Tampilkan postingan dengan label Babat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Babat. Tampilkan semua postingan

Senin, 22 Desember 2014

, , , , , ,

WARGA BABAT AKAN TUNTUT PERUSAHAAN PENCEMAR LIMBAH

Edi Suprianto, SH
Penukal, BP
Terkait pencemaran limbah diduga milik PT Pertamina Adera Field Pengabuan Edy Suprianto adakan jumpa pers, Rabu(17/12) dan angkat bicara keresahan warga

Dalam hal ini Edy Suprianto(Eso)menyampaikan sedikitnya ada dua titik pencemaran limbah yang terjadi kampung II dan VI desa Babat kecamatan penukal kabupaten penukal abab lematang ilir PALI

Titik pertama percemaran yang terjadi oleh karna kelalaian Pt.Mesitech mengerjakan pipa milik pertamina pendopo
dan yang kedua sudah cukup lama ini terjadi akibat di duga dari kebocoran jemper milik pt pertamina yang sekarang dikelola oleh pt Adera pengabuan,

Yang pertama Saya akan menjelaskan bahwa jarak  jemper(sambungan red) pipa dari sungai hanya 70 m saja. Tanah dilingkungan jemper tersebut sudah terinteminasi berat oleh minyak mentah, awal diketahui, pada saat salah satu warga membuat kolam ikan yang tak jau dibelakang halaman rumahnya hanya berjarak 3 meter dari anak sungai

Begitu galian kolam selesai dikerjakan yang keluar dari tanah bukan hanya air namun bercapur minyak diduga milik PT.Pertamina Adera Dan sempel yang lain kami perkirakan juga ada ,

ternyata hasil peking kami memang benar adanya, pencemaran sudah lebih kurang 1 hektar atau 100 m persegi tanah warga yang terkena pencemaran limba tersebut. Dan saat ini bisa dikatakan  katogori rusak lingkungan tanah,tanaman,sungai serta sumur  dicemari oleh limba minyak tersebut

Berkemungkinan kami hari ini rabu,17/12 secara resmi akan mengajukan tuntutan kepada pt adera selaku pelaksana pekerjaan ini, melalui pemerintah kabupaten pali. Dan kami sampaikan juga tembusan  kepada DPRD provinsi dan dinas lingkungan hidup (DLH) sumsel.

perlu juga saya sampaikan bahwa teman teman dara lembaga swadaya masyarakat (LSM) sudah menghubngi saya untuk melakukan jumpa pers. kalau memang ini tidak bisa di delesaikan dengan baik , tiada makksud lain tujuannya agar tidak terulang kembali serta jangan sampai hal ini merugikan rakyat

dan di minta kepada pihak pertamina selaku penguasa migas ini dan reka rekan yang di tunjuk oleh peertamina saat melakukaan tugas supaya berhati hati agar tidak merugikan rakyat.

Saya tidak mengada ada dan saya akui bahwa Masyarakat perna Melaporkan hal tersebut kepada pt adera, dan Ditanggapi oleh pihak pt.Adera namun pelaksanaan di lapangan saya nilai lebih kabupase pt Adera seolah olah proaktif untuk menghilangkan limbah

namun paktanya Adera hanya menghilangkan barang bukti dengan cara menggali menggunakan alat berat dan mengangkut limbah tersebut menggunakan mobil dump truck. Sebanyak 55 dump kurang lebih 16m3 di bawa ke stasiun Adera setelah itu genangan minyak di angkut pakai pakum kurang lebih 22 tangki pakum truck di kali 8000 liter itu sudah di blok.

jadi pihak Adera kesannya bukan untuk menyelesaikan masalah tapi untuk menghilangKan bukti bukti di lapangan, dan perna juga berjanji akan memberikan kopensasi kepada masyarakat yang terkena dampak limbah tersebut ternyata sampai sekarang belum ada.

