Tampilkan postingan dengan label OPINI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label OPINI. Tampilkan semua postingan

Rabu, 28 Desember 2016

,

Opini : Peresmian Kantor PWI PALI, Penuh Makna



Bangga, kalimat itulah yang pas dilontarkan saat Bupati Penukal Abab Lematang Ilir; H Heri Amalindo, meresmikan Kantor Persatuan Wartawan Indonesia Kabupaten PALI, Selasa (27/12) kemarin. Mengapa harus bangga? Alasannya adalah, dari 17 Kabupaten/kota yang ada di Provinsi Sumatera Selatan, Kabupaten PALI yang masih seumur jagung telah memiliki Gedung PWI sendiri. Kantor inilah yang bakal menjadi tempat para “kuli tinta” untuk berbagi satu sama lain dalam mewujudkan Jurnalis PALI yang professional, mandiri dan independen.

Kehadiran organisasi para pegiat pers ini di Kabupaten PALI, sepertinya mendapat dukungan penuh dari Pemkab dan DPRD PALI. Hal ini terbukti seperti pada tahun 2015 kemarin, Irwan ST, ketua Komisi II DPRD PALI, menghibahkan sebidang tanah yang diperuntukkan untuk pembangunan Kantor PWI PALI. Karena telah memiliki tanah sendiri, secara cekatan, pengurus PWI yang saat itu baru sebulan dilantik akhirnya segera membentuk panitia pembangunan kantor.

Seperti gayung bersambut, niat baik tersebut diapresiasi oleh Pj Bupati PALI saat itu, yakni H Apriadi Mahmud, yang meninjau lokasi pembangunan dan berjanji untuk membantu pembangunan gedung kantor PWI PALI, hingga akhirnya gedung tersebut telah selesai dibangun dan diresmikan langsung oleh Bupati PALI; H Heri Amalindo, kemarin.

Meski baru satu tahun memiliki ketua defenitif, PWI PALI yang merupakan wadah bagi para pegiat pers untuk saling berkomunikasi dan bertukar fikiran, diharapkan mampu mewujudkan kesejahteraan anggotanya. Untuk mewujudkan hal itu, PWI PALI telah menyusun beberapa program kerja yang pelaksanaannya akan dikolaborasikan dengan Pemerintah Kabupaten PALI beserta DPRD PALI.

Salah satu program kerja unggulan di tahun 2017 yakni pelaksanaan Orientasi PWI dan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) se-PALI. Orientasi PWI merupakan persyaratan bagi semua wartawan yang ingin bergabung dengan PWI atau meningkatkan status keanggotaan PWI. Ini dilakukan untuk mengingatkan kembali soal kewartawanan dan memahami kode etik wartawan.

Sedangkan UKW sendiri merupakan serangkaian penilaian kemampuan kerja yang mencakup aspek pengetahuan, keterampilan/keahlian, dan sikap kerja yang relevan dengan pelaksanaan tugas kewartawanan. Pelaksanaan UKW sendiri berdasarkan PERATURAN DEWAN PERS Nomor 1/Peraturan-DP/II/2010 Tentang STANDAR KOMPETENSI WARTAWAN.

Adapun tujuan diadakannya orientasi PWI dan UKW ini menurut Ketua PWI PALI, Nurul Fallah, sebagai salah satu cara untuk meningkatkan profesionalitas seorang wartawan dan sebagai syarat berlakunya UU Pers No 40 tahun 1999. Selain itu, menurutnya, dengan mengikutsertakan seluruh wartawan dalam kegiatan itu, diharapkan dapat menambah pengetahuan para pegiat pers mengenai Kode Etik Jurnalistik yang merupakan pedoman para wartawan dalam melaksanakan tugas kewartawanannya. Di PALI sendiri, ungkap Nurul, baru sekitar 20% wartawannya yang telah mengikuti UKW dan dinyatakan berkompeten.

Terkait program unggulan PWI PALI tersebut, Bupati PALI; H Heri Amalindo berkomitmen akan memfasilitasi para awak media untuk dapat mengikuti orientasi PWI dan UKW tersebut.

