Tampilkan postingan dengan label Limbah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Limbah. Tampilkan semua postingan

Rabu, 24 Desember 2014

, , , ,

Team Masyarakat Penggugat (TMP) Desa Babat datangi DLH kabupaten PALI

Nasir Pidin dan Sekretaris DLH PALI Nurbaiti.

Penukal,BP.
Tokoh masyarakat desa Babat kecamatan Penukal kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir yang tergabung dalam Team Masyakat Penggugat (TMP) secara resmi Rabu (24/12) mengadukan pihak PT Pertamina Ubep Adera Pengabuan ke Dinas Lingkungan Hidup(DLH) kabupaten PALI.

Terkait tercemarnya anak sungai Sebagut beberapa hari yang lalu dikampung VI desa Babat dan juga lahan milik warga seluas kurang lebih 100 meter persegi terinteminasi berat limbah minyak diduga milik Pertamina Adera.

Nasir Pidin mewakili sejumlah masyarakat Babat yang terkena dampak limbah minyak Adera melayangkan surat secara resmi ke Dinas Lingkungan Hidup kabupaten PALI menindak lanjuti persoalan yang tak kunjung selesai

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH)
Ir.M. Saleh diwakili Nurbaiti selaku sekrataris menerima langsung surat pengaduan dari warga masyarakat babat lewat team masyarakat pengugat(TMP) di kantor Distamben PALI

Nurbaiti pewakilan DLH begitu dikonfirmasi terkait pengaduan masyarakat tersebut menyampaikan, "dalam waktu dekat ini kami akan meninjau kelapangan untuk mengecek kebenarannya, berhubung besok hari libur kemungkinan hari senin bisa dipastikan kami kedesa Babat" ungkapnya.

Nasir menambahkan tuntutan masyarakat tidak banyak hanya memintah kepada pihak Adera segera mengganti rugi lahan yang terkena limbah secara material maupun inmaterial juga pertamina Adera segera mereklamasikan lahan secara total dan memberikan ganti rugi sesuai undang undang, dan juga surat ini tidak hanya ditujukan ke DLH PALI tapi ke juga ke Gubernur Sumsel, Badan Lingkungan Hidup Sumsel, DPRD Sumsel, Distamben PALI, Camat Penukal, dan kades Babat " kata Nasir (HR)
, , ,

Ribuan ikan milik warga talang akar gagal panen diduga terkena Limbah minyak pertamina

Talang Ubi, BP
Ribuan ikan ternak dikolam milik warga desa Talang Akar kecamatan Talang Ubi kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) mati. Diduga terkena dampak limbah minyak milik PT.Pertamina asset II field pendopo.
Menurut Heru martin kepala Desa talang akar mula kejadiannya pada sabtu (19/12) "Sitohang" warga setempat juga korban yang terkena minyak,dan mendatangi kantor kepala desa untuk melaporkan insiden yang menyebabkan ikan miliknya mati diduga oleh terkena minyak dari kebocoran pipa booster pertamina kejadian tersebut pada jumat (19/12) sebanyak kurang lebih lima ribu ikan jenis nila dan lele mati akibat dampak limbak minyak mengaliri kolam pribadi milik sitohang
Heru martin juga membenarkan adanya kejadian tersebut namun menurut heru sejauh ini pihak pt.pertamina belum memberikan ganti rugi kepada korban, baik itu berupa materi maupun fisik memang kalau bertemu sama korban memang sudah kemain "turjasari"dan beberapa perwakilan Humas pertamina tapi hanya untuk soal ganti rugi masih negoisasi ujar Heru
Heru juga menambahkan yang terkena dampak bocornya boster pertamina bukan itu saja tapi kolam milik karang taruna Desa talang akar yang berisih 50 ribu ikan sudah diduga sudah terkena aliran minyak pertamina dan juga selama ini rawa rawa yang didekat boster terindikasi tercemar limbah berat pertamina sejauh ini heru sudah kordinasi dengan dinas lingkungan hidup (DLH)kabupaten PALI untuk kepastian dampak dari tercemarnya rawa kolam diduga oleh limbah pertamina tersebut tutup heru
PT.Pertamina asset II field pendopo disambangi wartawan dikantornya dikomperta pendopo terkait insiden tersebut yang diwakilkan "TurjaSari"selaku Humas menyampaikan selasa (23/12)membenarkan adanya kebocoran pipa boster yang ada di ddesa talang akar dan sejauh ini pihak pertamina telah membersihkan genangan limbah minyak dari kebocoran pipa Boster yang ada di Desa talang akar melalui perusahaan kontrak PT.Mesitech perpanjangan tangan ketiga untuk perawatan pipa pertamina pendopo beberapa hari yang lalu,Dan juga Warga sudah mengajukan materi Ganti rugi ke pihak P pertamina,sejauh ini masih dalam proses papar Turja (HR)
Redaksi Berita PALI


