Senin, 02 Februari 2015

Pungutan liar resahkan warga memasuki pintu gerbang PALI

BELIMBING - Maraknya pungutan liar makin merajalela, terutama akan memasuki pintu gerbang utama kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), tepatnya di Smpang Belimbing kecamatan Belimbing kabupaten Muara Enim Sumsel. Anehnya mobil angkutan jenis truck walaupun dikawal oleh aparat keamanan, bukan halangan bagi mereka untuk meminta uang kepada sopir

Hal itu disampaikan Mairil Aprianto,SH selaku Tokoh pemuda/ Masyarakat, Talang ubi Pendopo, ia mengatakan sering kali sopir maupun masyarakat mengeluh, disebabkan banyaknya pungutan-pungutan liar (Pungli), tanpa adanya karcis yang resmi dari Dinas Perhubungan (Dishub), dan tidak ada ijin yang jelas.

"Mairil" menyatakan para sopir serta masyarakat meminta hendaknya pihak terkait seperti kepolisian Dinas Perhubungan dan Komunikasi, agar secepatnya mengambil tindakan tegas untuk menertibkan pungutan liar (pungli) yang sangat meresakan masyarakat tersebut

"Saya sangat prihatin dengan keadaan ini seakan akan Pemerintahan di Kabupaten Muara Enim, tutup mata dengan adanya pungutan liar, (pungli)yang merajalela dilakukan selama 24 Jam,oleh preman dilapangan " demikian jelas Dibot panggilan akrab Mairil

Biasanya sopir mobil truck diminta uang sebesar Rp 15000,ribu/unit colt diesel dan 200 ribu hingga 250 ribu untuk jenis tronton permobilnya, walaupun dikawal oleh aparat keamanan, kata Sekretaris DPD PAN PALI ini.

Biasa mereka berjumlah 4 hingga 6 orang menghadang mobil, dan kadang-kadang menyebabkan kemacetan yang cukup panjang, hendaknya Pemerintahan , mengambil tindakan cepat, jangan sampai pengusaha yang akan menanamkan modalnya di PALIi menjadi segan untuk masuk yang rugi masyarakat PALI juga," Keluh Dibot (HR)

Berita PALI
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Komentar via Facebook