Minggu, 21 Desember 2014

, , , ,

Pleno KPUD MUara Enim Tetapkan 25 Anggota DPRD PALI

Muara Enim, BP
Add caption
Seluruh elemen masyarakat PALI menyambut baik ditetapkannya 25 Anggota DPRD Kabupaten PALI oleh KPUD Muara Enim dalam Rapat Plenonya pada Senin (15/12).
Edi Suprianto,SH Ketua DPD Golkar PALI berharap bahwa nantinya DPRD PALI ini dapat menjalankan fungsi legislasinya dengan benar. Sebagai pengawas kebijakan Pemerintah, menyusun dan menetapkan program yang terarah dan sistematis serta pro rakyat .
“Saya yakin dan percaya 25 dewan yang terhormat ini adalah mereka yang sudah punya pengalaman yang baik, hingga dipercaya oleh rakyat. Dan akan lahir ide ide cemerlang untuk kebaikan dan perbaikan PALI kedepan” papar Edi.
Sementara M.Khadafi Nang Ali,SE tokoh pemuda dan pejuang PALI yang pernah mengomandani Demo Akbar 8 Agustus 2005 menuturkan bahwa dirinya berharap para anggota dewan PALI dapat mengevaluasi 2 tahun perjalanan PALI ini Sudah sejauh mana Penjabat Bupati PAlI dan lembaga pemerintahan dibawahnya mampu melaksanakan amanah UU No.7 tahun 2013. Serta meletakkan fondasi pembangunan untuk kesejahteraan dan kemakmuran  rakyat PALI.
“Kita sudah berjuang bersama untuk terbenuknya Kabupaten ini.Tujuan nya tidak lain untuk mensejahterakan rakyat PALI. 2 tahun sudah terlampaui namun masih jauh dari mimpi indah kita untuk negeri ini. Karena beberapa hal prinsip sesuai dengan amanah Undang undang belum terjawab. Baik itu penataan aparatur, terobosan dalam bidang ekonomi, dan rencana pembangunan. Kita sama-sama berharap dewan yang telah ditetapkan oleh KPU ini mampu menjawab keinginan rakyat ini. Serta benar benar mewakili aspirasi masyarakat dalam melaksanakan fungsinya. Baik menyusun arah kebijakan dan prioritas pembangunan, menetapkan dan mengawasi serta mnegevaluasi rencana dan pelaksanaan pembangunann termasuk kinerja pemerintah” demi kian urai Khadafi.
“Kami beharap nia dengan adenye dewan ikak pacak menekan pemborosan penggunaan anggaran daerah, serta membuat kebijakan yang berpihak pade wang banyak dalam segale hal.” ujar seorang ibu-ibu yang berjualan di Terminal Pendopo dengan bahasa etnik yang medok.
Diterminal Pendopo  seorang tukang ojek bernama mamat menyampaikan kepada BP, “Mintek mintek bae dewan kak kagik idak melulu mikirke ndak nuntut sen dan proyek semate dengan meng "Ao" ke kebijakan yang idak populer lawan pacak ngawasi proyek APBD idak meningka wang ngamburke beras konyet” canda Mamat.(PL)
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Komentar via Facebook