| Kondisi Jalan Semangus |
Pendopo,BP.
Dalam wilayah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) ternyata masih banyak jalan yang rusak parah, sehingga daerah tersebut tergolong terisolir, seperti halnya Desa Semangus, Kecamatan Talang Ubi, jarak tempuh dari ibukota Pendopo pusat Pemerintah Kabupaten PALI hanya sekitar 25 kilometer saja, namun ampun kalau musim hujan jalannya hancur total.
Seperti pantauan wartawan terlihat kondisi akses jalan berlumpur yang kedalamannya mencapai lutut orang dewasa dan bercampur tanah liat pasca diguyur hujan, terasa sulit untuk melintas medan jalan tersebut untuk menuju ibukota Pendopo dan wilayah lainya.
ini harrus menjadi perhatian serius oleh pemerintah pali pada tahun 2015, karena urat nadi perekonomian akan berjalan lancar kalau semua jalan sudah bagus.
ini harrus menjadi perhatian serius oleh pemerintah pali pada tahun 2015, karena urat nadi perekonomian akan berjalan lancar kalau semua jalan sudah bagus.
Pemuda Desa semangus bercerita"Kata bapak saya, sebelum saya lahir jalan Desa Semangus belum pernah di aspal atau pengerasan oleh pemerintah, baik dulunya desa kami masih bergabung Kabupaten Muaraenim, sampai kini menjadi Daerah Otonomi Baru (DOB), akses Jalan desa kami tetap berlumpur pasca diguyur hujan dan berdebu dimusim kemarau," Julianto (23), Minggu, (28/12)
Lebih lanjut Julianto menjelaskan bahwa Desa Semangus yang merupakan perbatasan antara Kabupaten PALI dan Kabupaten Musi Rawas, infrasturkurnya sangat tertinggal dari desa lain yang ada di Kabupaten PALI, seharusnya masyarakat Semangus hanya membutuhkan waktu sekitar 40 menit untuk menuju ibukota Pendopo, namun akibat jalan rusak jadi berhari- hari, infrastruktur sangat tidak memadai sehingga pengendara roda dua maupun roda empat memakan waktu lebih lama melintas jalan ini.
"Jarak tempuh desa kami (Semangus) dengan ibukota pendopo sekitar 25 kilometer, kalau jalan tidak berlumpur pengendara hanya membutuhkan waktu paling lama 40 menit, tapi melihat akses jalan berlumpur ini, menuju ibukota Pendopo lebih dari satu jam setengah," keluh Julianto warga Desa Semangus, ketika dibincang wartawan.
Selain itu sambungnya, kabanyakan pengendara mencari jalan pintas untuk menghindari jalan berlumpur tersebut, karena apa," kondisi jalan tersebut layaknya kubangan hewan kerbau, sehingga dengan cara melewati di perkebunan karet warga.
Akibat infrastruktur yang tak memadai berdampak pada harga Sembako (Sembilan Bahan Pokok), sangat mahal, dan warga kesulitan untuk mengakses pelayanan kesehatan di Rumas Sakit Umum Daerah (RSUD), Talang Ubi.
"Harga Sembako di Desa Semangus jauh lebih mahal dari desa lain, terus di desa kami warga kesulitan jika ada yang hendak berobat ke RSUD karena kendaraan roda empat sangat sulit melewat medan jalan berlumpur, terkadang pakai derek untuk keluar dari kubangan lumpur tersebut, sedangkan didesa kami, untuk berobat cuma ada Puskesdes (Pusat Kesehatan Desa)," ungkap Julianto.
Ia berharap, agar pemerintah Pali untuk memperhatikan jalan Desa Semangus, dan secepat membenahi infrastruktur, yang sudah puluhan tahun belum dibenahi, apabila jalan sudah dibenahi maka aktifitas warga tidak akan terhambat lagi.(wito)