Kamis, 21 April 2016

PWI MUBA Investigasi Limbah PT.Pinago


Sekayu.BeritaPali.com--Tim Investigasi PWI Muba yang terdiri dari wartawan dan LSM yang bertugas di Muba,Jumat (15/4)kemarin mekakukan investigasi ke lapangan,terkait pencemaran lingkungan yang dilakukan PT.Pinago Utama.

Tim yang dibagi dua meninjau langsung kolam penampungan limbah milik PT.Pinago Utama,dari darat dan dari sungai.Tim yang didampingi pemerintah setempat dan Badan Lingkungan Hidup Penelitian Dan Pengembangan (BLHPP) Kabupaten Musi Banyuasin mengambil sample limbah.

Ketua tim investigasi PWI Muba Kurnaidi.ST yang juga ketua PWI Muba kepada wartawan mengatakan,pihaknya membentuk tim terkait adanya tiga oknum anggota LSM dan wartawan yang ditahan di Polres Muba terkait adanya dugaan pemerasan terhadap PT.Pinago Utama.

"Adanya dugaan pemerasan itu lantaran ada motif yang timbul,karena itu kita membentuk tim investigasi gabungan ini untuk mengetahui sampai sejauh mana kebenarannya di lapangan .sepanjang pengetahuan kita,dugaan pemerasan itu bermotif pencemaran lingkungan,karena itu kita ingin membuktikan dengan mengajak instansi terkait untuk melakukan penelitian secara ilmiah dilaboratorium,"katanya.

Lebih lanjut kurnaidi mengatakan,hasilnya kita percayakan dengan pihak BLHPP untuk meneliti sample yang mereka ambil bersama,kita tinggal menunggu hasil dari pihak BLHPP untuk mendeteksi sample limbah yang mereka ambil,kita tunggu saja hasilnya positif atau negatif,"Kata Kurnaidi.

Sementara itu,Kabid pengawasan dan pengendalian dan lingkungan hidup Kabupaten Muba Drs.Firmantius mengatakan kalau pihaknya tidak akan mendeteksi sample limbah yang diambil oleh tim PWI yang dari laut,karena tidak bergabung dengan pihaknya.

"Untuk sample yang diambil oleh tim laut kita tidak bisa mendeteksinya.Karena harus diketahui kedua belah pihak,dan kita sendiri yang harus mengambilkannya,dan hasil sample ini akan di uji di laboratorium provinsi,hanya kita tunggu hasilnya nanti," jelas Firmantius.

Direktur pabrik PT.Pinago Utama R.Wahab didampingi senior manager PMKS Torkis Simatupang dan senior Manager pabrik karet Rudiyanto saat dimintai komentarnya mengatakan,pihaknya mempersilahkan siapa saja yang mau datang kemari.Namun demikian harus memenuhi aturan yang ada.Apalagi yang datang sekarang ini adalah tim yang tergabung dari Wartawan,LSM,BLHPP dan pemerintah setempat,"yang jelas kita terbuka apalagi ini legal,"katanya.

Saat disinggung tentang kronologis adanya indikasi pemerasan yang dilakukan empat oknum yang terjadi beberapa waktu lalu,Wahab mengatakan,mereka datang dengan membawa tandatangan masyarakat dan mau minta uang sebesar Rp 300 juta,menurutnya,pihaknya hanya menyanggupi sebesar Rp.3 juta.

Disinggung soal peruntukan uang tersebut,Wahab beralasan uang yang diberikan pihaknya itu untuk menenangkan empat oknum yang datang.

"Mereka itu datang dengan niat yang kurang bagus,bahkan ada yang terlihat menggeserkan senjata tajam dipinggang.Kita inikan bekerja,dan kami takut,sehingga terpaksa kami memberi uang sebesar Rp.3 juta itu.Empat oknum itu ditangkap polisi diluar kantor saya,yakni di pos jaga.Diketahui tiga diantaranya kedapatan membawa senjata tajam,"katanya.(tim) sbg/wrt

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Komentar via Facebook