Minggu, 14 September 2014

, , , , , , ,

JALAN-JALAN KELUAR NEGERI, AJI MUMPUNG DAN PEMBOROSAN?

Suhaimi Dahalik,SH Tokoh masyarakat PALI dan Ketua LSM SIGAP
PALI - Belum lama ini Pemerintah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), di lingkup Dinas Pendidikan, Kebudayaan,Pemuda dan Olah raga Kabupaten PALI sudah melaksanakan kegiatan lawatan ketiga Negara yaitu Negara Malaysia,Singapura dan Thailand . kegiatan ini sudah menghabiskan dana sebesar Rp.550 Juta.

Hal ini dibenarkan oleh Kepala Bidang Pemuda dan Olah Raga Dinas Pendidikan,Kebudayaan, Pemuda dan Olah Raga Haris Munandar yang dikonfirmasikan Koran ini (10/9) dikatakan nya bahwa kegiatan itu adalah wawasan kebangsaan ke tiga negara yang pesertanya terdiri dari dari Pasukan Pengibar Bendera Sangsaka, pemuda pelajar berprestasi,KWP,GMWP dan SKPD terkait dan beberapa orang jurnalis yang keseluruhan peserta nya sebanyak 94 orang dari 100 orang sesuai RKA DIKBUDPORA tahun 2014 sebesar Rp.550 Juta dari APBD Kabupaten PALI yang dikelolah oleh Travel Andrian Travel dan Tour dari Kota Prabumulih. Jelas nya melalui sms.

Kegiatan Lawatan ke luar negeri ke tiga Negara ini sepertinya banyak menimbulkan kontraversi di tokoh masyarakat PALI, apa lagi kegiatan lawatan ke luar negeri ini bukan kali pertama dilaksanakan oleh Pemkab PALI sementara Kabupaten PALI adalah Kabupaten baru.

Kegiatan yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) yang dalam hal ini dilaksanakan oleh Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda dan Olah raga Kabupaten PALI,yang membawa Pasukan Pengibar Bendera Sangsaka (Paskibraka) Kabupaten PALI. Para pemuda pemudi yang berprestasi dan instansi yang terkait yang jumlah peserta nya mencapai 100 orang peserta patutlah di banggakan. Karena baru setahun Kabupaten PALI berdiri sudah bisa melaksanakan kegiatan semacam itu, apa lagi dengan dana yang lebih dari 500 Juta Rupiah. "Saya sebagai orang PALI merasa salut dan bangga" kata Tokoh masyarakat PALI dan Ketua LSM SIGAP.Suhaimi Dahalik,SH kepada Koran ini (12/9) waktu dimintai tanggapannya terkait kegiatan itu.

Apalagi kalau kegiatan jalan-jalan itu menggunakan dana pribadi seseorang, saya tambah salut,jangankan jalan-jalan ketiga Negara, keliling dunia pun tidak jadi masalah dengan membawa ribuan peserta dengan dana Puluhan Miliyar. Ujar Suhaimi.namun kata nya bila kegiatan itu masih menggunakan dana bantuan baik bantuan provinsi maupun bantuan Pusat yang tujuannya untuk membantu Pembangunan Kabupaten PALI, hendak nya kegiatan jalan-jalan keluar negeri perlu dikaji lagi, apa tujuan nya, apa hasil yang didapat dari kunjungan ke Luar negeri itu. Kalau Cuma sekedar pelesiran dan hura-hura ini sangat perlu kita kritisi terkecuali Kabupaten PALI memang sudah kelebihan Uang dan infrastruktur nya sudah lengkap,

Dikatanya kenyataan nya bahwa Kabupaten PALI baru setahun berdiri, saya perhatikan kantor-kantor Pemerintah pun masih menumpang di sana sini, pembangunan infrastruktur nya pun masih sangat kurang, Sarana jalan nya masih belum mulus, masih di spot-spot, sarana dan prasarana pendidikan nya , sarana kesehatan, pasar-pasar nya pun belum begitu baik jadi menurut saya kegiatan jalan-jalan ke luar negeri yang telah menghabiskan dana bantuan ratusan juta Rupiah, hal ini masih terlalu dini, terlalu berlebihan dan hal ini saya anggap pemborosan Uang Anggaran Kabupaten PALI, apa salah nya kalau diadakan saja seadanya dengan peserta yang dibatasi sebagaimana kemampuan keUangan daerah Kabupaten PALI, terkecuali memang ada niat aji mumpung dan tidak perna memikirkan masa depan Kabupaten PALI ujar Ketua LSM SIGAP ini

Di tambah lagi kata Suhaimi keadaan masyarakat Kabupaten PALI saat ini sedang krisis, harga karet murah, musim kemarau perekonomian masyarakat morat marit. Dampak nya sangat luas di masyarakat PALI seperti kriminalitas meningkat, perceraian, anak-anak putus sekolah karena tidak memiliki biaya. Bukan kah akan lebih baik kalau kegiatan lebih di fokuskan kepada kepentingan masyarakat banyak, yang bersentuhan langsung dengan masyarakat banyak misal nya mengadakan pasar –pasar murah di setiap desa, membantu para pelajar yang kesulitan sekolah karena tidak memiliki biaya, misalnya pemberian bea siswa dan penyediaan bis-bis sekolah gratis, sunatan missal dan banyak lagi kegiatan-kegiatan yang sangat bermenfaat bagi masyarakat yang lebih penting daripada menghambur-hamburkan Uang Kabupaten PALI dengan kunjungan-kunjungan ke luar negeri yang hasil nya untuk Kabupaten PALI tidak jelas,

Dan kita sebagai bagian dari masyarakat PALI memiliki hak dan wajib untuk mengontrol dan mengawasi pelaksanaan Pemerintahan dan pelaksanaan Pembangunan di Kabupaten PALI, dan justru memang kewajiban seluruh warga Negara untuk mengontrol selueuh pembangunan di Indonesia, apalagi kondisi saat ini Kabupaten PALI belum memiliki badan Legaslatif sendiri, tujuan nya jangan sampai dana bantuan untuk Kabupaten PALI, banyak kebocoran. Pungkas Suhaimi. (AB)
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Komentar via Facebook