Diketahui penyebab terbakarnya kebun tersebut api berasal dari Pipa line transfer milik PT.Pertamina asset 2 pendopo dari stasiun pompa benuang ke stasiun pengepul benakat minyak tepatnya di Camp Topo mengalami kebocoran yang memicu terjadinya kebakaran hebat membuat heboh serta panik masyarakat desa benuang dan sekitarnya
Berdasarkan keterangan Hoiri (46) warga setempat, Seperti biasanya,dia dan keluarganya bekerja menjaga kebun milik Suryadi Namun betapa kagetnya saat diperjalanan menuju pondoknya ia melihat semburan api melampaui pohon sawit yang dijaganya duagaanya semula pondoknya yang terbakar, Setelah didekati ternyata api berasal dari semburan pipa minyak milik pertamina yang berisi minyak becampur gas.
Melihat kejadian itu ia langsung menghubungi Suryadi sang pemilik kebun tak lama berselang Suryadi pun datang ke lokasi kejadian serta minta bantuan warga setempat untuk memadamkan kobaran api namun mereka tidak bisa berbuat banyak karena menurutnya api terlalu besar.
Akibat kejadian ini, beberapa batang sawit berusia 12 tahun miliknya hangus terbakar api. Demikian juga belasan lainnya terancam gagal panen bisa dipastikan tidak bakal berbuah lagi" terangnya
"Saya sangat dirugikan akibat kejadian ini juga saya menilai pihak PT.Pertamina terlalu lamban menangani insiden ini, coba fikir dari jam 18.00 sampai pukul 23.30 WIB tadi malam api belum juga padam" tegas Suryadi.
Sementara itu Asmen L&R PT Pertamina EP Aset 2 Pendopo Field melalui Humas Nurseila mengakui semburan api berasal dari pipa milik pertamina. Pipa ukuran 6 inch tersebut berisi condensate menghubungkan Stasiun Pompa Benuang dengan Benakat Timur.
"Kami Setelah menerima laporan sekitar pukul 6:30 kami langsung meluncur ke lapangan,dan sampai disana sekitar pukul 8 malam, karena jalan simpang raja di cor belum bisa dilalui maka kami mutar lewat jalan PT Agro kami mengalami keterlambatan proses pemadaman pukul 12:50 selesai pengeleman pukul 01:05 malam"paparnya saat ditemui ruangan kerjanya
dikatakan Nursela bahwa penyebab kebakaran pipa tersebut diduga sabotase oleh pihak ketiga.
"Dugaan kami sementara diakibatkan karena digesek oleh pihak ketiga,karena pipa line tersebut masih baru dan belum lama pemasangannya serta pihak kami sudah melaporkan insiden ini kepihak kepolisian sektor talang ubi untuk penyelidikan lebih lanjut" tutupnya.
Kapolres Muara Enim AKBP Nuryanto SIK.Msi. melalui Kapolsek Talang Ubi Kompol Janton Silaban SIK Sh. membenarkan kejadian tersebut. "Petugas saat ini sedang melakukan penyelidikan lebih lanjut Kita juga sudah memasang police line di tempat kejadian perkara (TKP)" kata Janton.(St)
(Biro Pali)