Tampilkan postingan dengan label Pertanian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pertanian. Tampilkan semua postingan

Senin, 19 September 2016

Cetak Sawah Desa Pengabuan Terjadi Pengurangan

Heri Amalindo ketika meninjau lokasi pencetakan sawah di desa Pengabuan


PALI -- Bupati Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) Ir. H. Heri Amalindo, MM secara mendadak meninjau proses cetak sawah di desa Pengabuan kecamatan Abab Kabupaten PALI, kemarin (17/9).

Usai meninjau lokasi pencetakan, Heri Amalindo kepada awak media menuturkan bahwa ada pengurangan lahan yang dicetak.

"Berdasarkan penyampaian dari pihak TNI, terjadi pengurangan pencetakan sawah yaitu, dari sebelumnya 1850 ha menjadi 1030 ha. Itu sudah keputusan dari pemerintah pusat, kita di daerah hanya menerima," ungkap Heri Amalindo.

Setelah selesai pencetakan sawah, nantinya akan diserahkan ke pemerintah daerah untuk diolah oleh masyarakat setempat.

"Pihak TNI itu hanya melakukan land clearing (LC) dan pencetakan sawah. Ketika sudah diserahkan ke kami, tentunya kami akan memprogramkan bantuan seperti pupuk, bibit hingga traktor," tambahnya.

Mantan kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Provinsi Sumsel ini berharap agar pencetakan sawah cepat selesai.

"Kalau sudah selesai, maka masyarakat kami bisa langsung mengolah sawah tersebut. Dan bisa menambah ataupun menjadi sumber penghasilan mereka. Yang pastinya, program yang sudah dibuat oleh pemerintah pusat wajib kita dukung dan kita laksanakan," tandasnya.

Terpisah, Abdul Halim salah satu panitia pelaksana pencetakan sawah dari Anggota TNI menuturkan bahwa saat ini hanya ada 7 unit ekskavator dari 20 unit yang beroperasi di desa Pengabuan.

Dirinya juga membenarkan terjadi pengurangan lahan dalam pencetakan sawah di desa Pengabuan.

"Awalnya 1850 ha, sekarang menjadi 1030 ha. Untuk alasannya kami tidak bisa berkomentar banyak, itu sudah dari pemerintah," singkatnya. (az)

Sabtu, 12 Maret 2016

,

Sawah Warga Desa Prambatan Terancam Gagal Panen, Petani Merugi Puluhan Juta Rupiah

Sawah warga yang terancam gagal panen


Beritapali.com - Akibat sungai batang hari Prambatan meluap,  puluhan hektar sawah milik warga desa Prambatan kecamatan Abab kabupaten PALI  sebulan belakangan ini terendam banjir dengan ketinggia air mencapai 1,5 meter.Dan diperkirakan petani padi bisa gagal panen.

Menurut para petani dalam sebulan ini air tidak kunjung surut mungkin ruas sungai menyempit, hingga pada saat hujan turun, sungai  yang bermuara ke sungai musi ini tidak mampu menampung debit air yang datang dari hulu.
.
Seperti diungkapkan Artang (70)  warga asal dusun 3 Desa Prambatan ini,pada Jum'at (11/3)

"Sawah kami terendam berbulan-bulan, hingga padi menjadi busuk. Kami merugi puluhan juta  karena panen gagal. Untuk itu mohon solusi dari pemerintah,"ungkap Artang.

Hal senada juga disampaikan oleh Ansori(34) menurutnya selama dirinya bersawah baru kali ini luar biasa selain banjirnya sangat lama, diperkirakan 80 persen gagal panen,.

"kondisi lagi sulit begini panen gagal, kami hanya bisa pasrah," keluh Ansori.

Kepala Desa Prambatan Amirudin, juga turut prihatin atas kondisi sawah warganya ini.