Senin, 22 Desember 2014

, , , , , ,

WARGA BABAT AKAN TUNTUT PERUSAHAAN PENCEMAR LIMBAH

Edi Suprianto, SH
Penukal, BP
Terkait pencemaran limbah diduga milik PT Pertamina Adera Field Pengabuan Edy Suprianto adakan jumpa pers, Rabu(17/12) dan angkat bicara keresahan warga

Dalam hal ini Edy Suprianto(Eso)menyampaikan sedikitnya ada dua titik pencemaran limbah yang terjadi kampung II dan VI desa Babat kecamatan penukal kabupaten penukal abab lematang ilir PALI

Titik pertama percemaran yang terjadi oleh karna kelalaian Pt.Mesitech mengerjakan pipa milik pertamina pendopo
dan yang kedua sudah cukup lama ini terjadi akibat di duga dari kebocoran jemper milik pt pertamina yang sekarang dikelola oleh pt Adera pengabuan,

Yang pertama Saya akan menjelaskan bahwa jarak  jemper(sambungan red) pipa dari sungai hanya 70 m saja. Tanah dilingkungan jemper tersebut sudah terinteminasi berat oleh minyak mentah, awal diketahui, pada saat salah satu warga membuat kolam ikan yang tak jau dibelakang halaman rumahnya hanya berjarak 3 meter dari anak sungai

Begitu galian kolam selesai dikerjakan yang keluar dari tanah bukan hanya air namun bercapur minyak diduga milik PT.Pertamina Adera Dan sempel yang lain kami perkirakan juga ada ,

ternyata hasil peking kami memang benar adanya, pencemaran sudah lebih kurang 1 hektar atau 100 m persegi tanah warga yang terkena pencemaran limba tersebut. Dan saat ini bisa dikatakan  katogori rusak lingkungan tanah,tanaman,sungai serta sumur  dicemari oleh limba minyak tersebut

Berkemungkinan kami hari ini rabu,17/12 secara resmi akan mengajukan tuntutan kepada pt adera selaku pelaksana pekerjaan ini, melalui pemerintah kabupaten pali. Dan kami sampaikan juga tembusan  kepada DPRD provinsi dan dinas lingkungan hidup (DLH) sumsel.

perlu juga saya sampaikan bahwa teman teman dara lembaga swadaya masyarakat (LSM) sudah menghubngi saya untuk melakukan jumpa pers. kalau memang ini tidak bisa di delesaikan dengan baik , tiada makksud lain tujuannya agar tidak terulang kembali serta jangan sampai hal ini merugikan rakyat

dan di minta kepada pihak pertamina selaku penguasa migas ini dan reka rekan yang di tunjuk oleh peertamina saat melakukaan tugas supaya berhati hati agar tidak merugikan rakyat.

Saya tidak mengada ada dan saya akui bahwa Masyarakat perna Melaporkan hal tersebut kepada pt adera, dan Ditanggapi oleh pihak pt.Adera namun pelaksanaan di lapangan saya nilai lebih kabupase pt Adera seolah olah proaktif untuk menghilangkan limbah

namun paktanya Adera hanya menghilangkan barang bukti dengan cara menggali menggunakan alat berat dan mengangkut limbah tersebut menggunakan mobil dump truck. Sebanyak 55 dump kurang lebih 16m3 di bawa ke stasiun Adera setelah itu genangan minyak di angkut pakai pakum kurang lebih 22 tangki pakum truck di kali 8000 liter itu sudah di blok.

jadi pihak Adera kesannya bukan untuk menyelesaikan masalah tapi untuk menghilangKan bukti bukti di lapangan, dan perna juga berjanji akan memberikan kopensasi kepada masyarakat yang terkena dampak limbah tersebut ternyata sampai sekarang belum ada.

