![]() |
| Ilustrasi |
Saat itu, Ada seorang Petani
dengan Istrinya yang sedang bergandengan tangan menyusuri pinggir jalan
sepulang dari sawah sambil diguyur oleh air hujan.
Tiba - tiba, lewatlah sebuah
motor di depan mereka. Berkatalah Sang Petani itu kepada
Istrinya, "Lihatlah Bu, betapa bahagianya suami-istri yang sedang naik
motor itu, meskipun mereka juga kehujanan, tapi mereka bisa cepat sampai di
rumah, tidak seperti nasib kita yang harus lelah berjalan untuk sampai ke
rumah.”
Sementara itu, si Pengendara sepeda motor dengan Istrinya yang sedang berboncengan di bawah derasnya air hujan, melihat sebuah mobil pick-up lewat di depan mereka.
Sementara itu, si Pengendara sepeda motor dengan Istrinya yang sedang berboncengan di bawah derasnya air hujan, melihat sebuah mobil pick-up lewat di depan mereka.
Pengendara motor itu bergumam
pada Istrinya, ”Lihatlah Bu, betapa bahagianya orang yang naik mobil itu.
Mereka tidak perlu kehujanan seperti kita.”
Namun, di dalam sebuah mobil
pick-up yang dikendarai oleh sepasang suami-istri tersebut, telah terjadi perbincangan,
saat sebuah mobil sedan Mercy berpapasan dan lewat di hadapan mereka, ”Lihatlah
Bu, betapa bahagianya orang yang naik mobil bagus itu. Mobil itu pastinya
nyaman untuk dikendarai, tidak seperti mobil kita yang sering mogok terus.”
Akan tetapi, Pengendara mobil
Mercy itu seorang pria yang kaya raya, dan ketika dia melajukan mobilnya dengan
kencang, dia melihat sepasang suami-istri yang sedang berjalan bergandengan
tangan di bawah guyuran air hujan, saat itu juga Pria kaya itu menggerutu dalam
hatinya, ”Betapa bahagianya sepasang suami-istri itu. Mereka dengan mesranya
berjalan bergandengan tangan sambil menyusuri indahnya jalan di pedesaan ini.
Sementara saya dan Istri saya, tidak pernah punya waktu untuk berduaan karena
kesibukan kami masing-masing.”
Refleksi Hikmah :
”Kebahagiaan tak akan pernah kau miliki, jika kau hanya melihat kebahagiaan milik orang lain dan selalu membandingkan hidupmu dengan hidup orang lain.”
So, tetaplah bersyukur atas apa
yang kamu miliki dalam hidupmu sekarang, supaya kau tahu di mana letak bulu
ketiak (kebahagiaan) mu itu berada.
Kebahagiaan itu selalu bersama
kita dimanapun kita berada, hanya sayang kita sering tak menyadarinya...
