Sabtu, 07 Maret 2015

PALI Just for PALI : "Marak ke Tempap nga Kilan"



Ada yang belum difahami bagi orang luar bahkan mungkin oleh orang PALI sendiri bahwa karakteristik politik masyarakat PALI itu kental dengan suasana etnik yang lebih dikenal dengan istilah "marak ketempap nga kilan" yang mempunyai makna "merapat atau memilih yang lebih dekat" dalam hal ini maksudnya dekat dalam arti hubungan darah (beroyot), atau sedaerah (sedusun/semargo) dan berbagai jenis kedekatan khusus lainnya.
Berkenaan dengan pemilukada PALI saya bisa memastikan jangan terlalu berharap seorang kandidat Bupati bisa meraih kemenangan dengan menggandeng orang luar yang bukan dari etnik PALI.
Di PALI ada jargon yang terkenal dengan istilah "ambik sen e jangan pilih wang e" dan ada kalimat sakti " PALI Just for PALI " atau wang PALI hanya akan memilih wang PALI.
Jangan merasa sudah diatas angin lantas bisa mengambil pasangan semaunya. Hal ini akan menjadi Bumerang, ini PALI bung !
Matematika politik tidak bisa berandai-andai, misalnya : 5+5+ sen = 12, kalau dimasyarakat heterogen mungkin bisa, tapi tidak untuk PALI. Dan jangan sekali-kali mencoba-coba alias "kalu" juga tidak cukup hanya dengan uang.
Bila kurang matang dalam menghitung bisa jadi apa yang telah diupayakan selama ini dalam membangun skema pemenangan pemilukada bak membangun istana pasir dipinggir pantai, sekali diterpa air gelombang akan sirna semuanya.
Pendekatan persuasif adalah upaya yang paling pas, nemoni sedekah, tandang nga sesepuh masyarakat, pendekatan ke ormas yang dipegang oleh tomas yang berpengaruh, para toke dan prestasi pembangunan. Termasuk juga ke media lokal PALI, karena koran lokal sekali cetak 2000 eksemplar dan hampir mengena ke semua kalangan bahkan sampai ke talang-talang. Jangan ada istilah : " temedak dalam piuk, ade kendak mpai ndak iluk" itu juga akan menggerus dukungan.
Hati-hati dalam membentuk team pemenangan, di PALI salah memilih orang yang bergabung dalam team juga akan mengurangi kredibilitas sang kandidat. Jangan hanya mendengar para Omdo (omong doang), penjilat, pembisik, tapi pilih orang yang punya integritas kepribadian dan penokohan.
Kebanyakan orang-orang yang seperti itu terkesan tidak ambisius, cuek, dan hati-hati dalam menentukan sikap. Tetapi kata- kata dan tindakannya akan diikuti banyak orang dan disegani oleh orang yang tidak suka.
Seorang Kandidat jangan suka mengumbar janji, ini sangat dipantang oleh orang PALI, Janji adalah hutang itu memang sudah menjadi tradisi. Hati-hati bila sudah menjanjikan.Apabila sudah dicap tukang ngibul alias BAHALAM maka stempel itu akan mengena selamanya.
Sebagai penegasan diahir tulisan ini : "PALI hanya untuk PALI, jangan sekali-kali meraih orang diluar PALI kalau tidak mau hancur lebur apa yang sudah dibangun selama ini" (***) 








Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Komentar via Facebook