUK KEBAHAGIAAN ORANG TUA"


Nama yang sangat terkenal disaat sidang Umum Anggota Legislatif yaitu Sidang Paripurna, namun Paripurna yang satu ini banyak kisah hidupnya yang sangat menarik .

Inilah Kisah yang diliput "BeritaPALI.com"
Pari adalah merupakan anak laki-laki dari enam bersaudara dari pasangan Sukowati Ropa'al dan Rumyati H.Amin yang berasal dari Desa Tempirai, Kecamatan Penukal Utara, Kabupaten PALI dia menyelesaikan pendidikan dasar sampai dengan menengah pertama di desa Tempirai lalu melanjutkan kembali pendidikan menengah atas di Kota Palembang dan tamat pada tahun 2001, lalu Pari melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi lagi dan diterima di Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Palembang.
Sambil kuliah Pari iseng-iseng mengikuti Test Penerimaan Bintara Polisi (SECABA) karena menjadi Polisi merupakan cita-citanya diwaktu kecil. Namun test yang pertama kalinya ia ikuti tidak membuahkan hasil dan gugur disaat test akademik, dia sempat kecewa atas kegagalan itu, tetapi Pari tidak patah semangat dan tetap melanjutkan kuliahnya.
Pada pertengahan tahun 2002 ada pengumuman tentang Penerimaan test Bintara Polisi lagi , Pari memutuskan untuk mengikuti test tersebut untuk kali keduanya, di mana kedua orang tua dan keluarga sangat mendukung hal tersebut, dan Pari mengikuti tahapan test demi test dan alhamdulliah dia akhirnya Lulus dan diterima menjadi Calon Bintar Polisi dan melanjutkan Pendidikan di SPN Betung pada awal tahun 2003 silam.
Pendidikan di SPN Betung Pari lalui tanpa terasa, masa basis selama satu bulan lebih ia bisa melewatinya walaupun baginya sangat berat, tetapi demi cita-cita dan untuk membuat kedua orang tua dan keluarga bangga ia tetap semangat.
Usai masa basis seluruh calon Bintara Polisi yang mengikuti Pendidikan di SPN Betung diizinkan untuk Izin bermalam diluar (IBL), Pari akhir nya pulang ke Palembang untuk bertemu kedua orang tua dan keluarga.
Beberapa minggu kemudian Pari mendapat "musibah" , singkat cerita bapak dan neneknya masuk penjara karena ada masalah, rasa sedih bercampur malu membuatnya sempat berputus asa dan ingin melarikan diri disaat pendidikan di SPN Betung.
Berkat dukungan motivasi dari keluarga, sahabat, dan rekan seperjuangan membuat Pari bangkit dan berjuang kembali untuk mengikuti pendidikan dan dapat ia selesaikan selama lebih kurang 11 bulan, namun pada detik-detik terakhir menjelang pelantikan menjadi Bintara Polisi, ditunda pelantikannya dan diberikan cuti (Istirahat) selama satu minggu kemudian kembali ke SPN Betung dan mengikuti aktifitas seperti biasanya.
Namun Allah swt tidak memberikan jalan terbaik untuknya, pari akhirnya diberhentikan sebagai siswa Bintara Polisi dan sampai tidak dilantik menjadi Polisi.
Rasa kecewa, malu semuanya cukup dirasakan Pari dan keluarganya, dan Pari hanya berdiam diri, melamun mengenang nasib ditanggung badan, tetapi hanya beberapa bulan kemudian pari akhirnya Bangkit, dan berjuang kembali berkat motivasi dari keluarga dan sahabat, Pari melanjutkan pendidikannya di fakultas hukum Universitas Shyakyakirti Palembang sambil bekerja.
