Rambang Dangku,BP (27/12)
![]() |
| Kabupaten PALI |
Berdasarkan hasil investigasi Berita PALI berkenaan dengan pendapat masyarakat di Teluk Lubuk, Belimbing, Bulang, Banu Ayu, Kuripan, Kuripan Selatan, Baturaja, Dangku dan Desa Siku. Masing-masing memberikan tanggapan yang beragam.
Yang paling berat untuk pindah ke PALI adalah Desa kuripan Selatan, karena pembangunan yang telah dilakukan oleh Pemkab Muara Enim begitu banyak. Sedangkan untuk masyarakat Dangku terbelah dua. Sementara Desa lainnya dominan punya keinginan kuat untuk pindah ke PALI.
Hanya saja masalah terbesar adalah mengenai asset desa Banu Ayu yang termasuk dalam kawasan PT. TEL diseberang Lematang.
Hasil investigasi lainnya mayarakat berkeinginan pemekaran kecamatan Rambang dangku 26 desa menjadi kecamatan Dangku yang mencakup desa - desa pesisir lematang tersebut termasuk Teluk Lubuk. Baru pindah ke PALI.
Beberapa Tokoh yang cenderung untuk pindah ke PALI antara lain : Kades Kuripan Apri, Firman mantan pjs.Kades Baturaja, Erlan Kadus 4 desa Belimbing, Haji Fikri, Ajrul mantan Kades Teluk lubuk.
Sementara ada diantara masyarakat yang kurang meyakini adanya upaya untuk pindah ke PALI, pertama karena mereka khawatir hanya "mop" dari para pengusaha untuk minta proyek. Kedua, karena mereka takut Pemekaran Kecamatan Dangku gagal, sedangkan lahan sudah siap, sementara pindah ke PALI tidak jadi.
Seperti yang diungkapkan oleh Firman kepada Berita PALI
" Tahan dulu, kita berharap terbentuk dulu pemekaran kecamatan Dangku, apabila itu telah terlaksana maka kita dapat bergabung ke PALI melalui mekanisme yang benar dan Muara Enim dengan ikhlas melepaskan kita. Jadi kita tidak seperti kacang lupa kulitnya" demikian ungkap Firman (team inv/TFK).
