Kamis, 25 September 2014

, , , , ,

ADVETORIAL | PRODUK UNGGULAN BINAAN DESPERINDAG KABUPATEN PALI

"Kerajinan Rakyat dan Souvenir khas PALI"

Baru baru ini Kabupaten PALI mengirim utusannya ke negeri Tirai Bambu China, dalam rangka misi perdagangan, pengenalan produk lokal PALI dan Mengikuti kegiatan pameran "CAExpo 2014".
Pada kegiatan itu stand Kabupaten PALI mendapat sambutan hangat dari para calon investor China. Terutama produk anyaman dan meubelair dari bahan baku rotan, serta jenis souvenir bahan baku gipsum. Hanya saja mereka mensyaratkan standar mutu sesuai katalog, bahan dan pola dari mereka. Demikian disampaikan Kadisperindag Kabupaten PALI Drs. Kusmayadi yang didampingi Sekretarisnya Sumantri,SPd diruang kerjanya pada Selasa (23/9)
Follow Up dari kunjungan tersebut saat ini pihaknya tengah merencanakan serta mendata dan melakukan upaya pembinaan . Karena sudah banyak pesanan dari para calon imvestor baik lokal maupun luar negeri. Jelas Sumantri kepada Radar Nusantara.
"Maka dalam waktu dekat kita akan mengumpulkan para pengrajin anyaman, tukang kursi, serta perajin souvenir tersebut untuk kita bina secara intens. Dan pada ahir Oktober nanti kita akan mengikuti pameran Sriwijaya Exebition di Jakarta. Kita buka stand untuk memperkenalkan produk lokal PALI dengan menyertakan para pengrajinnya untuk demo pembuatan kerajinan dihadapan para pengunjung" demikian ungkap kak Jom sapaan akrab Drs. Kusmayadi.
Sementara Sahari, Perajin Souvenir asal desa Tambak Kecamatan Penukal Utara merasa sangat berterima kasih atas pembinaan dari Pemkab PALI. Dimana saat ini dirinya telah mampu memproduksi beraqam souvenir berbahan baku gipsum, bambu dan kayu. Hanya saja ia mengaku masih terkendala dengan permodalan.
" Untuk bahan dan peralatan perlu modal yang tidak sedikit, maka kami sangat menantikan para pengusaha yang mau bekerja sama. Atau suntikan dana dari pemerintah". Ujar Sahari dengan logat sendu.
Pada sisi lain ibu Merry mewakili Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) Daerah Sumsel menyampaikan bahwa pihaknya telah menganggarkan dana 1,8 milyar ditahun 2014 untuk pembinaan dan kegiatan semacam ini.
"Sayang kalau dana tersebut tidak dapat dimanfaatkan untuk pengembangan potensi di PALI. Apalagi kalau harus kembali ke kas negara" jelasnya.

Pada dasarnya melalui program seperti ini maka potensi SDA dan SDM dapat secara optimal diberdayakan di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir yang baru menginjak usia ke 2 nya ini. (Adv/jagad/nurul) 








Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Komentar via Facebook