![]() |
30 Tahun H.Baital Sigar Menjabat
Penghulu, Tanah Abang Tanpa Janda “Cerai Hidup”
Tanah Abang, PALI
Kecamatan Tanah Abang kabupaten Penukal Abab
Lematang Ilir (PALI) umumnya kabupaten pali tidak sedikit menoreh hasana
sejara. Antara lain terbukti adanya Candi Bumi Ayu,seni Saripul Anam
(Rodet),Tari burung putih, perumana PTSI (sekarang pertamina), taman makam
pahlawan. Dan baru- baru ini terpantau oleh Awak media RN bahwa ditemukan
adanya bintang (Cupu: Red) penghargaan Kerajaan Belanda yang dulu diberikan
pada putra Tanah Abang Kecamatan Tanah Abang kabupaten Pali. Bintang
penghargaan pemberian Belanda tersebut milik Haji Baital yang sudah lama
meninggal dunia. Kondisi penghargaan masih utuh dalam kotak khusus disimpan oleh Idris (52)bin Ijan (Alm) salah satu cucunya di Tanah Abang.
Menurut penuturan Idris yang didampingi oleh istrinya Ermawati (50).
“ Dulu nenek kami ini perna jadi ketip (P3N: Red) selama hampir 30 tahun. Dan masa jabatanya hampir tidak ada janda karena bercerai kecuali pasanganya meninggal dunia. kemudian H.Baital perna calon pesirah dan menang dalam pemilihan, tapi watu itu yang dilantik jadi pesirah bukan dia tapi orang lain yaitu Sigar karena H. Baital tidak mampu membayar administrasi pelantikan sehingga pesirah waktu itu Bernama H.Baital Sigar.”
H.Baital memiliki lima orang anak antara lain : Rajen
,Ijan,Mima,dan yamani. Berbeda dengan cucunya yang lain Sahril alias Yeye (40) berharap
kepada waratawan RN agar pemerintah dapat menelusuri dan memberikan perhatian
kepada keluarga beliau (H. Baital ; Red) karena menurutnya ini adalah bukti
pemimpin abdi masyarakat yang baik dan merupakan bagian sejara perjuangan bangsa,serta diakui
oleh Belanda. Kepada para pihak yang ingin mengetahui dan melihat benda peninggalan jaman belanda ini dapat menghubungi Sahril
nomor handphone 085379269808.


