Sabtu, 20 Desember 2014

, , , ,

Guru dukung Penerapan KTSP Kembali

Pendopo, BP
R Elis Sulastri, S. Pd
Instruksi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) terkait pemberhentian metode pengajaran Kurikulum 2013 (K13), dan kembali lagi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) 2006,  sangat didukung oleh para guru yang ada di wilayah pelososk seperti  Kebupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI).
Me‎reka berpendapat K13, belum siap terapkan di sekolah, khususnya SMAN I Talang Ubi, Kabupaten PALI, pasalnya benyak kekurangan yang harus dipenuhi K13, ‎mereka beranggapan belum paham dengan K13 karena belum mengikuti pelatihan K13, akibatnya mereka mencari di internet bagaimana cara mengajar yang benar dengan metode K13.
“Kami kurang paham dengan metode pengajar K13, kerena kami belum mengikuti pelatihan, dari 50 orang guru di SMAN I‎ hanya, lima orang yang sudah mengikuti pelatihan K13,” kata R Elis Sulastri, Spd, guru Matematika, ketika dijumpai wartawan di ruang SMAN I Talang Ubi, Selasa (9/12)kemarin.
Dia menambahkan, sebagian guru sudah terbiasa bisa mengajar dengan metode KTSP 2006, sehingga jika pemerintah masih memaksakan dengan metode K13 menjadi kendala saat melakukan proses belajar mengajar di sekolah.
“Kami belum paham metode pengajaran K13, j‎adi kami meraba-raba (menerka), cara mengajar K13, kadang kami belajar membuka internet untuk melakukan pengajaran K13 kepada siswa,” ujar Elis didampingi sejumlah guru di SMAN I Talang Ubi lainnya.
Lebih lanjut Elis, ia mendukung untuk metode pengajaran K13, namun harus banyak dipenuhi seperti buku K13 harus sudah tersalur di sekolah, dan pelatihan guru mengenai metode pengajaran K13 dan lainya, sehingga tak menjadi kendala bagi para guru saat melakukan proses pengajaran.
“Kita mendukung K13, namun saat ini dihentikan dulu karena banyak kendala seperti buku K13 belum tersalur ke  sekolah dan pelatihan guru juga belum sepenuhnya serta kendala lainya, jika K13 akan dilanjutkan, takut menjadi masalah di kemudian hari, biar permasalahan tidak berlarut-larut, saya setuju pakai KTSP 2006 sebelum K13 di kaji ulang,” ujar Elis. ( wito )
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Komentar via Facebook