PALI, BP
![]() |
| Drs. M. Amin, MM Kepala Disdikbudpora Kab. PALI |
Kepala Dinas
Pendidikan Kebudayaan Pemuda Dan Olahraga (DISDIKBUDPORA) Kabupaten Penukal
Abab Lematang Ilir ( PALI ) mengklarifikasi terkait pemberitaan di salah satu
media cetak edisi 4 November 2014 yang berisi DISDIKBUDPORA terkena raport
merah oleh Pejabat Bupati Pali karena tidak menghadiri BIMTEK Perpustakaan
Arsip Dan Dokumentasi Daerah tanggal 5 November 2014 yang diselenggarakan di Gedung
Pesos Komplek Pertamina Pendopo.
Akibat dari
pemberitaan tersebut, Kepala Dinas Dikbudpora, Drs M Amin MM. merasa dirugikan,
karena ia tidak merasa terkena raport merah, bahkan diapun tidak mengerti
dengan apa yang disebut raport merah itu.
“Apa raport
merah? Apakah Saya bersekolah disini apa gimana, kalau memang Saya menerima
raport merah berarti Saya mau di apakan?” katanya.
“Memang DISDIKBUDPORA
ada undangan untuk menghadiri BIMTEK tersebut, undangan diterima pukul 08.30
melalui staf Saya, Heny dan pukul 09.00 Saya ditelpon oleh isteri dirumah bahwa
anak Saya masuk UGD di RS H. M.Robain Muara Enim karena anak Saya terkena asma
mendadak, setelah Saya mendapat laporan tersebut, Saya kirim SMS ke
ketua panitia untuk disampaikan kepada Bupati PALI, bahwa Saya tidak bisa
menghadiri kegiatan tersebut dikarenakan anak Saya lagi sakit. Saya buat surat disposisi
untuk mewakili Saya kepada Kabid Dikdasmen Dra Hartiana, surat Disposisi disampaikan
oleh staf Saya Ratna kepada Ibu Hartiana, kenyataannya Ibu hartiana tidak datang atau tidak mematuhi
perintah Saya, jadi yang dapat raport merah itu Saya atau Ibu Hartiana?”
lanjutnya.
“Memang Saya
tidak menyalahkan siapapun, tetapi kenapa tidak ada satupun wartawan yang
menulis raport merah tersebut berkoordinasi sama Saya, sebab dalam pemberitaan
tersebut menyangkut nama baik DISDIKBUDPORA karena dalam isi pembritaan itu DISDIKBUDPORA
terkena raport merah, apa yang dimaksud raport merah, apa Saya tidak naik
kelas, apa gimana, Saya sudah ngobrol dengan beliau ( Bupati, red ) dan
bertanya kepada beliau tentang Raport merah tersebut dan yang lebih anehnya
lagi ketika Saya bertanya dengan beliau, beliau tidak mengatakan atau
mengganjar Saya raport merah, jadi apa salahnya berkoordinasi dengan Saya
supaya tahu alsannya.”ujarnya. ( suhardi )
