Tidak Beri Teladan, Diwawancarai Keringaman, Kakinya "Tesengkang"
Pendopo, BP
Entah kenapa, Sekretaris Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (Sekwan) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (Pali), Amri Achmad SH MH, belakangan ini menghindar ketika hendak diwawancarai wartawan harian lokal di PALI. Jangankan menjawab pertanyaan, malah ia terkesan menampakkan muka sinisnya ketika melihat kehadiran wartawan di dekatnya.
Ketika wartawan Selasa (23/12) hendak mewawancarainya perihal usulan percepatan pelantikan anggota DPRD terpilih Kabupaten PALI, usai acara HUT Dharma Wanita Persatuan (DWP) di gedung Pesos. Dengan membuang muka sinis, pejabat di lingkungan Pemkab PALI satu ini berlalu saja sembari membawa sekotak nasi bungkus, tanpa sepatah katapun menjawab pertanyaan yang dilontarkan.
Namun, ketika wartawan mengucapkan terima kasih, dan bilang padanya untuk membaca berita terkait wawancara tersebut besok (hari ini,red), tiba-tiba Amri membalikkan badan. Dan berkata begini. "Apo kato kau," hardiknya sembari berjalan ke arah wartawan. Saat itu ada salah satu staf/ TKS yang berusaha memenangkannya. Setelah insiden kecil itu berlalu, kemudian wartawan berupaya mendekatinya lagi untuk mendapat keterangan konkrit mengenai hasil rapat mereka terkait informasi percepatan pelantikan anggota DPRD PALI yang memang sudah ditunggu-tunggu pembaca.
Kemudian Amri, dengan sendirinya mendekati wartawan. Dengan bergaya angkuh, dimana kakinya diangakat sebelah (baca: dinaikkan sebelah di atas pot bunga besar), serta dibarengi mimik muka keringaman (baca: seolah terpaksa), barulah ia mempersilahkan wartawan bertanya.
Dewan Pimpinan Forum Aspirasi Masyarakat Penukal Abab Lematang Ilir (FAM PALI) Kecamatan Abab. Mulyadi Asoy, menilai tingkah yang dipertontonkan Amri Achmad tersebut adalah contoh Pejabat yang tidak komunikatif. "Hal semacam itu bukanlah sikap teladan," ujar Asoy.
Menurut dia, seorang Pejabat itu haruslah komunikatif. Terlebih sekarang ini era keterbukaan informasi. "Lah, yang ditanyakan itu kan terkait perkembangan informasi yang memang perlu diketahui publik. Dan masyarakat memang sangat menantikan informasi tersebut melalui media massa. Harusnya jawab dengan bijak. Kalaupun lagi kesal, ya jangan dibawa-bawa dinas," katanya.
Kaitannya itu menurut Asoy lagi, sosok Amri Achmad sebagai Sekwan, dinilai tak pantas menjadi pemimpin di Kesekretariatan DPRD PALI. "Kalau memang ogah-ogahan bekerja, mundur saja. Masih banyak PNS lain yang siap bekerja dan tidak mudah mengeluh dengan setumpuk pekerjaannya," cetus Asoy.
Dijelaskan Asoy mengutip pandangan seorang ahli kepemimpinan, bahwa inti kepemimpinan ada tiga, yakni karakter, komitmen, dan kemampuan komunikasi."Nah, komunikasi seorang Pemimpin dapat dilihat dari berbicara apa adanya, tidak kaku, tidak dibuat-buat dan mampu berkomunikasi dengan berbagai lapisan. Pemimpin yang handal yakni yang dapat menyederhanakan persoalan-persoalan rumit dalam bahasa yang mudah dan sederhana," pungkasnya
Menanggapi berbeda Nurulfallah D,SH. Ketua DPC Ormas Gerakan Anak Indonesia Bersatu (GAIB) Kabupaten PALI menyampaikan kepada BP.
" Lumrah kalau pak Sekwan tidak menanggapi pertanyaan awak media. Syukur, dia sudah sadar akan fungsi dan perannya. Karena yang berhak menyuarakan adalah anggota Dewan. Sama Seperti KPU seorang sekretaris KPU tidak berhak mengomentari atau menerangkan apapun karena dia bukan seorang Komisioner. Ini baru melek hukum, satu dewan satu suara. Dan Sekwan tidak punya suara ". Ujar Nurul (HR)