PALI, BP
| Drs. Kusmayadi |
Pasca
kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM), yang ditetapkan pemerintah beberapa
waktu lalu, berimbas pada kenaikan harga Sembilan Bahan Pokok (Sembako)
hingga mencapai 20 persen dari harga sebelumnya di Pasar Inpres Pendopo.
Kapala
Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Kadisperindag) Kabupaten Penukal Abab
Lematang Ilir (PALI), Drs. Kusmayadi mengakui kenaikan harga Sembako terjadi
pasca kenaikan harga BBM yang ditetapkan oleh pemerintah beberapa waktu lalu.
Hasil
pendataan yang dilakukan oleh petugas Disperindag. Kabupaten PALI semua harga
barang sembako mengalami kenaikan 15 hingga 20 persen.
“Semua
Sembako, seperti sayur, minyak goreng, beras dan dan lainya mengalami kenaikan
dari 15 persen sampai 20 persen dari harga sebelumnya,” kata Kusmayadi, ketika
dibincang wartawan, Rabu (26/11).
Ia
menambahkan, kenaikan harga tersebut cukup wajar mengingat hampir keseluruhan
Sembako tersebut diambil di luar ibukota Pendopo, menggunkan kendaraan sehingga
kenaikan BBM sangat berdampak pada kenaikan harga Sembako serta barang lainya.
“Kenaikan
tersebut sangat wajar, karena biaya transportasi juga naik akbibat harga BBM
naik, seperti sayur-sayuran pedagang membeli para petani di Pagaralam, ikan
mengambil di Kota Lubuk Linggau dan lainnya,” ungkap Kusmayadi.
Lanjut
Kusmayadi, ada juga pedagang yang menaikan harga sendiri yang artinya
stok barang lama namum pasca kenaikan BBM mereka lansung menaikkan harga.
Kenaikan
harga tersebut menjadi hal yang biasa terjadi dilakukan oleh para pedagang
pasca kenaikan harga BBM, pihak Disperindag pun belum dapat melakukan Operasi
Pasar Murah (OPM) mengingat terbatasnya anggaran untuk tahun ini,” jelas
Kusmayadi seraya mengatakan pasar murah akan dilakukan menjelang hari puasa dan
Hari Raya Idul Fitri(wito)