PRABUMULIH- beritapali.com
Gabungan LSM di Prabumulih melakukan pertemuan dengan pihak Kejaksaan Negeri Prabumulih, Kamis (8/10/2015), di ruang pertemuan Kejari Prabumulih.
Pertemuan tersebut dihadiri wakil Kasi Intel Adi Nugroho dan Kasi Pidsus Imam A, membahas mengenai indikasi adanya korupsi pembangunan di Prabumulih.
Ada beberapa item pembangunan yang disoroti terkait indikasi korupsi, yaitu pembangunan Jalan Sudirman, pembangunan Islamic Centre, dan normalisasi Sungai Kelekar.
Drs Aminur selaku perwakilan LSM menyatakan pertemuan ini dilakukan untuk mensuport pihak penegak hukum agar terus melakukan penyelidikan kasus korupsi yang sudah masuk di Kejari Prabumulih.
"Kita mendorong terus aparat penegak hukum, agar melakukan tugasnya dengan baik dan tidak ada upaya pembiaran terhadap kasus korupsi yang masuk di Kejari Prabumulih," ujar Aminur usai pertemuan.
Sementara Mayer Rambang, Ketua LSM KAPAK ditempat yang sama menyampaikan hal senada. "Banyak pembangunan di Prabumulih yang kurang asas manfaatnya. Serta mutu pembangunan yang kita anggap masih kurang, tidak adanya konsultan dan lemahnya pengawasan," tambah Mayer Rambang.
Aminur pun menyatakan dirinya bersama rekan-rekan LSM Prabumulih akan menggelar demo besar-besaran pada tanggal 15 Oktober mendatang di Kejari Prabumulih, guna terus mendorong dan memantau penindakan kasus korupsi di Kejati Sumsel berikut Kajari Prabumulih.
Adapun gabungan LSM Prabumulih yang melakukan pertemuan diantaranya LSM MRLB, LSM Gempur, LSM Kapak, LSM LKPDSS dan LSM APK. Namun mereka menyayangkan ketidakhadiran langsung Kejari Prabumulih Mahmudi SH.
Teks/foto : Usman Basir
Editor : NURUL