Senin, 02 Februari 2015

, , , , ,

HARGA KARET ANJLOK, PEMERINTAH CARI LANGKAH LAIN

Aktivitas petani karet saat menyadap getah

PALI-Untuk menyikapi kondisi harga karet lokal saat ini, pemerintah diharapkan bisa mengambil Langkah lain,karna saat ini kabupaten PALI salah satu produksi karet dengan jumlah cukup besar dibanding kabupaten tetangga, namun harga Pada tingkat petani hanya menerima Rp 6.000-7.000/kg. Ini tidak stabil dengan harga pupuk juga sembako untuk keperluan sehari-hari
Harga karet lokal dalam beberapa kurun waktu terakhir ini anjlok cukup signifikan. Harga karet dunia saat ini turun jadi US$ 1,6/kg atau Rp 16.000/kg dari US$ 5,7 atau Rp 57.000/kg. Sementara harga di tingkat petani hanya Rp 6.000-7.000/kg.disetiap minggu penjualannya
Banyaknya keluhan dari parah petani karet khususnya di kabupaten penukal abab lematang ilir (Pali) dalam kurun jangka waktu bermula dari awal 2013 silam sempat melonjak sehingga mencapai Rp12'500 per kelo gramnya, Pendapatan petani artikata sudah merasa begitu mencukupi dan setara upah minimum provinsi sumsel (UMP )bahkan lebih, dari harga yang ada, namun begitu memasuki gejolak politik pilihan legslatif (PILEG) di tahun 2014 harga pasaran menurun hingga hampir 50 persen dari harga pasaran awal, ditambah lagi pasca pilihan presiden (PILPRES) beberapa waktu lalu.
memasuki tahun 2015 hanya dihargai 6000/kg, ini bersifat tidak menentu, pada setiap minggu bisa beroba-roba, juga minat pembeli yang lebih rendah ditambah pula dengan kejatuhan harga minyak mentah dunia yang menjadi persoalan kita semua.
Contohnya saja "pelli yadi"pentani karet asal desa simpang tais ini ia mengaku dalam satu minggu ia bisa menghasilkan getah karet sebanyak satu kwental lebih dan ini sangat cukup untuk kebutuhan hidup sehari harinya, namun karna harga penjualan sekarang dengan harga tak menentu, sehingga penghasilan jauh dari harapan, beban hidup bertambah berat akibat harga karet anjlok sekarang ini untuk menghidupi lima orang anak serta segala kebutuhan hidup sehari-hari". ungkap pelli
Tidak itu saja juga ditambah lagi dengan cuaca extreme setiap saat dan waktu bisa terjadi turunnya hujan ini menjadi kendala besar bagi petani karet karna pada situasi itu jeripayah tidak menuaikan hasil alias getah karet mencair bersama air tersebut,
Sehingga perekonimian masyarakat turun draktis, juga Pasaran akan menjadi lengang diakibatkan anjloknya harga dan juga perubahan musim berikut peniaga mengurangkan pegangan penghasilan bagi petani karet dampak dari politik berkepanjangan ditanah air kita#(HR)
Berita PALI




Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Komentar via Facebook