Pembangunan Rehab Perpustakaan SDN 26 Desa Panta Dewa Kecamatan Talang Ubi Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), mengundang pertanyaan dari Lembaga Independen Bela Rakyat (Libra) seperti yang disampaikan ketua Libra Mulyadi KR di kediamannya di Desa Purun Penukal.
Menurutnya Rehab perpustakaan itu terdapat kejangalan terutama tumpang tindih pembangunannya. Bangunan ini Perpustakaan Pemkab Muara Enim yang saat ini sudah menjadi Pemerintah Kabupaten PALI, maka untuk merehabnya koordinasi dulu dengan pemkab PALI.
"Maksud saya sebagai ketua LSM jangan seenaknya merehab perpustakaan tersebut" kata Mulyadi.
Kepala Sekolah 26 Panta Dewa Talang Ubi saat dihubungi wartawan terkait bangunan perpustakaan tersebut Ibu Sana,S.Pd menjawab dengan nada kasar dan janggal seakan-akan bukan prilaku kepala sekolah.
"Untuk kejelasaan pembangunan ini saya tidak tahu itu bangunan siapa, bagi kami Cuma menerima bersih kalau wartawan bisa baca dan tulis lihat saja reklamenya itu bukan urusan aku. '' tutur Sana sembari meninggalakan wartawan.
"Untuk kejelasaan pembangunan ini saya tidak tahu itu bangunan siapa, bagi kami Cuma menerima bersih kalau wartawan bisa baca dan tulis lihat saja reklamenya itu bukan urusan aku. '' tutur Sana sembari meninggalakan wartawan.
Sedangkan Manager Pertamina Ep Asset II Filed Adera melalui humasnya A Gofur,SH membenarkan pihaknya telah merehab gedung perpustakaan tersebut
fisik termasuk rak perpustakaan kita yang bantu. Perlu di ketahui bahwa gedung perpustakaan ini sudah bertahun-tahun terbengkalai, tidak berfungsi lagi atapnya bocor dan cuma dijadikan gudang barang bekas, dari situlah awalnya saya selaku Humas Adera prihatin dengan kondisi bangunan tersebut dan atas dasar itulah kita laksanakan rehab disamping ada proposal permohonan dari pihak sekolah melihat kondisi perpustakaan yang tidak layak lagi pakai. Apa salahnya pihak kita membantu rehab walaupun tumpang tindih. Kalaupun dijelaskan oleh Ibu Sana,S.Pd ia tidak tahu menahu dari mana bangunan itu, salah satunya proposal sekolah lah hingga pihak perusahaan memberikan bantuan yang saat ini bisa dinikmati/dipakai. '' kata Gofur
Sementara Kepala Disdikpora Drs. Muhammad Amin,MM saat dihubungi melalui telpon selularnya sayangnya hpnya tidak di angkat jadi pihak kita dari media tidak bisa untuk meminta penjelasan terkait bangunan tersebut. (jen/hjr).fisik termasuk rak perpustakaan kita yang bantu. Perlu di ketahui bahwa gedung perpustakaan ini sudah bertahun-tahun terbengkalai, tidak berfungsi lagi atapnya bocor dan cuma dijadikan gudang barang bekas, dari situlah awalnya saya selaku Humas Adera prihatin dengan kondisi bangunan tersebut dan atas dasar itulah kita laksanakan rehab disamping ada proposal permohonan dari pihak sekolah melihat kondisi perpustakaan yang tidak layak lagi pakai. Apa salahnya pihak kita membantu rehab walaupun tumpang tindih. Kalaupun dijelaskan oleh Ibu Sana,S.Pd ia tidak tahu menahu dari mana bangunan itu, salah satunya proposal sekolah lah hingga pihak perusahaan memberikan bantuan yang saat ini bisa dinikmati/dipakai. '' kata Gofur