" Tidak hanya sawah tapi rumah pendudukpun banyak yang terendam, untuk itu kami akan segera berkoordinasi dengan Pemkab PALI dan pihak Kecamatan. Kami berharap Dinas terkait  dapat memberikan solusi dan bantuan bagi warga kami ini " Ujar Amir **** (HST)




Kamis, 17 September 2015

, ,

“RAKSASA YANG TIDUR MULAI MENGGELIAT” BERKAT SENTUHAN CSR PT PERTAMINA EP ADERA FIELD


PANEN PERDANA DEMPLOT PADI SAWAH LEBAK  LEBAK,
MANAJEMEN ADERA FIELD BERSAMA KADIN PERTANIAN
PERIKANAN DAN PETERNAKAN KAB. PALI DAN UNSUR MUSPIKA


PENCETAKAN LAHAN DEMPLOT

TANDUR TANAMAN PADI


PADI BERUMUR 2 BULAN


PADI SIAP PANEN

Pengabuan beritapali.com
PT Pertamina EP Asset 2 Adera Field (Pertamina EP Adera) kembali melakukan terobosan CSR melalui pembentukan demplot sawah di lahan tidur desa Pengabuan yang sudah ditinggalkan selama lebih dari 30 tahun. Demplot seluas kurang lebih 1 hektar dibentuk sebagai lahan percontohan dan uji coba reaktivasi lahan, Sistem Jajar Legowo dan Salibu di lahan petani atas nama Martani. Dalam program ini, Pertamina EP Adera mengajak serta Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Sumatera Barat, BP4K Kab. PALI dan Dinas Pertanian Perikanan dan Peternakan Kab. PALI, Penyuluh Pertanian Lapangan serta Kelompok Tani Desa Pengabuan.

Dalam sambutan pada acara panen perdana lahan reaktivasi ini, Ast. Man. L&R PT Pertamina EP Asset 2 Adera Field M. Haryono yang diwakili oleh Staf CSR Afrianto pada acara panen perdana demplot pada sawah lebak yang berlangsung pada hari jumat (11/09/205) bertempat di Desa Pengabuan Kecamatan Abab, menyampaikan bahwa pembuatan demplot padi sawah lebak ini merupakan hasil kajian tim CSR Adera Field yang melihat potensi sumber daya alam Desa Pengabuan dan informasi dari Kepala Desa dan masyarakat dimana pada era tahun 70-80 an lebak yang selama ini terlantar merupakan lahan persawahan yang menjadi sumber penghasilan sebagian besar warga Desa Pengabuan. Persawahan itu mulai ditinggalkan karena warga desa beralih ke tanaman karet karena semakin membaiknya harga getah karet pada saat itu.  Tetapi untuk saat ini dimana kondisi harga getah karet yang cenderung turun, warga mulai kebingungan dalam mencukupi kebutuhan ekonominya. Beranjak dari kondisi itulah CSR PT Pertamina EP Asset 2 Adera Field bekerja sama dengan pihak terkait membentuk demplot sawah ini. Dengan dibentuknya demplot ini akan merangsang petani desa Pengabuan untuk menggali “harta karun” yang ada di desanya. Sehingga dapat menambah penghasilan warga desa. Progres menggembirakan dapat diliaht dari banyaknya lahan yang telah dibuka kembali. Per awal September 2015, 21 petak lahan tidur sudah mulai dibuka/dibersihkan oleh warga di area tersebut untuk menanam padi.

Dalam kesempatan itu pula, Bupati PALI Apriyadi yang diwakili oleh Kepala Dinas Pertanian Perikanan dan Peternakan Kab. Pali, Torus Simbolon mengucapkan terima kasih banyak kepada PT Pertamina EP Field Adera yang telah membuat demplot ini, sehingga membangkitkan kembali animo warga Desa Pengabuan untuk kembali mengelola sawahnya, terbukti dengan banyaknya lahan yang telah dibuka kembali setelah melihat demplot ini. Diharap kedepannya akan mengembalikan kejayaan Desa Pengabuan sebagai lumbung padi di Kabupaten PALI sehingga akan berdampak pada peningkatan pendapatan warganya. Acara ini pula dihadiri oleh Kepala BP4K Kab. PALI, Kepala BP3K Kab. PALI, para Penyuluh Pertanian Lapangan, Camat Abab, Kepala Desa Pengabuan dan Pengabuan Timur serta para anggota kelompok tani (red)

Teks : Afriyanto
Photo : Afriyanto
Editor : Nurul