Selasa, 25 November 2014

, , , , ,

LIMBAH MINYAK PERTAMINA ANCAM CEMARI SUNGAI NEGARE

GUNUNG MEGANG, BP
Pipeline Pertamina Asset II Field Pendopo

Masyarakat Desa Lubuk Mumpo Kecamatan Gunung Megang Kabupaten Muara Enim, merasa khawatir dengan adanya kebocoran pipa bahan mentah minyak milik PT Pertamina Asset II Pendopo yang ada dikawasan wilayah Stasiun Betung Tais, yang suatu saat bisa mengancam tercemarnya Sungai Negare.
“Masyarakat kampung menyampaikan  sedikitnya ada beberapa titik kebocoran dari sumur produksi dan pipa transfer yang mengeluarkan minyak mentah di lokasi yang berbedah yaitu lokasi 10 lokasi 06 dan yang lebih parah lagi insiden ini terjadi kurang lebih 100 meter dari mess Betung serta pemukiman penduduk  dan dari berbagai lokasi yang mengalami kebocoran tersebut apabila turun hujan mengalir ke arah bantaran sungai negare" papar warga  di sekitar tempat kejadian.
Begitu mendapat informasi dari masyarakat wartawan  mendatangi kelokasi terjadinya insiden, ternyata apa yang disampaikan masyarakat itu memang benar adanya sesuai fakta dilapangan. Saking derasnya minyak mentah yang keluar dari pipa diperkirakan dalam waktu 24 jam bisa mencapai ribuan liter
Yang lebih parah lagi kebocoran pipa tesebut apabila turun hujan mengalir menuju Sungai Negare yang bermuara ke Sungai Lematang, ini bisa mengancam dan merusak ekosistem flora dan pauna mahluk dalam air dan juga sebagian warga Desa Lubuk Mumpo dan Gunung Megang yang mempunyai ladang disekitar bantaran sungai  mengkomsumsi air sungai tersebut.

Menurut salah satu penduduk kampung yang engan disebutkan namanya saat dikomfimasi watawan Ju’mat (07/11) mengatakan kebocoran ini sudah tiga hari namun kami belum melihat adanya  tindakan dari pihak pertamina kami takut pak nanti meledak pipa itu karna sangat dekat dari rumah kami,ujarnya.
Mustarudin, Kepala Desa Gunung Megang begitu dihubungi wartawan via handphone terkait insiden  terjadinya kebocoran pipa  milik pertamina memaparkan bahwa sejaui ini beliau belum mengetahui apa yang terjadi dilapangan.
“Nanti team kami akan meninjaui kelapangan kalau memang benar kami akan memanggil pihak Pertamina,”  papar Mustar  
Pihak PT. Pertamina yang wakili melalui Turjasari selaku Humas Pertamina Asset II Pendopo menyapaikan secara lisan dan tertulis terkait terancamnya aliran Sungai Negare disebabkan insiden bocornya pipa milik Pertamina ini, Selasa (11/11) kepada wartawan menuturkan berdasarkan informasi dari lapangan bahwa pihaknya sudah menanggulangi kebocoran wilayah BTG 10 dan BTG 06 dengan cara memasang clamp ungkap Turja.
Turja juga menambahkan kami meminta maaf atas terjadinya insiden yang diluar kuasa kami dan kami menghimbau masyarakat apabila menemukan kejadian seperti ini agar cepat melapor kepada pihak Perusahaan supaya bisa ditanggulangi. (Hst)
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Komentar via Facebook