• Disebabkan oleh rembesnya Jumper (booster) Saluran Pipa
Penukal, BP
![]() |
Sungai Mangku yang
Tercemar Limbah MInyak
Pertamina Adera
|
Pencemaran tersebut disebabkan merembesnya jumper (booster) saluran pipa minyak Pertaminan Field Adera. Bahkan diindikasikan sudah terjadi bertahun-tahun.
Sapri, warga setempat mengaku awalnya hendak membuat kolam ikan, sekitar tiga bulan. Setelah itu, ikan yang ada di kolam ikan tersebut rasanya tidak enak karena telah mengandung minyak.
Awiyan, Kepala Dusun 6 hanya meminta pertanggung jawaban atas terjadinya pencemaran lingkungan yang terjadi di dusunnya. Dia juga meminta agar kembalikan lingkungan hijau kepada kami warga dusun 6.
“Kami hanya meminta kepada pihak terkait dalam hal ini Pertamina Field Adera agar bisa bertanggung jawab atas kerusakan lingkungan ini. Bahkan Sungai Mangku yang membelah Desa Babat ini sudah tercemar, sehingga warga tidak bisa memakai air tersebut untuk minum,” ungkapnya.
Edi Suprianto, tokoh masyarakat setempat membenarkan telah terjadinya pencemaran lingkungan oleh Pertamina Field Adera. Bahkan Edi juga menambahkan saat ini pihak Pertamina Field Adera ingin menghilangkan jejak akibat pencemaran lingkungan tersebut dengan cara mengeruk tanah limbah dan menggantinya dengan tanah yang baru.
“Saat ini sudah ada 55 Dump Truck yang sudah mengambil tanah limbah tersebut dengan tujuan ingin menghilangkan jejak. Dengan kapasitas Dump Truck nya mencapai 16 M3” tambah Edi.
Untuk ganti rugi warga telah dijanjikan akan mendapat kompensasi sebesar 500 ribu per KK, Edi nilai sangat tidak sesuai melihat akibat yang telah didapat oleh warga yaitu terjadinya kerusakan lingkungan yang begitu parah.
“Kompensasi sebesar itu dak sesuai soalnyo kerusakan lingkungan yang disebabkan oleh merembesnya jumper (booster) Pertamina Field Adera menyebabkan air di Sungai Makung terkontaminasi minyak dalam kadar yang cukup tinggi,” jelasnya.
Edi berharap pihak yang bertanggung jawab dapat segera menyelesaikan masalah yang dirasakan masyarakat sekitar dan pemerintah harus lebih proaktif dalam menangani masalah tersebut, sehingga masalah ini tidak berlarut-larut.
Terpisah, Afrianto staf CSR Pertamina Field Adera mengaku telah mendapat pengaduan dari masyarakat bahwa ada pipa bocor.
“Oleh karena itulah, hampir dua bulan ini pihak Adera sudah mencoba menanggulangi pencemaran lingkungan tersebut dengan mengeruk tanah limbah tersebut dan menggantinya dengan tanah yang baru, untuk lebih lanjut bisa tanyakan kepada yang lebih ahli seperti Badan Lingkungan Hidup.” jelasnya. Lanjut Afri, sampai saat ini belum menemukan pipa yang bocor dan dalam hal ini pihak Adera siap untuk koordinasi. (putra)