Beberapa hari yang lalu warga dapat surat tembusan copy pemberitahuan bahwa adera akan memberikan uang kepedulian sebesar 500.000 / kepala keluarga. Saya tidak tahu pemikiran pihak perusahaan ,apakah masyarakat dianggap anak sekolah TK hanya untuk jajan beli permen

Sebagai warga negara republik indonesia di atur oleh aturan Undang- Undang dasar 1945 maka saya minta penyelesaiannya dan juga Berdasarkan UU no 32 tahun 2009 dimana nasyarakat punya hak untuk menjamin agar lingkungannya tidak tercemar dan apabila itu terjadi kami berhak untuk menuntut .siapa yang melakukan pencemaran itu walaupun akibat dari kelalaian namun pakta sudah terjadi dan kami di rugikan.

Harapan kami pemerintah untuk proaktif menyelesaikan permasalahan ini supaya tidak berlarut larut papar" Edy Suprianto ketua golkar kab pali.(Hr) 
, , , , ,

Limbah Mesitechmitra Masih Menyisakan Luka

tampak air bercampur bekas minyak mentah
Penukal, BP
Bocornya pipa saluran minyak di Desa Babat Kecamatan Penukal, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), masih menyisakan luka bagi sebagian korban di lingkungan Dusun 3 Desa tersebut. Setidaknya dari 15 kepala keluarga yang terkena limbah minyak Pertamina PT. Mesitechmitra Purnabangun, masih ada enam KK yang belum mendapat ganti rugi.
Darmadi (42) warga setempat yang juga salah satu korban yang belum mendapat ganti rugi tersebut dikarenakan tidak sesuai dengan kerusakan lingkungan yang diakibatkan limbah tersebut.

"Dak sesuai dek ganti rugi duit segitu, satu hektar kebun sawit di belakang rumah jadi terendam dengan limbah minyak tersebut, sudah itu sumur aku juga terkeno limbah PT. Mesitech tersebut, laju dak pacak dipakek lagi sumur aku untuk beberapa waktu yang aku idak tahu," ungkapnya dengan nada tinggi.

Darmadi mengharapkan agar kerugian yang dialaminya tersebut dapat diganti sesuai dengan kerusakan yang diakibatkan limbah tersebut.
"Aku cuma minta ganti rugi yang sesuai soalnyo lah tervemar nian lingkungan kami," tutup Darmadi yang kesehariannya sebagai petani.

Arka Nurawi, Kepala Desa Babat membenarkan telah adanya ganti rugi tersebut yang menurutnya bukan sebuah ganti rugi tapi sebuah penghargaan dari PT. Mesitechmitra Purnabangun terhadap korban."Sudah etikat baik dari Mesitech dalam menanggulangi bocornya pipa tersebut, yaitu pipa yang bocor tersebut lah dilas, terus limbah yang meluap telah dibersihke. Bahkan uang penghargaan tersebut sudah diberi yaitu sebesar Rp 400.000,-/KK," jelas Arka.

Dia juga menambahkan untuk enam KK yang menolak mendapat uang penghargaan tersebut, salah satunya Darmadi, Darwin."Aku idak tahu kenapo mereka dak galak nerimo duit penghargaan tersebut. Tapi yang jelas kami tidak menghalangi warga untuk complen kepada perusahaan tersebut," tutup Arka.

Sebelumnya, kejadian bocornya pipa Pertamina dengan fendornya PT. Mesitechmitra Purnabangun terjadi pada Sabtu malam (13/12) kemarin. Namun penyelesaiannya jingga kini masih belum selesai. M Nasir, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Serampuh menyesalkan telah terjadinya kebocoran pipa yang berakibat pada meluapnya minyak yang mencemari lingkungan Dusun 3 Desa Babat. Menurut Nasir, itu semua akibat lalainya PT Mesitechmitra Purnabangun yang membiarkan pipa lama yang sudah karatan tersebut tidak diangkat sehingga terjadi kebocoran yang mencemari lingkungan setempat.