Dengan adanya komunikasi yang baik antara pegiat pers dan para pemegang kebijakan di Bumi Serepat Serasan ini, diharapkan dapat membawa Kabupaten PALI semakin maju menuju Kabupaten PALI Serasi Nian yang Cemerlang.

Penulis : Azwar Anas/ Pemimpin Redaksi

Sabtu, 28 Maret 2015

,

PENGANTIN PILKADA PALI


Oleh : Nurman Valuti


  Perlahan tapi pasti suhu politik di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir mulai terasa semakin hangat. Hal ini ditandai dengan telah dibukanya pendaftaran Balonbup dan balonwabup di beberapa Partai politik yang ada di Kabupaten ini. Bahkan beberapa  nama sudah mulai mendaftarkan diri dengan mengambil formulir ke partai politik untuk maju sebagai orang Nomor 1 dan 2 Pali.
    Melihat dan mencermati penomena Pilkada Pali 2015 yang tak lama lagi akan digelar, banyak hal yang menentukan sukses atau tidaknya seorang calon Bupati untuk dapat bekerjasama dengan calon wabup untuk menjadi "Pasangan Pengantin" pada Pilkada Pali mendatang.  Pertimbangan yang matang, tepat dan bijaksana
mutlak diperlukan dalam mencari pasangan sebelum menentukan pilihan hati.
     Sosok Heri Amalindo saat ini merupakan salah satu figur yang diunggulkan oleh kalangan masyarakat baik di Ibukota Kabupaten maupun Kecamatan dan Desa. Sebagai Penjabat Bupati yang sedang diembannya sekarang, sedikit banyak tentu berpengaruh positif terhadap niat untuk maju pada Pilkada tersebut. Pekerjaan besar untuk maju sebagai Calon Bupati tersebut tidak dapat dilakukan oleh seorang Heri Amalindo saja, diperlukan calon pendamping yang pemikir yang elektabilitasnya sudah teruji serta mempunyai kelebihan lainnya. Heri Amalindo akan disodorkan dengan beberapa figur dengan berbagai macam karakter dan kelebihan serta program masing- masing.
     Ada 3 hal pokok yang mungkin bisa dijadikan bahan pertimbangan dalam penelusuran pencapaian menuju Pali 1 dan 2, yakni :
Pertama : Memahami kehendak masyarakat. Sebagian masyarakat menginginkan salah satu pemimpin Pali yang Pertama ini adalah orang yang sudah terbukti ikut andil dalam perjuangan terbentuknya Kabupaten Pali. Kalau selama ini Heri Amalindo adalah "Single Fighter" dalam menjalankan roda pemerintahan,maka selanjutnya Heri Amalindo harus jeli  dalam memilih dan memilah pasanganya nanti dengan mempelajari track record calon pasangan.
Kedua : Letak wilayah sebagai kantong suara harus juga menjadi kajian yang serius,dimana Heri Amalindo merupakan wakil bagian Hilir di wilayah Pali yang terdiri dari beberapa kecamatan. Sangat memungkinkan dan seharusnya mempertimbangkan pasangannya adalah orang yang mewakili masyarakat wilayah Hulu.
     Selanjutnya dari 5 Kecamatan yang ada di Kabupaten ini, Kecamatan Talang ubi merupakan kecamatan yang jumlah penduduknya hampir mencapai 50% dari jumlah penduduk kabupaten Pali. Itu artinya tugas dengan calon pasangan sudah dapat dibagi berdasarkan wilayah Hulu dan Hilir.
     Terakhir Hubungan Emosional dengan calon pasangan harus sudah terjalin dengan Mesra agar Pengantin Pilkada nanti adalah pasangan yang serasi, sehati dan setujuan. Dengan demikian kekuirangan yang satu dapat terpenuhi dengan kelebihan yang lain. Dan yang terpenting adalah bahwa pengantin pilkada nanti adalah pengantin yang mendapat Ridho Allah Subhana wa taala, Amin.
Penulis adalah Pemerhati dan pengamat Pilkada Pali 2015/

Berita PALI