Beberapa tahun kemudian Pari menyelesaikan studinya dan mendapat gelar Sarjana Hukum. Dengan bekal Ijasah ia miliki, Pari akhirnya merantau ke Jakarta ikut keluarganya disana dan Pari mencoba melamar pekerjaan baik di pabrik maupun diperusahaan lainnya,
Walaupun diterima sebagai karyawan serabutan namun ia jalankan dengan penuh ikhlas demi untuk membahagiakan kedua orang tuanya.
Pada Tahun 2008 Pari akhirnya memutuskan untuk kembali kekampung halaman dan mencalonkan diri sebagai Calon Legislatif dari Partai Demokrat dapil II dan mendapatkan Nomor Urut 8, Dukungan dan Doa Restu keluarga demi kesuksesan pari membuat dia percaya diri.
Saat sibuk-sibuknya memikirkan strategi memenangkan pemilihan legislatif, Pari menyempatkan diri melamar pekerjaan dan mengikuti tahapan test demi test di PT.Pegadaian (Persero).
Berkat usaha dan do'a dari Pari, kedua orang tua dan keluarga pada akhirnya ia diterima bekerja sebagai Pegawai Kontrak di PT.Pegadaian (Persero) yang mana perusahan punya pemerintah itu bergerak di bidang Jasa Penyaluran Uang Pinajaman kepada Masyarakat .
Pari bingung memilih diantara dua pilihan Caleg apa pekerjaan?...................
Setelah kompromi dengan kedua orang tua dan keluarga, Pari memutuskan untuk memilih pekerjaan walaupun penempatan pertamanya di Pulau Belitung tepatnya di Kota Tanjungpandan Provinsi Bangka Belitung.
Dengan merintis pekerjaan dari nol, Pari tetap semangat dan berjuang agar dapat diangkat menjadi pegawai tetap, beberapa kali mengikuti tahapan test untuk diangkat menjadi Pegawai Tetap akhirnya pari dapat diterima dan diangkat juga menjadi Pegawai Tetap di PT.Pegadaian (Persero).
Dan sekarang ini berkat kesabaran dan do'a, Pari sudah memiliki istri dan satu anak laki-laki serta dipercaya oleh management perusahaan untuk mengelola unit PT.Pegadaian (Persero) di Kabupaten Empat Lawang, karena itu merupakan berkat perjuangan dan kerja keras yang ia rintis selama ini.
Pari merupakan contoh yang baik, walaupun sempat Gagal tetapi semangat juangnya untuk berhasil tidak pernah pudar, karena kata Pari " Kegagalan merupakan tertundanya suatu keberhasilan", Kalau ada niat baik insya Allah pasti ada jalan untuk lebih baik,karena selagi ada kesempatan jangan pernah kita sia-siakan kesempatan itu untuk berjuang, berusaha dan jangan lupa berdo'a" demikian kata bijak dari seorang Paripurna yang kami liput kemarin.

BIODATA

Nama : PARIPURNA, SH
Tempat/tgl lahir: Tempirai, 10 April 1982
Status: Kawin
Pendidikan Terakhir: Strata 1 Ilmu Hukum
Pekerjaan: Karyawan di PT.PEGADAIAN (Persero)
Jabatan: Pimpinan Unit di Kabupaten Empat Lawang
Alamat Sekarang: Jln. Mayor Ruslan Komplek Vila Garden Garlic Blok RS VII
No. 92 Rt 01 Rw 04 Kelurahan Air Lintang Muara Enim.

Pendidikan Formal
  1. SD Negeri 2 Tempirai
  2. SMP PGRI Tempirai
  3. SMA Negeri 12 Palembang
  4. Universitas Sjakhyakirti Fak. Hukum Palembang
Istri
Nama: SUTINAH, S.Pd
Pekerjaan: PNS (Guru di SMP Negeri 1 Gunung Megang Muara Enim)
Anak
Nama: RIFQY PURNATULLAH
Orang Tua
Ayah: SUKOWATI ROPA'AL
Ibu: RUMYATI. H.AMIN
(Team Biro PALI)
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Komentar via Facebook