Beberapa hari yang lalu warga dapat surat tembusan copy pemberitahuan bahwa adera akan memberikan uang kepedulian sebesar 500.000 / kepala keluarga. Saya tidak tahu pemikiran pihak perusahaan ,apakah masyarakat dianggap anak sekolah TK hanya untuk jajan beli permen

Sebagai warga negara republik indonesia di atur oleh aturan Undang- Undang dasar 1945 maka saya minta penyelesaiannya dan juga Berdasarkan UU no 32 tahun 2009 dimana nasyarakat punya hak untuk menjamin agar lingkungannya tidak tercemar dan apabila itu terjadi kami berhak untuk menuntut .siapa yang melakukan pencemaran itu walaupun akibat dari kelalaian namun pakta sudah terjadi dan kami di rugikan.

Harapan kami pemerintah untuk proaktif menyelesaikan permasalahan ini supaya tidak berlarut larut papar" Edy Suprianto ketua golkar kab pali.(Hr) 
, , , , ,

Limbah Mesitechmitra Masih Menyisakan Luka

tampak air bercampur bekas minyak mentah
Penukal, BP
Bocornya pipa saluran minyak di Desa Babat Kecamatan Penukal, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), masih menyisakan luka bagi sebagian korban di lingkungan Dusun 3 Desa tersebut. Setidaknya dari 15 kepala keluarga yang terkena limbah minyak Pertamina PT. Mesitechmitra Purnabangun, masih ada enam KK yang belum mendapat ganti rugi.
Darmadi (42) warga setempat yang juga salah satu korban yang belum mendapat ganti rugi tersebut dikarenakan tidak sesuai dengan kerusakan lingkungan yang diakibatkan limbah tersebut.

"Dak sesuai dek ganti rugi duit segitu, satu hektar kebun sawit di belakang rumah jadi terendam dengan limbah minyak tersebut, sudah itu sumur aku juga terkeno limbah PT. Mesitech tersebut, laju dak pacak dipakek lagi sumur aku untuk beberapa waktu yang aku idak tahu," ungkapnya dengan nada tinggi.

Darmadi mengharapkan agar kerugian yang dialaminya tersebut dapat diganti sesuai dengan kerusakan yang diakibatkan limbah tersebut.
"Aku cuma minta ganti rugi yang sesuai soalnyo lah tervemar nian lingkungan kami," tutup Darmadi yang kesehariannya sebagai petani.

Arka Nurawi, Kepala Desa Babat membenarkan telah adanya ganti rugi tersebut yang menurutnya bukan sebuah ganti rugi tapi sebuah penghargaan dari PT. Mesitechmitra Purnabangun terhadap korban."Sudah etikat baik dari Mesitech dalam menanggulangi bocornya pipa tersebut, yaitu pipa yang bocor tersebut lah dilas, terus limbah yang meluap telah dibersihke. Bahkan uang penghargaan tersebut sudah diberi yaitu sebesar Rp 400.000,-/KK," jelas Arka.

Dia juga menambahkan untuk enam KK yang menolak mendapat uang penghargaan tersebut, salah satunya Darmadi, Darwin."Aku idak tahu kenapo mereka dak galak nerimo duit penghargaan tersebut. Tapi yang jelas kami tidak menghalangi warga untuk complen kepada perusahaan tersebut," tutup Arka.

Sebelumnya, kejadian bocornya pipa Pertamina dengan fendornya PT. Mesitechmitra Purnabangun terjadi pada Sabtu malam (13/12) kemarin. Namun penyelesaiannya jingga kini masih belum selesai. M Nasir, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Serampuh menyesalkan telah terjadinya kebocoran pipa yang berakibat pada meluapnya minyak yang mencemari lingkungan Dusun 3 Desa Babat. Menurut Nasir, itu semua akibat lalainya PT Mesitechmitra Purnabangun yang membiarkan pipa lama yang sudah karatan tersebut tidak diangkat sehingga terjadi kebocoran yang mencemari lingkungan setempat.