"Lah sudah diomongke samo pihak Mesitech agar mengganti pipa yang sudah buruk tersebut soalnyo pipa itu lah puluhan tahun," ujarnya.

Nasir berharap agar ke depannya Pertamina dalam hal ini PT. Mesitechmitra Purnabangun dapat lebih teliti lagi dalam melaksanakan operasi pekerjaannya di lingkungan Desa Babat dan sekitarnya sehingga tidak merusak dan mencemari lingkungan yang bisa mengganggu aktivitas warga.Terkait permasalah di atas, Muskinta Eynur, perwakilan PT. Mesitechmitra Purnabangun fi Pendopo menepis jika masalah pencemaran tersebut belum diatasi.

Tambahnya semua ganti rugi semua diberikan kepada Pemerintah Desa setempat."Sudah ada kata mufakat untuk ganti rugi. Awalnya sudah deal, tapi ada lima atau enam orang yang menolak. Dana ganti rugi tersebut sudah diberikan bantuan kepada Depala Desa," jelasnya.

Soal pipa yang usang tersebut, Muskinta menjelaskan tidak bisa diangkat dari dalam tanah karena dapat merusak jalan jika diangkat.
"Tidak bisa diangkat pipa itu, soalnyo pacak Merusak jalan, itulah makonyo kami membuat sistem booring," pungkasnya. (Hab)
terlihat pipa yang bocor habis di las
Tampak hewan bebek berwarna putih menjadi cokat akibat terkena minyak yang bocor, dan kulitnya menjadi merah-merah

, , , , ,

Limbah Minyak Genangi Rumah Penduduk

Penukal, BP
Limbah minyak diduga milik pertamina field pendopo genangi anak sungai
sebagut kampung II desa babat kecamatan penukal kabupaten penukal abab
lematang ilir (PALI)

penduduk kampung II desa babat merasah resah dengan adanya minyak mentah
milik pertamina yang mengenangi anak sungai bertepat dibawah pemukiman rumah
warga

Menurut "Darmadi" salah satu warga yang terkena dampak minyak diduga milik
pertamina kepada media saat jumpa pers di kediamannya menyampaikan awalnya
kejadian pada hari sabtu malam minggu 14/12 sekitar pukul 23wib anak beliu
mengalami bersin bersin bahkan ada yang mual mau muntah tutur darmadi

Begitu melihat anaknya demikian Darmadi keluar rumah mencari tau sumber
aroma kurang sedap tersebut ternyata berasal dari bau minyak mentah yang
mengeluarkan bau sangat menyengat hidung

Dan genangan minyak mentah berwarna hitam Kecolatan itu mengenangi air yang
ada di bawah rumah panggung kediaman darmadi saat itu air sungai sedang
meluap dari bandaran sungai induk sebagut, sehingga air sampai ke pemukaan
rumah namun disayangkan menurut darmadi sejauh ini belum ada satupun pihak
Pt pertamina atau Pt.Mesitech yang menyambangi warga yang terkena dapak
limbah minyak apa lagi bicara soal kerugian papar darmadi

Namun hal tersebut dibantah oleh "Arka" kepala Desa Babat menurut
"Arka"menyapaikan kepada watawan terkait limbah minyak tersebut membenarkan
namun menurut Arka ini tidak seberapa genangan minyak tidak terlalu banyak
dan juga pihak pertamina sudah menghubungi saya ujar Arka

Terpisah dari itu pihak perusahaan yang diwakilkan "Turjasari" selaku Humas
pt.pertamina asset II field pendopo saat dihubungi Via sms terkait limbah
minyak tersebut menyapaikan; sebagai statement bahwa insiden tersebut
memang terjadi di desa babat karena kegiatan penyisipan pipa (dari ex pipa
lama), dari pihak Perusahaan meminta maaf kepada masyarakat atas kejadian
tsb dan pihak Mesitech sebagai pelaksana juga telah berkoordinasi dgn warga
serta perangkat desa didampingi pihak pertamina untuk penanggulangan dan
pertanggung jawaban hari senin kemarin unkap turja sari (hr)

