Tidak ada guru, siswa SMPN 5 Penukal asik bercanda ria di saat jam belajar
Sungai Langan, BeritaPALI -- Rendahnya kedisiplinan guru yang seharusnya menjadi suri tauladan bagi muridnya membuat sistem pendidikan di SMPN 5 Penukal Desa Sungai Langan menjadi tidak efektif. Tidak hanya guru, Kepala Sekolahnya pun jarang hadir di SMP yang diresmikan oleh Bupati PALI; Ir H Heri Amalindo dan memiliki 64 orang siswa serta 9 orang tenaga pengajar honorer itu.
Salah seorang wali murid SMPN 5 Penukal yang tidak ingin disebutkan namanya kepada BeritaPALI, Sabtu (14/5) mengatakan, akibat ulah oknum guru dan kepala sekolah yang tidak pernah hadir untuk mengajar hingga berminggu-minggu itu, para siswa sering berkeliaran di luar lingkungan sekolah, bahkan ada yang langsung pulang ke rumah.
“Cuma bu Yuneri tulah yang ade terus di sekolah ikak, kalu guru yang lain e jarang tele’an. Apelagi kepala sekolah yang baru ikak, di name e lagi idak tau apelagi ciri wang e, karne dak olah betemu,” ujar narasumber yang juga salah seorang wali murid.
Salah seorang wali murid SMPN 5 Penukal yang tidak ingin disebutkan namanya kepada BeritaPALI, Sabtu (14/5) mengatakan, akibat ulah oknum guru dan kepala sekolah yang tidak pernah hadir untuk mengajar hingga berminggu-minggu itu, para siswa sering berkeliaran di luar lingkungan sekolah, bahkan ada yang langsung pulang ke rumah.
“Cuma bu Yuneri tulah yang ade terus di sekolah ikak, kalu guru yang lain e jarang tele’an. Apelagi kepala sekolah yang baru ikak, di name e lagi idak tau apelagi ciri wang e, karne dak olah betemu,” ujar narasumber yang juga salah seorang wali murid.
Masih menurut narasumber tadi, hal itu sudah pernah mereka laporkan kepada Kepala Dinas Pendidikan PALI agar dapat memberikan teguran bahkan pemecatan kepada oknum Kepala Sekolah yang diduga tidak memiliki disiplin sebagai abdi negara (PNS).
Sementara itu, beberapa wali murid kelas VI SDN 12 Penukal mengataka,n bahwa mereka merasa keberatan jika anak mereka harus melanjutkan sekolah ke SMPN 5 Penukal dengan alasan tidak adanya tenaga pengajar yang disiplin dan profesional serta bertanggung jawab atas anak didiknya seperti yang saat ini terjadi di sekolah tersebut.
Sementara itu, beberapa wali murid kelas VI SDN 12 Penukal mengataka,n bahwa mereka merasa keberatan jika anak mereka harus melanjutkan sekolah ke SMPN 5 Penukal dengan alasan tidak adanya tenaga pengajar yang disiplin dan profesional serta bertanggung jawab atas anak didiknya seperti yang saat ini terjadi di sekolah tersebut.
Tokoh Mayarakat Desa Sungai Langan; Suwanto alias Anto Krecek, Sabtu (14/5) menyatakan berdirinya bangunan SMPN 5 Penukal tersebut tidak lepas dari perjuangannya dengan Marjoko Amd; Kepala SDN 12 Penukal dan Purba; Guru Honorer serta dukungan dari 274 orang masyarakat dari berbagai elemen, 11 orang Kades di Kecamatan Penukal dan Talang Ubi, 7 orang kepala SD dan SMP, 5 orang pengawas sekolah SD/TK Kecamatan Penukal dan diketahui oleh Kepala UPTD Pendidikan serta Camat Penukal.
“Namun kerja keras kami tersebut nampaknya tidak dihargai sama sekali oleh oknum pengajar terutama mantan kepala SMPN 5 Penukal yang pertama; Hj Sri Murnila SPd MSi yang mengundurkan diri setelah Gedung SMPN 5 Penukal diresmikan,” papar Anto.
Menurut Anto, mantan kepala sekolah tersebut hanya ingin mencari keuntungan dari proyek pembangunan Unit Sekolah Baru dan diduga telah melakukan penipuan serta penggelapan dana USB SMPN 5 Penukal serta tidak melunasi upah jasa dan pengadaan barang dalam proyek pembangunan USB tersebut yang berjumlah belasan juta rupiah.
“Perbuatan oknum tersebut sudah saya laporkan ke pihak berwajib dan sudah 2 kali diperiksa oleh Tim Tipikor Polres Muara Enim bersama Tim Ahli Teknik dan Disdikbud PALI pada tahun 2015. Akan tetapi oknum tersebut seperti kebal hukum, walaupun sudah terang-terangan melakukan penipuan dan penggelapan dana USB hingga merugikan orang lain. Saya akan terus menuntut oknum tersebut sampai mendapat hukuman yang seberat-beratnya,” ujar Anto dengan nada kesal.
Selanjutnya Anto berharap ke depan pihak yang terkait dapat menyikapi masalah ini secara bijak, terutama mengenai guru. Karena saat ini di SMPN 5 Penukal tersebut hanya ada satu guru PNS yakni Kepala Sekolah, maka diharapkan adanya penambahan guru PNS di sekolah tersebut.
“Janji pegawai negeri itu adalah siap ditempatke dimane bae, jadi tolong guru yang nompok di sekolah rengke terutame yang ade di kota atau ibukota kecamatan jangan nompok disitu bae tapi tugaske pulek di dusun terpencil carek Sungai Langan kak,” pungkas Anto.(PL)
“Namun kerja keras kami tersebut nampaknya tidak dihargai sama sekali oleh oknum pengajar terutama mantan kepala SMPN 5 Penukal yang pertama; Hj Sri Murnila SPd MSi yang mengundurkan diri setelah Gedung SMPN 5 Penukal diresmikan,” papar Anto.
Menurut Anto, mantan kepala sekolah tersebut hanya ingin mencari keuntungan dari proyek pembangunan Unit Sekolah Baru dan diduga telah melakukan penipuan serta penggelapan dana USB SMPN 5 Penukal serta tidak melunasi upah jasa dan pengadaan barang dalam proyek pembangunan USB tersebut yang berjumlah belasan juta rupiah.
“Perbuatan oknum tersebut sudah saya laporkan ke pihak berwajib dan sudah 2 kali diperiksa oleh Tim Tipikor Polres Muara Enim bersama Tim Ahli Teknik dan Disdikbud PALI pada tahun 2015. Akan tetapi oknum tersebut seperti kebal hukum, walaupun sudah terang-terangan melakukan penipuan dan penggelapan dana USB hingga merugikan orang lain. Saya akan terus menuntut oknum tersebut sampai mendapat hukuman yang seberat-beratnya,” ujar Anto dengan nada kesal.
Selanjutnya Anto berharap ke depan pihak yang terkait dapat menyikapi masalah ini secara bijak, terutama mengenai guru. Karena saat ini di SMPN 5 Penukal tersebut hanya ada satu guru PNS yakni Kepala Sekolah, maka diharapkan adanya penambahan guru PNS di sekolah tersebut.
“Janji pegawai negeri itu adalah siap ditempatke dimane bae, jadi tolong guru yang nompok di sekolah rengke terutame yang ade di kota atau ibukota kecamatan jangan nompok disitu bae tapi tugaske pulek di dusun terpencil carek Sungai Langan kak,” pungkas Anto.(PL)


