![]() |
| Pelajar SMPN 2 Abab yang menyisir jalan membersihkan sampah di dalam parit |
![]() |
| Tak mau kalah : pelajar SD tampak begitu bersemangat memunguti sampah di sepanjang jalan |
ABAB - Gerakan Pramuka SMPN 2 Abab dan SDN 11 Abab melaksanakan Hari Peduli Sampah, kepedulian sampah ini sudah menjadi Program yang mendunia.
Seharusnya kepedulian sampah seperti ini bukan hanya dilakukan oleh kalangan muda seperti anak pelajar, SMP dan SD seharusnya diwajibkan kepada semua insan yang hidup di bumi pertiwi ini diharuskan menjaga lingkungan dan kebersihan dimana saja orang itu bertempat tinggal.
Menurut Andi Purwandi,S.Pd kepada wartawan saat dimintai tanggapanya permasalahan kebersihan lingkungan, Ia mengungkapkan bahwa sampah plastik inilah yang menjadi PR generasi muda bagaimana cara untuk menanggulangi sampah plastik ini
“Karena sampah plastik ini susah untuk diurai dan bahkan dapat merusak tanah. Sedangkan sampah yang lain sebenarnya lebih banyak juga dari sampah plastik namun sampah ini mudah diurai oleh tanah atas dasar itulah saya selaku Pembina Pramuka yang ada di sekolah tersebut sangat terpanggil untuk melaksanakan hal ini alangkah baiknya kalau semua orang terpikirkan untuk mengurangi sampah ini.” Ungkapnya.
“Harapan saya selain dilingkungan sekitar masyarakat juga harus dapat membedakan sampah organik dan sampah non organik atau sampah palstik dan non plastik.” jelasnya.
Ditempat yang sama disampaikan juga oleh rekan sejawatnya Efrianto,S.Pd guru Pembina Pramuka.
“Bagi saya singkat saja saya jelaskan dengan Koran ini setiap saya memberikan pembinaan pendidikan kepada siswa saya kalau yang namanya kebersihan itu sudah menjadi PR saya. Bagi saya selaku pembina dengan melihat sampah di sekitar saya yang menumpuk rasanya akan terpanggil untuk segera di bersihkan namun arahan saya hanya sebatas siswa andaikata pemikiran yang ada dengan kita juga dimiliki oleh tokoh masyarakat ataupun pejabat desa untuk beramai-ramai membersihkan lingkungan seperti yang dilakasanakan oleh siswa saya tentu pemandanganya akan berbeda dari kotor akan menjadi bersih.” Tutur Efrianto.
Lebih lanjut Efrianto bersyukur kepada masyarakat desa Prambatan yang peduli dengan siswanya seperti Kepala Desa Prmbatan Amirudin Cik Olah yang sedikit menguras isi kantongnya memberikan sedikit air minum .
“Meskipun sedikit namun nilainya dan manfaatnya sangat besar bagi kami.” Kata Efrianto.
Sementara itu, Kepala Sekolah SMPN 2 Abab Usman Amarto, S.Pd memaparkan bahwa kegiatan seperti yang dilakukan oleh dewan Pembina Pramuka sangat ia hargai karena untuk mencari guru yang profesional dan peduli dengan lingkungan sangatlah susah.
“Jadi apa salahnya kalau saya berbicara singkat dengan Koran ini saya sangat berterima kasih memiliki guru Pembina Pramuka yang kreatif seperti ini.” pungkasnya. (Hjr)