Minggu, 21 Desember 2014

, , , ,

Sungai Mangku Tercemar Limbah Minyak Pertamina Field Adera

•    Disebabkan oleh rembesnya Jumper (booster) Saluran Pipa


Penukal, BP

Sungai Mangku yang
Tercemar Limbah MInyak
Pertamina Adera
Pencemaran lingkungan kembali terjadi, kali ini terjadi di Desa Babat Kecamatan Penukal Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) tepatnya di dusun 6.
Pencemaran tersebut disebabkan merembesnya jumper (booster) saluran pipa minyak Pertaminan Field Adera. Bahkan diindikasikan sudah terjadi bertahun-tahun.
Sapri, warga setempat mengaku awalnya hendak membuat kolam ikan, sekitar tiga bulan. Setelah itu, ikan yang ada di kolam ikan tersebut rasanya tidak enak karena telah mengandung minyak.
Awiyan, Kepala Dusun 6 hanya meminta pertanggung jawaban atas terjadinya pencemaran lingkungan yang terjadi di dusunnya. Dia juga meminta agar kembalikan lingkungan hijau kepada kami warga dusun 6.
“Kami hanya meminta kepada pihak terkait dalam hal ini Pertamina Field Adera agar bisa bertanggung jawab atas kerusakan lingkungan ini. Bahkan Sungai Mangku yang membelah Desa Babat ini sudah tercemar, sehingga warga tidak bisa memakai air tersebut untuk minum,” ungkapnya.
Edi Suprianto, tokoh masyarakat setempat membenarkan telah terjadinya pencemaran lingkungan oleh Pertamina Field Adera. Bahkan Edi juga menambahkan saat ini pihak Pertamina Field Adera ingin menghilangkan jejak akibat pencemaran lingkungan tersebut dengan cara mengeruk tanah limbah dan menggantinya dengan tanah yang baru.
“Saat ini sudah ada 55 Dump Truck yang sudah mengambil tanah limbah tersebut dengan tujuan ingin menghilangkan jejak. Dengan kapasitas Dump Truck nya mencapai 16 M3” tambah Edi.
Untuk ganti rugi warga telah dijanjikan akan mendapat kompensasi sebesar 500 ribu per KK, Edi nilai sangat tidak sesuai melihat akibat yang telah didapat oleh warga yaitu terjadinya kerusakan lingkungan yang begitu parah.
“Kompensasi sebesar itu dak sesuai soalnyo kerusakan lingkungan yang disebabkan oleh merembesnya jumper (booster) Pertamina Field Adera menyebabkan air di Sungai Makung terkontaminasi minyak dalam kadar yang cukup tinggi,” jelasnya.
Edi berharap pihak yang bertanggung jawab dapat segera menyelesaikan masalah yang dirasakan masyarakat sekitar dan pemerintah harus lebih proaktif dalam menangani masalah tersebut, sehingga masalah ini tidak berlarut-larut.
Terpisah, Afrianto staf CSR Pertamina Field Adera mengaku telah mendapat pengaduan dari masyarakat bahwa ada pipa bocor.
“Oleh karena itulah, hampir dua bulan ini pihak Adera sudah mencoba menanggulangi pencemaran lingkungan tersebut dengan mengeruk tanah limbah tersebut dan menggantinya dengan tanah yang baru, untuk lebih lanjut bisa tanyakan kepada yang lebih ahli seperti Badan Lingkungan Hidup.” jelasnya. Lanjut Afri, sampai saat ini belum menemukan pipa yang bocor dan dalam hal ini pihak Adera siap untuk koordinasi. (putra)