"Lah sudah diomongke samo pihak Mesitech agar mengganti pipa yang sudah buruk tersebut soalnyo pipa itu lah puluhan tahun," ujarnya.

Nasir berharap agar ke depannya Pertamina dalam hal ini PT. Mesitechmitra Purnabangun dapat lebih teliti lagi dalam melaksanakan operasi pekerjaannya di lingkungan Desa Babat dan sekitarnya sehingga tidak merusak dan mencemari lingkungan yang bisa mengganggu aktivitas warga.Terkait permasalah di atas, Muskinta Eynur, perwakilan PT. Mesitechmitra Purnabangun fi Pendopo menepis jika masalah pencemaran tersebut belum diatasi.

Tambahnya semua ganti rugi semua diberikan kepada Pemerintah Desa setempat."Sudah ada kata mufakat untuk ganti rugi. Awalnya sudah deal, tapi ada lima atau enam orang yang menolak. Dana ganti rugi tersebut sudah diberikan bantuan kepada Depala Desa," jelasnya.

Soal pipa yang usang tersebut, Muskinta menjelaskan tidak bisa diangkat dari dalam tanah karena dapat merusak jalan jika diangkat.
"Tidak bisa diangkat pipa itu, soalnyo pacak Merusak jalan, itulah makonyo kami membuat sistem booring," pungkasnya. (Hab)
terlihat pipa yang bocor habis di las
Tampak hewan bebek berwarna putih menjadi cokat akibat terkena minyak yang bocor, dan kulitnya menjadi merah-merah

, , , , ,

Limbah Minyak Genangi Rumah Penduduk

Penukal, BP
Limbah minyak diduga milik pertamina field pendopo genangi anak sungai
sebagut kampung II desa babat kecamatan penukal kabupaten penukal abab
lematang ilir (PALI)

penduduk kampung II desa babat merasah resah dengan adanya minyak mentah
milik pertamina yang mengenangi anak sungai bertepat dibawah pemukiman rumah
warga

Menurut "Darmadi" salah satu warga yang terkena dampak minyak diduga milik
pertamina kepada media saat jumpa pers di kediamannya menyampaikan awalnya
kejadian pada hari sabtu malam minggu 14/12 sekitar pukul 23wib anak beliu
mengalami bersin bersin bahkan ada yang mual mau muntah tutur darmadi

Begitu melihat anaknya demikian Darmadi keluar rumah mencari tau sumber
aroma kurang sedap tersebut ternyata berasal dari bau minyak mentah yang
mengeluarkan bau sangat menyengat hidung

Dan genangan minyak mentah berwarna hitam Kecolatan itu mengenangi air yang
ada di bawah rumah panggung kediaman darmadi saat itu air sungai sedang
meluap dari bandaran sungai induk sebagut, sehingga air sampai ke pemukaan
rumah namun disayangkan menurut darmadi sejauh ini belum ada satupun pihak
Pt pertamina atau Pt.Mesitech yang menyambangi warga yang terkena dapak
limbah minyak apa lagi bicara soal kerugian papar darmadi

Namun hal tersebut dibantah oleh "Arka" kepala Desa Babat menurut
"Arka"menyapaikan kepada watawan terkait limbah minyak tersebut membenarkan
namun menurut Arka ini tidak seberapa genangan minyak tidak terlalu banyak
dan juga pihak pertamina sudah menghubungi saya ujar Arka

Terpisah dari itu pihak perusahaan yang diwakilkan "Turjasari" selaku Humas
pt.pertamina asset II field pendopo saat dihubungi Via sms terkait limbah
minyak tersebut menyapaikan; sebagai statement bahwa insiden tersebut
memang terjadi di desa babat karena kegiatan penyisipan pipa (dari ex pipa
lama), dari pihak Perusahaan meminta maaf kepada masyarakat atas kejadian
tsb dan pihak Mesitech sebagai pelaksana juga telah berkoordinasi dgn warga
serta perangkat desa didampingi pihak pertamina untuk penanggulangan dan
pertanggung jawaban hari senin kemarin unkap turja sari (hr)