Kamis, 06 November 2014

, ,

10 Desa Pesisir Lematang Gabung ke PALI

PALI,BP
Polemik adanya 10 Desa di Kabupaten Muaraenim perbatasan antara Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) yang ingin bergabung  Kabupaten PALI, menjadi pro kontra dikalangan pejabat Kabupaten Muara Enim dan Kabupaten PALI.
Plt Kepala Bagian (Kabag) Pemerintahan Kabupaten PALI, Asrohi, S.sos, MH membenarkan adanya sepuluh Desa yang berada di Kabupaten Muara Enim ingin bergabung di Kabupaten PALI, 10 Desa tersebut membentuk Presidium yang bertujuan untuk melepaskan Desa tersebut dari Kabupaten Muaraenim .
"12 Agustus 2014, sekitar 50 orang perwakilan 10 Desa terdiri dari Desa Teluk lubuk, Bumi ayu, Baturaja, Darmo, ,Siku, Dangku, Kuripan, Kuripan Selatan, Belimbing, dan Beruge. Satu Desa diwakili lebih dari dua orang, serta forum masyarakat dan presidium," kata Asrohi, Selasa (21/10).
Ia menambahkan, para perwakilan Desa dan tokoh masyarakat sangat ingin bergabung dengan Kabupaten PALI, bahkan mereka sudah ada presidium."Mereka sudah membentuk presidensium, yang didukung oleh tokoh masyarakat, Man Ali, Abu Hasim, Iskandar, Ajrul dan lain-lain, dimana tokoh masyarakat tersebut merupakan asli putra daerah dari 10 Desa tersebut," katanya.
Alasan mereka untuk bergabung di Kabupaten PALI karena mereka merupakan wilayah Lematang, sesuai dengan singkatan dari PALI.
"Mereka mempertanyakan kenapa 10 Desa tersebut yang merupakan bagian dari wilayah Lematang tidak masuk di Kabupaten PALI," ujar Asrohi menirukan ucapan dari perwakilan 10 desa tersebut.
Ajrul Taufik, Koordinator 10 desa pesisir Lematang
menunjukkan Proposal Usulan pindah Kabupaten.
Selain itu juga, ralasan ingin bergabung  Kabupaten PALI untuk mendekatkan pelayanan administrasi, serta ingin membentuk Kecamatan sendiri.
"Pada prinsipnya Pemerintah Kabupaten PALI, menyambut baik dan menerima mereka untuk bergabung di Kabupaten PALI, namun sesuai dengan prosedur yang telah ditentukan oleh pemerintah," ungkap Asrohi.
Silahkan presidium mengurus administrasi untuk melepaskan dari
Kabupaten Muara Enim, setelah usai Pemerintah Kabupaten (Pemkab) PALI siap menerima mereka menjadi bagian dari Kabupaten PALI, namun tidak bisa langsung membentuk Kecamatan sendiri. namun bergabung dulu ke Kabupaten PALI, kemudian membentuk Kecamatan sendiri, 10 Desa dan luas wilayah tersebut memenuhi syarat untuk membentuk Kecamatan sendiri," jelas Asrohi.
Sebelumnya, diberitakan Senin (20/10) pejabat Muara enim, mengatakan 10 Desa tersebut ingin membentuk Kecamatan sendiri di Kabupaten Muaraenim, bukan ingin bergabung Kabupaten PALI.
Akan Gerakkan Massa Bila Tak Ada Respon
Forum Komunikasi Masyarakat Lematang Indah Bersatu (Forsimas LIB) mengancam, akan mengerahkan massa sekitar 20 ribu orang ke Pemkab Muara Enim, apabila niatnya untuk memisahkan diri dari Kabupaten Muara Enim dan bergabung ke Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) tidak dikabulkan.
Hal ini disampaikan Ketua  ForsimasLIB Adrul Taufik pada rabu ( 22/10 ) alasan utama pihaknya ingin sekali bergabung dan menjadi bagian dari Kabupaten PALI, lantaran selama ini wilayah desa-desa tersebut, sama sekali tidak tersentuh pembangunan secara nyata sejak 10 tahun belakangan ini.Kami iri dengan Kabupaten PALI yang terus melakukan pembangunan berbagai bidang/ sektor. Sedangkan kita sama sekali belum tersentuh pembangunan, makanya kita ingin sekali menjadi bagian dari Kabupaten PALI.
Ia menjelaskan, bahwa pihaknya sama sekali belum dipanggil oleh pemerintah Kabupaten Muara Enim, untuk menindaklanjuti keinginan tersebut, sehingga warga merasa kecewa terhadap kinerja pemerintah Muara Enim yang lamban merespon keinginan masyarakatnya.
Saat ini kita belum dipanggil oleh Pemkab Muara Enim terkait dengan ini, sejak permohonan itu kami sampaikan, sedang pemerintah PALI sudah berkomunikasi, dan alhamdulillah responsnya sangat baik menanggapi keinginan kami untuk bergabung ke Kabupaten PALI," jelas Adrul.
Sementara itu tokoh masyarakat  di Desa Talang Bulang, Kecamatan Belimbing, Kabupaten Muaraenim, H Fikri mengatakan,  pihaknya sangat yakin bahwa 10 desa tersebut punya keinginan bersama untuk bergabung ke Kabupaten PALI dan akan berjuang.
"Kita sudah melakukan survey dengan mengumpulkan tanda tangan warga yang ingin bergabung ke Kabupaten PALI, dan cukup besar keinginan masyarakat untuk melepaskan diri dari Muara Enim, tanda tangan masyarakat semakin hari semakin bertambah terus," ungkap Fikri. ( Wito )

Berita PALI













Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Komentar via Facebook